Browse By

SEBUAH RENUNGAN UNTUK HOMESCHOLLER (BAG.1)

Sebuah renungan

Bagian 1

Pernahkah kita renungkan bahwa pendidikan sejatinya bukanlah pabrik yang ditarget untuk mengeluarkan produk dengan kualifikasi tertentu yang identik, seragam, dan sewarna? Pendidikan adalah sebuah proses dimana manusia seharusnya menjadi lebih mulia. Apabila kita simpulkan: bahagia di dunia dan selamat di akhirat.

Sebuah proses yang menyenangkan dan berkesan seharusnya dihadirkan untuk mencetak seorang ahli yang kini dalam pengasuhan kita: anak.
Rumah boleh masih mengontrak, pakaian boleh sederhana, makanan kadang tidak memenuhi standar gizi, tapi pengetahuan, terutama ilmu agama, adalah hak asasi anak yang wajib dipenuhi.

Jika sistem pendidikan formal belum memberi kepuasan terhadap harapan anak untuk mendapatkan pengetahuan, maka homeschooling bisa menjadi alternatif pilihannya.

Sistem pendidikan ini memberi peluang luas bagi ananda dan juga orangtua untuk mengembangkan diri, memilih akses terbaik untuk memenuhi kebutuhannya pada pengetahuan sesuai gaya masing-masing.

Informasi mengenai homeschooling masih sangat terbatas di masyarakat. Sehingga banyak yang beranggapan homeschooling adalah sistem yang absurd karena tanpa sistem penilaian. Sebenarnya pendapat ini bisa benar, bisa juga tidak.

Mengapa?
Karena standar tiap orangtua mungkin berbeda. Akan tetapi, potensi perbedaan inilah yang membuat setiap rumah menjadi istimewa.

Mengapa homeschooling layak dipertimbangkan?
1. Interaksi orangtua dan anak lebih intensif.
2. Anak lebih menguasai kompetensi.
3. Kegiatan dan waktu belajar fleksibel.
4. Kesempatan sosialisasi lebih luas.
5. Belajar dari pengalaman.
6. Pengawasan lebih efektif.

Ketika belajar menjadi lebih menyenangkan dan berkesan, mungkin itulah salah satu gambaran dari pengalaman yang akan anak dapatkan.

🚩🚩🚩🚩🚩🚩🚩
Bagaimana kurikulumnya?
Bagaimana memilih jenis homeschooling-nya?

Nantikan di tulisan berikutnya ya daaan akan ada kejutan untuk ibunda hebat yang tergabung dalam komunitas Homeschooling Muslim Nusantara.
Apa itu?
Sabar dulu ya…

Dyah Wulandhari, Kadiv. Pendidikan Yayasan Generasi Juara

Share on Google+0Share on Facebook0Tweet about this on Twitter0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *