Browse By

4 on for Parents

hsmn 4 on

Resume diskusi Group HSMN 2
Tanggal : 17 februari 2015
Narasumber : bu Dhian ‘Motivateens’ Fatmasari.

Penulis buku Move On Nggak Pake Lama (penulis buku move on) dengan tema “mengajak remaja untuk move on”

Moderator : dewi bunda afkacenna
Notulen : dewi mustika rini

***

Assalamu’alaikum

πŸ˜ŠπŸ˜„Alhamdulillah. ..akhirnya sy bisa silaturahim dng ibu2…mhn maaf u
insiden pekan lalu…😘

U malam ini mari kita saling berbagi ttg 4 ON for parents…u malam ini terutama ditujukan u ortu2 remaja.

πŸ™‡
Pertama : VISION
sy tdk akan menjabarkan teori ttg visi, krn sy yakin ibu2 semua memiliki pehaman yg lbh dalam ttg makna visi….tp yg ingin sy garis bawahi, pernah kah dan sudah kah ibu2 scr rutin berbicara ttg masa depan anak2 bersama anak2 ? Atau bahkan, sdh kah diskusi ttg visi
anak2 dituangkan scr tertulis dlm bentuk ‘life map’ ?

Pengalaman saya, semua remaja yg ‘out of control’ krn mereka tdk memiliki visi atau panduan dlm mengarahkan hidupnya….visi yg tertulis juga membantu kita u ‘stay focus forward’ ketika menghadapi kondisi2 yg tdk diharapkan dr remaja2 kita.
Maksudnya, vision membantu menjaga pikiran2 kita u fokus pd kebaikan2 atau kekuatan2 remaja kita. Dengan demikian, remaja2 kita tumbuh dengan self esteem yg kuat.

kedua : ACTION
Ibu2, sebelum take ACTION u membantu remaja2 kita mencapai
terbesar yg dibutuhkan remaja, yaitu :
1. Kebebasan dan ruang u mjd diri mereka sendiri
2. Dipercaya
3. Dicintai
4. Dihargai
5. Diberi kesempatan u lbh leluasa

Dengan demikian Step2 u ACTION adalah :
1. Perkuat keyakinan dan terus memupuk penghargaan diri serta rasa percaya diri remaja2
2. Kenalkan remaja dng strategi2 efektif u ‘sukses di sekolah dan berhasil di kehidupan ( co strategi sukses di sekolah : mencatat dng metode mind map, menghafal dng
metode magasing. Co strategi berhasil dlm kehidupan : belajar mengelola emosi negatif, belajar berkata ‘tidak’ thd teman yg negatif, membangun hubungan yg sehat dng ortu dan guru.

Ketiga : PASSION
U langkah teknis menemukan passion remaja sy rasa bny metode di luar sana. Yg penting u kita lakukan adalah menghargai setiap kekuatan remaja2 kita dan membantu mereka u mengembangkannya.
Saat ini khan bny tuh fenomena sarjana teknik tp mslah jd guru, sarjana ekonomi malah buka bengkel….he he he….smg tdk terjadi
remaja kita.

Keempat : COLLABORATION
Yuukks kita bekali remaja2 kita dng kemampuan bekerja sama yg baik. Carsnya ? Mari sbg ortu bekali diri dng kemampuan ‘mendengar’ dan ‘memberi teladan’.

***

Pertanyaan
1. πŸ™‹ Aslm. Bagaimana bila kita sdr masih dlm proses belajar utk mengelola emosi negatif..sementara kita sdh harus melatih anak2 remaja kita utk mengelola emosi negatif mereka. Bagaiman agar kita sbg ortu dapat belajar lebih cepat utk mengelola emosi negatif tsb. Terimakasih.

Jawaban :
πŸ‘ So, ibu2 yg
dirahmati Allah. …..kita2 nya dulu yg mesti belajar handle emosi2 negatif.

Caranya ???
1. Praktek pertama : tips ini sy dapatkan dr mas Krishnamurti…..pindahkan semua emosi negatif dr dlm tubuh ke tangan yg lebih lemah ( biasanya tangan kiri )
2. Langkah kedua : pindahkan semua emosi positif ke tangan kanan. Bayangkan, rasakan, dengarkan saat2 ibu2 benar2 happy or dlm kondisi peak performance
3. Ketiga : sesuai hitungan ibu2 sendiri…lakukan dng sangat cepat, satukan kedua tangan dng sangat keras. Bisa sambil teriak
YEZZZZZ….boleh sambil digosok2 kedua telapak tangannya
Terus lakukan sampai menjadi sebuah kebiasaan, shg saat ibu2 merasa ketidaknyamanan ibu2 bs dng cepat kembali pd suasana positif.

Msh banyak tips, tp kayaknya yg paling gampang itu yaaa….
U remaja, saat mereka pd kondisi kurang nyaman ada bbrp tips :
1. Rubah fisiologi tubuh….
2. Rubah fokus / gambaran di pikiran
3. Rubah ucapan, kalo terbiasa ngomong ‘mati gw….’ ato ‘sial…..sial…..’ ya begitu lah diri mereka…..jd biasakan bahkan pd kondisi2 yg menantang, ucapan
mereka selalu positif. Co : aku pasti bisa !!!

*

Pertanyaan :
2. πŸ™‹ Tanya bun ,saya ingin memberi keoercayaan pd anak sy,tp sy juga pgn mengontrolnya…..krn sebuah pengalaman pribadi di keluarga sy sblumnya,kakak sy yg dberi kpercayaan tnpa kontrol ortu akhirnya malah jd orang yg cuek dg keadaan,dn ortu pun kaget ktika mngetahui anaknya tdk seperti yg dharapkan..
Gmn ya strateginya…

Jawaban : πŸ‘Bunda…………sesungguhnya kunci
utama ‘pengendalian’ remaja adalah strategi komunikasi. Sy beri kutip kata pengendaliannya, krn pengendalian pd anak2 dan remaja sedikit berbeda.

Bagaimana caranya ??

1. Fokus pd kekuatan dan kelebihan anak. Bukan berarti remaja tdk pernah melakukan kesalahan. Tp sikap kita menentukan seperti apa remaja2 itu kelak.

Co : ini true story….2 org remaja tertangkap basah mengutil di swalayan. Ayah anak A, begitu tiba di kantor polisi langsung memeluk dan berkata,’ Ayah sayang padamu, nak !! Apa yg bs ayah bantu ?. Ayah anak B langsung menempeleng si anak hingga dia terjatuh dr kursinya.
Bbrp tahun kemudian, A menyelesaikan kuliahnya dan mjd profesional, dan B mati tertembak pd usaha perampokan bersenjata. Naudzubillah…..

2. Belajar u mendengarkan dengan aktif. Beri perhatian dan fokus 100% saat anak menyampaikan apa pun yg terjadi dan gigit lidah ibu2 u tdk mudah memotong atau berkomentar. Pahami dan hargai dulu perasaannya dan bahkan bila perlu tdk usah memberikan nasehat, tapi beri pertanyaan 2 yg memberdayakan.

3. So…langkah ketiga….bertanya dng cara yg tepat. Co sederhana : bertanya dng kata tanya ‘ bagaimana’ bukan ‘mengapa’.
Bagaimana caranya spy kamu bs menepati janji u pulang sebelum j 9 malam ?? Bukan ‘mengapa kamu pulang terlambat’ ?

4. Jadilah teman….sesekali ajak teman2 mereka u nonton bioskop bersama atau menginap di rmh. Dengan demikian kita bs mengenal teman2 remaja2 kita.

Tambahan sedikit, fokus pd kelebihan dan kekuatan remaja sangat membantu mereka u tahan pd tantangan 2 kehidupan

caranya ? Ijinkan mereka u melakukan kesalahan dan bantu mereka u mengubah kesalahan mjd pembelajaran besar. Tahan pula u tdk mengritik teman2
mereka, seaneh apa pun. Krn, bagi remaja, teman2 adalah sumber penghargaan diri yg cukup besar.

*

Pertanyaan :
3. πŸ™‹ Bu mau nanya? Utk membuat life map visi bisa mulai usia brp? Utk anak remaja yang sudah mulai punya seabrek kegiatan bagaimana bisa mengarahkan supaya fokus?

Jawaban:
πŸ‘ Tiger wood belajar membuat visi sejak usia 3 tahun. Muhammad al fatih sejak 2 tahun ( bahkan ada yg mengatakan sejak 13 bulan )..so, menurut sy sich tdk ada usia yg terlalu dini u mengarahkan anak u punya visi

Hanya yg perlu mjd catatan, bedakan ambisi ortu dng visi anak. Kita itu hny berperan sbg pengarah bukan raja or ratu di rumah yg rakyat2nya cuma nurut sj. Kayak tiger wood, dng bimbingan and arahan ortu, dia sendiri yg memutuskan u mjd juara dunia. Keputusan itu dia ambil saat usianya msh 8 tahun, makanya nggak heran saat dia suit seventin…hehe 17 thn maksudnya, dia sdh jd juara nasional loga pro USA.

Bunda, spy remaja mjd fokus langkah pertama nya adalah temukan passionnya. Kecenderungan alami remaja
adalah mencoba hal2 baru. So, kita sbg ortu mesti bijak mengarahkan remaja. Naaa biar sama2 nyaman, ajak dia u fokus pd passionnya.

Sebetulnya, kalo blm sempat u uji ilmiah ttg find passion, ibu2 bs menggunakan 3 formula sederhana :
1. Temukan bidang2 yg mereka ENJOY
2. setelah itu check lg, mana diantara aktifitas2 tsb yg mereka ada PERTUMBUHAN kemampuan
3. Saringan terakhir, mana yg diantara aktifitas2 yg mengalami pertumbuhan tsb, mereka juga DIAKUI kemampuannya oleh org lain
Selain itu, bantu remaja2 tsb u
memahami bhw fokus pd passion akan membuat mereka mjd org di atas rata2 yg memiliki spesialisasi unik atau punya pembeda kalo bhs nya Ippho Santoso, bukan hny sekedar

*

Pertanyaan :
4. πŸ™‹ bu dian bagaimana menangani remaja yang bermasalah.sekarang ini dua keponakan tinggal dirumah orang tua karena sekolah ditempat tinggal ortu saya.SMU kelas satu(cewek) dan tiga (cowok).sementara ortu keponakan ( kakak saya tinggal dikota lain.
bermasalahnya belum mandiri, pilih2 makanan, kurang bertanggung jawab utk kebutuhan
diri sendiri.karena ortunya ( kakak) saya biasa mengurus semuanya.bagaimana sikap ortu saya ( sbg kakek neneknya )

Jawaban :
πŸ‘ Wah…..selamat bunda….ini artinya bunda mendapat kesempatan u belajar lebih bny….terutama terkait dng penanganan remaja….
Menangani remaja sesungguhnya bila tahu kuncinya lebih sederhana dibanding anak2. Karena mereka sdh mulai tumbuh otak berpikir logisnya, hny yg mjd tantangan adalah merubah kebiasaan, butuh kesungguhan semua pihak.

Langkah praktis u menumbuhkan kemandirian pd remaja :

1. Lakukan pembicaraan yg sehat dan berkualitas dng masing2 anak, kalo bs sich scr terpisah. Gali dulu perasaan mereka, siapa tahu mungkin mereka merasa terluka dng perpisahan thd ortu atau mereka hny mencari perhatian dr org lain.

2. Bantu anak2 tsb u menemukan visi hidupnya, dan beri pertanyaan2 yg menggugah.

Co : khan kamu mau jd ilmuwan, kira2 dng sikap kamu yg cuek begini bs kah kamu mencapai target hidup kamu ? Apa yg bs tante bantu spy kamu lbh bertanggung jawab ?
3. Buat kesepakatan2 ttg tata tertib. Kuncinya : hargai dulu perasaan mereka dan ajak mereka u berpikir
ke depan .

Ini ada tips dr mas adam khoo, bgmn membuat ta tib dng remaja :
1. Hargai dan tunjukkan kalau anda peduli
2. Bangun kebutuhan
3. gambarkan tantangan yg dihadapi
4. Buat alternatif2 solusi, dan beri mereka kepercayaan u memilih
5. Beri insentif
6. Tentuksn konsekuensi
7. Bangun komitmen dan rasa dipercaya
8. Eksplorasi kemungkinan munculnya gangguan

*

Pertanyaan :
5. πŸ™‹ Jadi ingin cerita pengalaman pribadi. Dulu sy kuliah di arsitektur..sebuah jurusan yg sy pulih setelah mengikuti orientasi jurusan teknik ugm. Tapi sy pilih universitas lain dgn jurusan sama .

Ternyata..meski jurusan sama..tapi cara pengajaran dan mata kuliah yg diajarkan di dua perguruan tinggi ini berbeda.

Dan ternyata jg…meskipun sy suka menggambar..ternyata sy kurang memiliki sikap kerja yg cocok utk pekerjaan arsitek, yaitu bisa bekerja dibawah tekanan dan deadline, serta PD dlm menyampaikan gagasan/ide rancangan.
Shg..setelah lulus..sy merasa..sy tdk cocok utk bekerja sbg arsitek meski menyukai desain dan membuat karya art and craft. Dan ternyata dunia arsitektur itu..agak keras jg buat type perempuan yg spt saya..

Yg mjd pertanyaan..sekarang anak perempuan pertama sy ingin mjd arsitek. Dia suka menggambar, memdesain bentuk dan bangunan, serta PD. Sy sebenarnya khawatir kalo dia pilih jurusan araitektur…nanti dia malah tdk bisa berprofesi seauai bidangnya. Sekarang dia masih kelas 6 SD..dan teman dan gurunya sdh mengenal cita2 nya utk mjd arsitek dan
mendukungnya. Bahkan gurunya berkata: ini mah sdh jadi arsitek…sambil sang guru melihat gambar rancangan rumahnya.

Apa yg harus sy lakukan? Apakah mendukung sepenuhnya cita2 tsb..atau jg harus memberi dia wawasan lebih ttg dunia profesi arsitek yg agak berat itu dan membuka wawasannya utk jurusan lain. Terimakasih..maaf..panjang sekali curhatnya ya Bu..

Jawaban :
πŸ‘ Oks, bunda…..
Sebaiknya sich bunda lakukan test psikolog dulu dech. Dan skrg ada bny merk nggih. Sebaiknya juga u nemu the real passion pake test yg
bukan hrs nulis2, tp pake test sidik jari misalnya….soalnya test yg dilakukan dng menulis, biasanya tingkat akurasinya kurang oks….tergantung kondisi mood anak soalnya.
U putri bunda yg luar biasa, bunda bs melakukan ‘perjalanan cita2’…..kamsudnya, bunda sdh tepat sekali dng mengenadunia profesi ttt scr mendetail. Mendetail ya, bund…..bukan menakuti…..pisahkan ketakutan dan hambatan bunda dng kondisi anak…..dan sdh tepat sekali, mumpung msh kls 6 sd perkenalkan dng profesi2 lain. Carsnya gampang kok…..saat bepergian bersama
tunjukkan juga profesi2 lain….ini lho dokter gigi, pekerjaannya begini….bla bla bla….
Tapi, kalo setelah itu anak tetap kuat kehendak u mjd arsitek ya…makin gampang to….apalg kalo hasil test juga mendukung…..suiiippp khan ? Cuocok dech.

***

Share on Google+0Share on Facebook0Tweet about this on Twitter0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *