Browse By

Mengajari Anak Manajemen Diri Sejak Dini

Resume diskusi 15 Jan 2015 tema “Mengajari Anak Manajemen Diri Sejak Dini” bersama ibu Irawati Istadi.Assalamualaikum wr. Wb 
Selamat datang Ibu Irawati Istadi di grup HSMN 2, Hari ini kita akan memulai diskusi dengan tema “Mengajari anak manajemen diri sejak dini” 
Silahkan ibu memberikan perkenalan dan kata pengantar terlebih dahulu .

Assalamualaikum ibu2 hebat di sini…..
Salam kenal, sy ibu Irawati Istadi, ibu 6 putra-putri, dari usia 9 th sd 24 th…..
Kali ini kita berdiskusi mengenai mendidikkan Manajemen Diri Sedini Mungkin….

Manajemen diri, adalah kemampuan untuk mengelola diri sendiri. Memiliki prinsip dan keyakinan yg teguh, tidak mudah terpengaruh oleh teman, godaan televisi, hp, games maupun godaan2 lain.

Dalam kesempatan diskusi kali ini saya fokus berbicara ttg tips mengajarkan pengendalian keinginan bagi anak. 

Jika anak memiliki pengendalian diri yg baik, kelak ia akan punya prinsip kuat dan tidak mudah terpengaruh oleh teman dan godàan lain.

Ketika ia harus pergi TPA namun film di televisi yg sedang ditontonnya belum selesai, ia cukup bisa mengendalikan diri.

Saat ibu berkata, “Sudah lebih dari setengah jam kan menonton televisi ? Berarti tinggal setengah jam lagi jatah nonton, bisa nanti malam untuk menonton master chef kan ?
Bgmn tips untuk mendidik anak mengendalikan keinginannya ?

1. KETELADANAN
Ayahbunda harus menberikan contoh bgmn mereka juga sehari2 harus berjuang menahan keinginan.
Saat mengajak anak belanja di swalayan misalnya, ibu sampaikan…”Subhanallah segarnya semangka itu ya…pasti segar untuk buka puasa….tapi belanjaan kita sudah berlebihàn….berarti kita tidak bisa beli sekarang. Pekan depan saja deh….”

2. DIALOG
Saat dialog, ibu manfaatkan untuk menanamkan pemahaman. Saat anak minta beli tas baru, misalnya, ingatkan mereka, “Tas yang kamu dapat hadiah ulang tahun masih bagus…” Mungkin anak menolak, “Aku tidak suka warnanya…!” Maka coba beri pengertian, “Kamu sudah beruntung lho, punya tas itu. Belun ada yang rusak. Hanya kamu tak suka warnanya. Berarti, permintaanmu beli tas itu hanya sekedar keinginan kan, bukan kebutuhan…?”

3. LATIHAN & PEMBIASAAN 
Walaupun ayahbunda punya banyak uang dan bisa membelikan mainan apa saja untuk anak, latihlah mereka mengendalikan keinginannya dengan memberikan batas jatah beli mainan… Misalkan usia TK A beli mainan sepekan 2 x. Utk TK B beli mainan sepekan sekali, kelas 1 beli sebulan 2 x; dst… Nah, jika jatah sudah habis, mereka sudah tidak dapat tambahan uang lagi . Lama kelamaan mereka akan belajar mengelola keinginan…
Nah, jika jatah sudah habis, mereka sudah tidak dapat tambahan uang lagi . Lama kelamaan mereka akan belajar mengelola keinginan…

Terimakasih materinya Ibu.. sekarang berlanjut ke sesi tanya jawab ya bu 

Pertanyaan dari Ibu Mei
Bagaimana ketika kita dihadapkan pada situasi dimana aturan pada anak tdk berlaku krn ada campur tangan pihak lain misal ada aturan anak hanya boleh nonton tv selama 2 jam sehari, tp brhubung ada nenekny yg tggal serumah dan slalu mengiyakan kmauan cucunya ini krn ga tahan klo cucunya dah nangis. Jadi skrg kalo minta sesuatu sm bundanya ga boleh lgsung dia lari ke neneknya. sdgkan sy mrasa sungkan klo hrs adu argumen sm neneknya
Apa dampak kdepan bwt anak jika setiap prmintaannya slalu dipenuhi? Trm ksh. 

Ibu Mei, dampaknya akan buruk jika pola asuh beda antara orangtua dan neneknya. Selain akan mendidik anak untuk memilih hal yang menguntungkan dirinya saja, juga akan mengurangi kepercayaan anak kepada orangtuanya, dan membuatnya menyepelekan aturan. Selanjutnya ia akan menggunakan ‘senjata’ pembelaan nenek ini untuk mengulangi perbuatan2 salahnya.
Saran saya, bicarakn dengan terbuka dan smart kpd nenek ttg pola asuh yg ibu pakai. Jika nenek tidak bisa memahami, sy sarankan untuk jaga jarak. Jangan dilserahkan anak seratus persen pd neneknya, tp ambil pengasuh atau saudara lain yg satu pola asuh dg ibu utk tinggal jg di rumah ibu dn mengawasi putra ibu….

Pertanyaan dari Ibu Widi
Bagaimana jika mendapati anak2 yg awalnya memang ga punya bekal managemen diri dan usia anak2 udah besar ( memang ga di ajarkan sama ortunya) usia udah di atas 7 th baik anak ce dan co?

Ibu Widi, kalau anak sudah di atas 7 th, mereka sukanya di ajak cerita dan dialog dari hati ke hati. Ajak mrk dialog ttg akibat dari kekurangan mereka itu. Misalnya ttg jadual yg kacau, kalau terus menerus begitu hidup mrk sulit sukses. Lalu beri contoh org yg gagal memanage hidupnya, dan yg berhasil…
Intinya, ibu harus bisa menumbuhkan kesadaran pd anak bahwa perilakunya perlu diubah. Jika anak sudah punya keinginan berubah, mudah utk menyusun terapi perbaikannya bersama2….

Pertanyaan dari Ibu Irma
Sy suka agak moody….kalau lg mood mengerjakan yg lain..beberes misalnya…jadwal mandi anak2 bisa mundur dan jadinya..jadwal mandi mereka kurang teratur.
Kalo pagi2 ternyata kita asyik main..pun..jg jadwal mandi jadi fleksibel. Kdg ingin bisa disiplin spt kakak ipar sy..bangun tidur, shalat, anak2 langsung pada mandi. Kalau sy suka ngobrol2 dulu sambil sy masak di dapur….
Anak yg 2 pertama sdh sekolah..otomatis mandi pagi. Anak 2 terakhir blm sekolah…jadwal mandi tidak tentu.smile emoticon
Bagaimana menurut Bu Irawati?

Bu Irma, karakter tiap orang berbeda, ada yg perfeksionis suka dg jadual yg disiplin dan teratur rapi. Tapi ada yg lebih bebas, kreatif dan fleksibel. Nah, karakter ini oun nampak dalam pola hidup keseharian….
Masing2 karakter ada kelebihan dan kekurangannya. Tapi jika ingin yg terbaik, cobalah untuk berada di tengah. Dg tetap membuat jadual, tetapi lebih fleksibel. Jadwal mandi jam 6 misalnya, toleransi hingga jam 7 jika ada kesibukan tertentu….
Jadi ada toleransi, tapi tetap ada batasanya jg…

 pertanyaan dari Ibu Intan
Kalau menurut ajaran islam, Sejak usia berapakah baiknya mengajarkan anak u memanajemn dirinya? Bagaimana kunci sukses memgajarkan anak u memanaje dirinya.
pertanyaan dari ibu yolanda (cipi) & dari Ibu Anik (Di gabung)
Bu, boleh minta diberi gambaran, step by step mengajari anak manajemen diri, sejak umur berapa? diajari apa dulu? Karena banyak aspek yg perlu dimanage oleh si anak. Apa bisa sekaligus bersamaan dg bermodalkan teladan & pembiasaan dari ortu? Terima kasih..
&
Brp lama membentuk manajemen diri pd anak sampe bisa kuat? Mulai umur brp? Tahapan nya apa aja? Mksh

Ibu Intan, ibu Yolanda, dan ibu Anik, dalam Islam, sudah ditata dengan apik, yaitu dikatakan oleh Rasulullah bahwa masa 0-7 tahun adalah masanya orangtua memberi contoh pada anak. Kadang anak sudah bisa meniru langsung, kadang jg belum. Di usia 7 th ke atas, barulah anak bisa dilatih penbiasaan shalat, mengenakan busana muslim, dsb. Tapi utk disiplin2 ringan, sudah bisa dimulai lebih dini. Misal, usia 1 th dilatih berdoa dulu sebelum nenen, walaupun hanya dg bahasa isyarat angkat tangan.

Usia 2 th dilatih keluar rumah harus memakai sandal, jika menolak mendapatkan sangsi utk tidak keluar rumah, dsb….

Mengenai berapa lama, tahapannya apa sj…
: Ajarkn manajemen diri yg ringan2 melalui teladan sebelum usia 7 th, dg materi hal2 ringan keseharian menyangkut kegiatan harian anak spt adab makan, minum, bermain, berbicara, kebersihan dan kesehatan.

Di atas usia 7 th, berikn latihan yg lebih berat seperti ibadah, akhlaq kepada orang lain, dsb….

Lama tidaknya keberhasilan penanamannya tergantung seberapa sering disampaikan dan semenarik apa cara penyampaian ibu. Jika bisa tertanam dalam waktu 4-5 bulan jg sudah bagus….

Bu citra,saya mau nanya kelanjutan dari jawaban bu irawati,bisa ga?
Mereka sukanya di ajak cerita dan dialog dari hati ke hati,contohnya bun..apakah dg mulai membuat peraturan bersama,yg di sepakati bersama baik dari hal2 kecil maupun besar lainnya…?
Udah sering di ingatkan,misal anak mainan di dalam rumah,terus mainan ga di beresin,di biarkan saja berantakan,pikirnya nanti juga ada yg beresin..anaknya cuek + males,ini bagaimana bu?  masuk ke memanage diri ga ini…

membereskan mainan masuk ke manage diri. Sesekali ibu bisa foto keadaan mainan yang super berantakan, lalu foto jg kondisi setelah dibereskan, ajak bicara dr hati ke hati, mana yg lebih dicintai Allah ?

Lalu temani dia untuk membereskan mainannya sambil dengan tegas sampaikan bahwa tidak ada makan siang jika tidak dibereskan….

Jika ibu sudah cukup memberi pengertian, sesrkali perlu sangsi untuk nereka, asalkn ibu tidak emosi ketika memberikn sangsi tsb….

 Pertanyaan dari ibu Anik
1. Bagaimana menghalau gangguan2 aktivitas rutin anak? Misal, anak hrsnya jadwal ngaji, tapi tergoda ingin main. Pernah juga bilang enak ya jadi adek bisa tidur2 an. (anik)

Ibu Anik, gangguan2 itu ada yg harus dihilangkàn sama sekali, seperti gadget dan internet. 
Ada yg cukup dikelola sj pemenuhannya. Seperti main, sebenarnya kebutuhan anak jg, tidak dihilabgkn tp hanya diatur waktunya.
Ajak anak berdiskusi utk menyepakati kapan mereka boleh main, nonton televisi atau main games. Games serta film apa yg boleh dan apa yg tidak boleh. 
Batasi waktu main misalkan 4 jam sehari, nonton TV 1 jam, dsb….
Kalau anak iri sama adiknya , ingatkn kelebihan yg mereka punya, seperti kakak bisa bisa baca buku, bisa isi TTS dg bunda, tp adik tidak.

 Ibu Ira.. sebelumnya mohon maaf pertanyaan ini agak mirip dengan pertanyaan ibu Irma sebelumnya. Tapi saya masukan ke sini.. mungkin ibu ada jawaban tambahan..

Asslm bu,
Sy tiwi.
Anak pertama, umur 10 tahun, status keponakan.
Sering gonta ganti pengasuhan pd 6 tahun pertama nya krn kondisi rt ortunya tdk stabil.
Krn baru setahun ini ngeh ttg he n parenting, merasa byk kekeliruan dlm mendidik kakak.
Sehingga pd usia ini, manajemen dirinya kurang. Tidak peka thd jadwal harian yg harusnya dikerjakan tanpa diperintah, spt mandi, mengerjakan pr, dll.
Sehingga setiap hari sy hrs mencek setiap aktivitas nya. Jika tdk, pasti ada yg terlewat atau tertinggal.
Kira2 langkah apa yg bisa kami lakukan utk membangun manajemen dirinya?

Ibu Tiwi, bisa dilihat jawaban untuk ibu Irma tadi ya bu, dan ada tambahan , bahwa anak akan lebih mudah menerima ajakan orangtua jika sudah terlebih dulu akrab. 
Mengingat banyak orang yg berperan dlm kepengasuhannya, bisa jadi ia tak punya idola. Jadi jika ibu menginginkan ia memahami, ibu harus rebut dulu hatinya. Akrabkan diri dengannya melalui dialog darj hati ke hati dan beragam aktifitas bersama yg menyenangkan. Setelah itu baru ibu mulai perbaiki kekurangannya….
Karena baru setahun ini ibu mulai memprbaiki keadaan, jangan menuntut ia bisa cepat berubah. Apalagi usianya sudah lewat dari golden age. Bersabarlah dg cara ini, mungkin 1-2 th lagi baru ia bisa berhasil benar2 berubah….

Pertanyaan dari ibu Atus
terkait tv…
utk zaman skrg, lbh efektif mana ya bu, dirumah sama sekali tdk ada tivi atau ttp ada hanya sj jamnya dibatasi,?

Ibu Atus, ada atau tidak adanya tv tergantung kondisi masing2 keluarga. 
Di usia golden age, lebih baik jk tidak ada tv sama sekali karena anak bisa belajar banyak hal lain. Ingat Musa, bisa hafal quran di usia 5,5 th krn tidak dikenalkan tv. 
Barulah di usia 7 th ke atas, anak boleh diperkenalkan pd tv sebg tantangan yg ia harus belajar menghindarinya.
Tetapi, kondisi tanpa tv juga tidak selamanya baik ketika justru membuat anak suka menonton di tempat lain. Jika hal ini terjadi, lebih baik ada tv di rumah tapi kita ajarkan anak managemen diri yg baik agar tidak tergoda…

Pertanyaan dari ibu tanti
Saya mau tanya adakah jadwal yg ideal paling tidak yg bisa jd rujukan u setiap kel. Berhubungan dengan disiplin?

Rujukan yg bisa dipakai utk menyusun jadual disiplin anak adalah sesuai rujukan Al Quran, bu. Kalau alquran bilang shalat 5 waktu, kita sesuaikan penjadualan kegiatan mengikuti ke 5 waktu shalat itu. 

Misalkan bangun pagi pas subuh, istirahat sejenak menjelang zuhur, beres2 dan mandi sebelum asar, mengaji usai maghrib, dst. Kalau utk hal2 lain yg tidak diatur oleh adab2 dalam Islam, silahkan disesuaikan kondisi dan kebutuhan masing2 keluarga.

pertanyaan dari dari ibu Nida & dan dari ibu Aninda Silmi (di gabung)
bu, saya ingin bertanya bagaimana memproteksi balita ( 19 bulan), agar tidak meniru kebiasaan buruk di lingkunganya.. misal mendengar anak2 main diluar padahal jam tidur di siang hari, akhirnya merengek2 minta ikut main.. contoh lain, ketika temanya tidak memakai sandal saat main diluar, akhirnya meniru, sepatunya ikut dilepas.. bahkan ketika temanya suka memukul jika marah, jadi ikut meniru.. padahal sudah berkali2 diingatkan agar meniru yang baik2 saja, namun belum juga berubah.. bagaimana ya Bu ? apakah saya sampai harus selektif memilih teman untuk anak saya? terima kasih

& 
Anak saya (2y10m) lagi sukaaa bgt ikut2an temannya, Misal: temannya bilang “wow”, dia bilang “wow” 
Temannya suka ngejawab “ga mau” kalau disuruh, dia ikut2an..
Sebelumnya ga seperti itu.. Apakah wajar kondisi ini bu? Apakah artinya anak blm mandiri karena suka ikut2an temannya?

Jawaban untuk ibu Nida dan ibu Aninda Silmi….
Wajar jika anak balita begitu cepat mengikuti perbuatan teman, karena naluri imitasi mrk sangat kuat. Pengaruh ini harus dilawan oleh orangtua dg cara memperbanyak dan meningkatkn kualitas pengaruh positif dari dalam rumah.

Contoh ketika anak sedang tertarik meniru kata ‘Wow’, ibu selalu tunjukkan roman tak suka, sebaliknya sering2lah menyanyikan lagu ‘kalimat thayyibah’ (bisa dikarang sendiri dg mengubah lirik lagu yg disukai anak). Atau bisa dg lomba mengucap dzikir. Setiap anak mengucap subhanallah 3 x, beri ‘sweet big hug’. Atau cari ide2 kreatif lain.

Jika ibu terus melakukan upaya ini, kegemaran buruk yg baru dimiliki anak tsb pun akan hilang juga.

Jangan lupa sambil terus sampaikan alasan mengapa mereka tak boleh brrkata kotor.Jadi, terpengaruh teman di usia batita atau balita itu biasa, tp jangan dibiarkan jg, perlu segera dilawan dg cara yg smart..

pertanyaan dr Ibu Mesa
Bu Ira,apa ada sikap ortu ‘kelewat tega’ dlm pembiasaan manajemen diri sjk dini pd anak? Yg mungkin bs jd berdampak negatif pd perkembangan diri anak tsb. Terimakasih.

Untuk ibu Mesa…
Orangtua kelewat tega mendisiplin anak jika mengajarkan disiplin terlalu cepat dari usia sebenarnya. Misal masih usia 3 th sudah harus makan dg rapi tanpa tercecer, masih 5 th sudah harus belajar menulis tiap hari, dsb.
Juga jika orangtua sampai mempergunakan emosi berlebihan saat mendisiplin.
Supaya tidak memberikan tugas berlebihan dari usia anak, orangtua harus belajar tahapan tugas perkembangan anak sesuai usianya….

pertanyaan dari ibu Dina
Kalo anak 18 tahun dg manajemen diri yg sangat buruk, brp lama ya bisa diperbaiki?

Untuk bu Dina…
Jika remaja 18 th hendak diperbaiki manajemen dirinya, lama tidaknya prosesnya tergantung dari tekad si remaja sendiri. Jika tekadnya kuat, bahkan dalam waktu sebulan pun ia bisa merubah dirinya.
Nah, tugas orangtua adalah menumbuhkan kesadaran dan tekad ini. Contoh, seorang remaja bisa tiba2 menjadi sangat bertanggungjawab untuk belajar setelah diajak berdiskusi orangtuanya untuk melanjutkan kuliah di luar negeri jika mampu memperbaiki manajemen diri.

Ibu harus menjadi orang nomor satu yang paling tahu dari arah mana membangkitkan motivasi anak2 remajanya..

 pertanyaan dari Ibu Irma
Anak pertama sy sdh 11 tahun, perempuan. Tapi banyak hal2 keseharian yg sy terlewat utk melatihnya krn sibuk mengurus adik2nya dulu. Alhamdulillah sekarang adik2 nya sdh cukup besar..

Bbrp hal yg ingin sy latihkan:
1. Shalat berjamaah di awal waktu.
2. Melipat selimut dan memberskan tempat tidurnya sdr. 
3. Mandi sore (kdg dia ga mandi sore..keasyikan main dan bandung dingin…he…)
4. Menjaga kerapihan lemari bukunya sdr.
Bagaimana sebaiknya tahapannya ya Bu…harus satu demi satu atau berbarengan?
Terakhir, sy ingin kami punya waktu belajar rutin bersama saya krn dia sdh kelas 6. Tapi dia pulang sore antara jam 3-4. Kapan sebaiknya ya waktu belajar yg tidak membuat dia terpaksa belajar. Anaknya sih..semangat. Tidak ikut bimbel tapi ada pemantapan tiap sabtu di sekolahnya. Sy hanya khawatir ..apakah tll mbebani anak jika dia sy tambahkan jadwal.belajar tiap hari. Selama ini dia sering belajar mandiri ..dan bertanya kalau ada yg kurang mengerti sj. 

Terimakasih banyak , Bu Irawati..
Bu Irma, ini bbrp tips buat ibu:
– Menumbuhkan kesadaran bahwa managemen dirinya perlu diperbaiki. 
– Tempel kata2 motivasi ttg pentingnya keteraturan hidup di dinding kamar anak
– Kaitkan dg resep dari Allah bahwa kesuksesan hanya akan diberikn kpd mereka yg berjuàng di baris yg rapi (dg manajenen yg rapi).
– Tunjukkan tokoh yg sukses menjadi presiden/ pemimpin hanya karena memiliki tim yg tersusun dlm koordinasi kerja yg rapi
– Carikan komunitas atau teman yg sama2 melakukan perbaikan tsb dg enjoy
– Menunjukkan akibat nyata dari keburukan perangainya. Jangan dibantu mereka menyelesaikan tugasnya tsb sampai mereka melakukannya sendiri. Kadang anak baru mau berubah merapikan almari bukunya setelah tak berhasil menemukan buku pentingnya di sana gara2 berantakan.
Tentang jam belajar anak yang sudah cukup padat, menurut sy sudah cukup. Tak harus belajar rutin bersama ibu krn sepertinya dia sudah nyaman belajar sendiri.
Sy lebih sarankan ibu manfaatkan waktu yg tersisa utk melakukan aktifitas2 bersama yg membangun keakraban dan refreshing bagi ibu dan anak.
Yg lebih dibutuhkan anak bukan tambahan jam belajar, tp reffreshing kegiatan selain belajar yang justru bermanfaat utk menurunkan ketegangannya menjelang ujian. Percuma sj belajar banyak jika tetap tegang, krn akan membuat otak tak mau bekerja dan pelajaran yg sudah dihafal bisa menguap sia2…

Pertanyaan dari Ibu Elly
selama ini semua pola pengasuhan anak pasti ada teladan dari ortu atau orang terdekatnya.masalahnya kalau kami sbg ortu juga belum bisa memanage diri dengan baik masih suka tergoda gangguan gangguan dst gmn tips tips biar ortu juga pandai memanage diri?ibaratnya teori punya tapi prakteknya masih nol.

Untuk ibu Elly…
Akan jadi masalah besar jika orangtua belum bisa memanage diri dg baik. Semua teori bisa lenyap tanpa bekas karenanya.
Jadi, orangtua harus mau berubah terlebih dulu sebelum merubah anak. Jika orangtua sudah berubah, tanpa berbicara pun anak sudah akan mengikuti….

Alhamdulillah sudah semua ya Bu Ira  mungkin Ibu Ira bisa memberikan kesimpulan dari diskusi kita hari ini.. kami persilahkan Bu 

Baik, ibu2 yang begitu semangat belajar….. untuk bisa memberikan bimbingan yang tepat untuk usia putra putri kita, sebaiknya banyak belajar tentang adab2 yg sudah begitu detail diberikan oleh Islam. 

Jangan lupa untuk melatih anak menahan keinginannya seperti Islam mengajarkan puasa, dimana kita diperintahkan untuk menahàn keinginan, sekedar yg diperlukan. Karena ketrampilan mengelola keinginan inilah yang kelak membuat seseorang sukses utk tidak tergoda hal2 yang buruk.

Demikian yg dapat sy berikan, mohon maaf jika ada yg salah.

Salam, Irawati


Share on Google+0Share on Facebook0Tweet about this on Twitter0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *