Browse By

Pembelajaran pada Anak Berkebutuhan Khusus

RESUME DISKUSI
GROUP 2- HS Muslim Nusantara

Jum’at, 17 April 2015
Waktu: 13.30-15.30
Tema : Pembelajaran Pada Anak Berkebutuhan Khusus
Narasumber: Dyah Indah Noviyani, S.Psi, MPsi
Moderator: Marinta
Notulen: Atus

***

Data Diri Narasumber🌛

Nama lengkap saya Dyah Indah Noviyani, SPsi, MPsi spy lbh akrab silahkan panggil saya Bunda atau Bu Vivi krn mmg saya sdh ibu2 dg 4 anak.

Saya lulusan S1 Psikologi Undip dan S2 Psikologi UI. Tahun lalu bln nov saya resmi melepaskan status PNS saya sbg dosen di Psikologi Unnes. Saya fokus pada anak2 saya yg msh usia dini serta mengelola kursus dan paud plus day care serta biro psikologi..

Silakan bisa add facebook saya dg ketik nama lengkap saya smile emoticon

**

🌞 Pendahuluan 🌞

Pembahasan siang ini mengenai pembelajaran anak berkebutuhan khusus akan saya bagi mjd 2 point utama:

1. DEFINISI Anak Berkebutuhan Khusus dan JENIS2 kebutuhan khususnya.

ABK adalah anak yang memiliki kondisi dan kebutuhan yang khusus secara fisik, emosi, sosial ataupun intelektual di bawah atau di atas standar rata2 anak pada umumnya yg disebabkan adanya faktor hambatan/ gangguan fisik atau klinis shg membutuhkan program penanganan atau pendidikan yang individual agar mampu beradaptasi di lingkungan sosialnya..

Jenis ABK sesuai hambatannya:

1.1. FISIK : tuna rungu, tuna wicara, tuna netra,tuna daksa atau cacat fisik, tuna ganda

1.2. Emosi n sosial : autis, ADHD

1.3. Intelektual : keterlambatan mental atau anak dengan IQ dibawah 70, kesulitan belajar yakni disleksia, disgrafia, diskalkulia

*

2. PRINSIP2 PEMILIHAN STRATEGI PEMBELAJARAN, langkah dlm pemilihan strategi pembelajaran serta strategi pembelajaran untuk ABK

2.1. Prinsip2 pemilihan strategi pembelajara ABK : tingkat keparahan gangguan yang dimiliki anak, tingkat usia kronologis atau sesuai tanggal kelahiran.

2.2. Langkah2 dlm pemilihan strategi pembelajaran: identifikasi atau temukenali ciri2 atau atribut perilaku yg menjadi hambatan atau gangguan utama nya, tentukan tujuan pembelajarannya, pilih strategi yg tepat bg anak, pemilihan media pembelajaran, tes atau uji strategi dan materi pembelajaran, evaluasi penampilan perilakunya.

Penentuan tujuan pembelajaran hrs dalam bentuk perilaku konkrit yg dpt diamati, harus memenuhi kebutuhan anak, dijabarkan dlm langkah2 sederhana serta dikaitkan pula utk tujuan yg lbh luas spt mengasah life skill nya.

Faktor2 yg perlu diperhatikan dlm memilih strategi pembelajatan ABK : strategi harus dimulai dari tingkat kemampuan dasar anak yg paling dikuasainya saat ini, harus menjamin tercapainya tujuan pembelajaran, harus merangsang smua indera n fisik anak, dilaksanakan scr bertahap melalui langkah2 kecil, hrs ada penyesuaian antara ciri atau atribut dengan tujuan pembelajaran bagi ABK.

Demikian prolog semoga bermanfaat.

***

Sesi Tanya – Jawab

1⃣ Bunda akmalia

Ibu.. minta tips utk qita dampingi ank yg DS bagaimana ya? Saya ngajar ank ABK dan siswa saya ada yg CP jg. Saya ngajar br 10 thn pgang ank Abk. Tp jk saya pegang anak DS knapa hawanya br sbntr saya jadi mengantuk ya bu? Mungkn ada tips. jazakillah.

1⃣
Anak DS termasuk anak yg mengalami keterlambatan mental shg memiliki IQ atau kemampuan berpikir yang jauh dibawah standar rata2. Anak2 ini terindikasi sejak lahir mmg sdh memiliki kualitas myelin atau lapisan sel otak yg tipis dan cabang atau sinaps sel otak yg sedikit.

Nah ortu dan guru mampu mempertebal lapisan n memperbanyak sinaps otak dengan cara beri stimulasi di semua bagian otaknya mulai dari otak pusat bahasa, otak pengaturan emosi serta otak pusat berpikir atau analisa. Dengan cara beragam strategi yg membuat anak bergerak, berbicara dan berkomunikasi dan menulis sesuai materi dasar yg dia kuasai.

Namun demikian upaya ortu dan guru tidak mampu menyebabkan kemampuan berpikirnya mjd naik ke level rata2 atau di atas rata2, hanya saja mampu memmbuat dia mampu memahami kemampuan dasar dan mengaplikasikannya dlm kehidupan sehari2 utk masa depannya. Shg materi yg diberikan kaitkan dengan kerja atau praktek.
Dmkn bu smoga bmanfaat ya✅

*

2⃣ Bunda irma:

Bagaimanakah kriteria sebuah Play group dan TK yg memiliki standar penanganan ABK yg baik, Bu? Hatur nuhuun.

2⃣
Perlu saya tambahkan dlm diskusi ini, semestinya setiap sekolah formal maupun non formal memiliki landasan filosofi inklusi bukan sekedar label sekolah inklusi, artinya filosofi inklusi yakni sekolah yg menerapkan pendidikan yang berkemanusiaan dan berkeadilan.

Setiap anak memiliki hak yang sama dalam hal pendidikan termasuk ABK.

Setiap manusia itu produk ciptaan Allah SWT yg Maha Sempurna shg tidak berhak kita mengatakan mereka adl anak cacat. Sekolah yg baik yakni sekolah dg filosofi inklusi dan menerapkannya meski dlm proses bertahap.

Ciri2nya adalah:

1. tidak ada tes apapun apalagi tes inteligensi yg mhasilkan IQ, penerimaan siswa berdasarkan kuota dan kesamaan visi misi sekolah n ortu.

2. Kelas dlm kelompok kecil 1 guru 10 anak reguler utk jenjang KB atau TK, jika ada ABK maka 1 ABK 1 guru shadow shg dlm 1 kelas ada 2 guru.

3. Ada pendampingan psikolog yg mampu membantu sekolah untuk mendiagnosa jenis ABK siswa serta memberikan pendampingan bagi guru kelas maupun shadow teacher dlm penanganan dan pembuatan rencana pembelajaran siswa ABK.

4. Lakukan program parenting atau pendidikan bagi ortu n guru secara berkelanjutan atau konsisten. Dmkn bunda irma semoga bermanfaat ✅

*

3⃣ Bunda Atus
Dalam prinsip pemilihan strategi pembelajaran ABK disebutkan ada: sesuai tanggal lahir, itu maksudnya gimana bu vivi?

3⃣
Usia kronologis anak adl usia yang dihitung sesuai kelahirannya. Namun pada anak2 down syndrome atau anak tuna grahita atau anak yg mengalamai keterlambatan mental (mentally retarded) memiliki usia mental atau kemampuan berpikir jauh di bawah usia kronologisnya.

Usia mental dapat diketahui dengan memberikan tes inteligensi baku menggunakan skala stanford binet yg hy dilakukan oleh psikolog.

Contoh kasus pada anak yg saya tangani. hasil tes inteligensi IQ 50 dengan usia mental 3 tahun padahal usia kronologis anak 7 tahun. Jadi anak lahir di tahun 2008 saat ini tahun 2015 dites hasilnya spt itu. Maka anak akan terindikasi mengalami keterlambatan dlm memahami materi pelajaran shg mbutuhkan strategi penanganan dan pembelajaran khusus dlm kelas inklusi.

Tujuan inklusi adalah agar anak2 ABK mampu memodelling teman2nya yg standar rata2 shg ABK dpt belajar berpikir, menggunakan emosi dan berperilaku di lingkungan sosialnya atau memiliki kemampuan adaptasi.. Demikian bu atus smoga bmanfaat juga ✅

*

4⃣ Bunda Dian
Bu vivi, kbtulan sy suka dunia peksos (pekerja sosial) dimana sering menjumpai anak ABK pd keluarga sangat miskin..

Anak2 ini krn kondisi kluarga dan ligkungan semakinn termarginalkan, tdk bisa sekolah, di rumah jg tdk ada yg bs mndidik, mau sekolah di SLB juga tkendala transportasi…

Terus terang, kdg sy mrasa buntu hrus dibagaimanakan mereka agar bisa mandiri kedepannya…

Banyak diantara anak2 ABK itu akhirnya “ditangkap” oleh yayasan non islam dan dididik ala mereka. Smntr dari kita untuk “ngopeni” mereka sgt sedikit sekali yg tergerak, kala lelah sy sering muncul prasangka negatif apa mgkin krn ABK tidak potensial apa ya jadi tidak mau mendekat..

4⃣
Subhanallah mbak/bu dian di jogja.. saya salut dengan njenengan.. namun saya juga miris krn mmg umat muslim msh kurang peduli dengan mendidik ABK, bisa jadi krn faktor penyandang dana bagi anak2 tsb. Krn ABK sangat mbutuhkan terapi dan berbagai peralatan terapi yg lengkap dan seringnya berbiaya mahal.

Namun saya memiliki teman muslim yg berjuang mengumpulkan dan mendidik ABK dr kalangan tak mampu dan gratis. Teman saya awalnya berjuang sendiri saat sdh mulai byk muridnya ia menunjukkan prestasi ABK didikannya serta mjual bbrp produk karya mereka untuk mendapatkan donatur berupa dana maupun alat.

Jadi jika mbak dian ingin mencoba silahkan mbak dimulai, nanti insya allah akan ada kekuatan dan jalan dari Allah SWT. Mbak dian dpt berkomunikasi dg teman saya tsb jika mmg ddibutuhkan namanya di facebook : andreina marcelina.
Semangat ya mbak, smoga penjelasan saya bmanfaat ✅

*

5⃣ Bunda Aske
Dalam membimbing dan mendidik ABK.. biasanya diperlukan kesabaran dan pengolahan emosi yang sangat baik dari pengajar/pendidik. Bagaimana tips dan trik untuk bisa manajemen emosi yang baik untuk pendidik

5⃣
Mbak aske, mendidik anak baik itu yg reguler maupun ABK wajib memiliki modal utama kemauan yg kuat untuk selalu belajar agar hati lebih terbuka dan mampu melakukan perubahan ke arah yg lbh baik dan berkembang.

Belajar dpt dilakukan dengan membaca buku2, membaca keaguangan ciptaan Allah SWT, mendengarkan acara yg bermanfaat, serta bertanya atau berdiskusi yg bermanfaat salah satunya melalui diskusi di grup WA hsmn ini.

Anak dpt menjadi anugrah, amanah namun sekaligus ujian bagi orang tua kandungnya maupun orang tua kedua yakni guru di sekolah. Dan setiap diri akan dimintai pertanggungjwbn atas amanah tsb dan dinilai kelulusan ujiannya oleh Allah SWT.

Dmkn jwbn saya scr mendasar, smoga dpt dipahami n bermanfaat ya mbak aske…✅

*

6⃣ Bunda Z
Bagaimana dg anak yg kurang kasih sayang dan perhatian ortunya, terus sekarang usia 8 tahun tapi masih seperti anak dg umur di bawahnya, ga mudengan, dll. Apa masuk berkebutuhan khusus juga, apa yg sebaiknya di lakukan ortunya?

Terus anaknya masih suka ngompol ,ga mau tidur sendiri, masih suka cari perhatian,dll.

6⃣
Untuk mendeteksi kebutuhan khusus ibu perlu konsul lsg ke psikolog spy dilakukan obsrvasi dan wawancara yg mendalam thd anak dan ortu serta diberikan bbrp tes psikologi untuk mendeteksi ABK anak tsb.

Namun dugaan saya anak ini kurang mendapatkan emotional attachment atau bounding yg memadai sejak lahir hingga saat ini terutama 2 tahun pertama usia nya.. serta kurang mendapatkan stimulasi yg menyeluruh pd aspek sensori motorik, emosi, sosial, intelektual dan bahasanya.

Akhirnya saat usia 8 th myelin atau lapisan otaknya banyak yang tipis dan kurang jumlah cabang sel otaknya, inilah yg menyebabkan potensi cerdasnya kurang terlihat serta belum terbangun ketrampilan hidup yg penting dlm diri anak tsb.

Namun in sya Allah jika orang tua anak tsb mau menyadari kekeliruannya maka akan muncul keinginan untuk belajar maka segera kejar kekeliruan dlm mengasuh dan mendidik anak saat dulu anak berada pada masa usia dini, jika dilakukan secara konsisten maka insya Allah anak akan berproses menuju perubahan yg lebih baik dan berkembang.

Anak itu cerminan orang tua nya krn anak melakukan modelling dari orang tuanya sbg guru pertama n utama dlm hidupnya. Dkmb bu marinta. Smoga manfaat ya..✅

*

7⃣ Pertanyaan lanjutan:
Bu vivi, apakah sebaiknya orang tua memperlakukan anak tsb seperti usia 8 tahun agar terasah ketrampilan, dll atau mengikuti si anak yg masih manja?

7⃣
Jika ortu mengikuti anak yang manja bgm anak memodelling perilaku kemandirian?
Jadi latih anak untuk mandiri sesuai tahapan usianya dengan melakukan kegiatan bersih diri dan lingkungan, beri tau anak cara melakukannya, dampingi anak sambil diamati lalu berikan kepercayaan anak utk melakukannya sendiri, jadi bukan memerintah atau menyuruh ya bu.

Melalui grup wa ini saya mengajak ibu2 semua untuk membaca buku2 psikologi dan ensiklopedia yg dpt menambah ilmu pengetahuan ibu2 shg dpt dipraktekkan pada anak dan siswa. Kdg mmg diskusi apalagi jarak jauh krg mampu menjawab scr detil.. dmkn ya bu smoga slalu semangat belajar..✅

***
Penutup

Alhamdulillahirrabbil alamiin.,.terima kasih atas atensi dan semangat belajar ibu2 hsmn grup 2, mhn maaf jika ada yg kurang berkenan dan kurang puas dg jawaban saya.

KESIMPULAN
Baik saya simpulkan ya diskusi siang sampai sore hari ini.

Setiap manusia merupakan produk ciptaan Allah SWT yang Maha Sempurna shg manusia tak berhak menilai ABK adalah anak cacat.

Semestinya setiap sekolah formal maupun non formal memiliki landasan filosofi inklusi bukan sekedar label sekolah inklusi, artinya filosofi inklusi yakni sekolah yg menerapkan pendidikan yang berkemanusiaan dan berkeadilan.

Setiap anak memiliki hak yang sama dalam hal pendidikan tmsk ABK. Tugas kita adalah segera mendeteksi kondisi dan kebutuhan anak kita dg mengacu pd panduan tahapan perkembangan anak dan berkonsultasi ke psikolog yg berkompeten.

Memilih sekolah dg filosofi inklusi shg dpt bekerjasama dg pihak sekolah dan guru dlm merancanga program pembelajaran yg tepat dlm perkembangan kualitas hidup anak.

Demikin yg dpt saya sampaikan. Wassalamu’alaikum wr wb.

Share on Google+0Share on Facebook0Tweet about this on Twitter0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *