Browse By

Menepis Keraguan untuk Homeschooling

Ada beberapa keraguan yang biasa dirasakan orang tua ketika ingin menmilih Homeschooling untuk anaknya, diantaranya:

• Keraguan Pertama : “Aku tidak bisa menghadapi anak !”
Jawaban : Kala Anda memutuskan untuk menikah, apakah tidak terpikirkan akan memiliki anak ? Mempelajari keterampilan mengasuh dan mendidik anak adalah konsekwensi yang harus Anda pikul dari keputusan yang Anda ambil itu. Anda harus bersemangat mempelajari keterampilan yang sangat penting, yakni keterampilan mendidik anak. Banyak wanita khawatir penampilannya tidak lagi menarik di hadapan suami lalu berusaha keras dengan berbagai cara. Tapi amat sedikit yang khawatir kalau penampilannya tidak lagi menarik dihadapan anak-anaknya sehingga tidak melakukan apapun untuk mereka.

• Keraguan kedua : “Aku bukan ustadz !”
Jawaban : Ini sudah dijelaskan, bahwa materi pelajaran inti yang wajib diajarkan kepada anak usia s/d 13 tahun (usia ibtidaiyyah) adalah apa yang juga wajib (fardhu ‘ain) diketahui setiap muslim dan muslimah. Maka tidak ada alasan untuk menghindari kewajiban mempelajarinya, walaupun sekiranya kita tidak memiliki anak. Apalagi jika kita memiliki anak. Anda bisa bertanya pada diri sendiri :
“Apakah kalau aku tidak ber-HS, aku bebas dari kewajiban mempelajarinya ?”.

• Keraguan ketiga : Seorang ibu barangkali berkata : “Kalau aku secara total harus mengurus anak, bagaimana aku bisa mengembangkan diri ?”
Jawaban : Saya ingin menepis keraguan ini dengan menukil beberapa kalimat yang ditulis seorang wanita barat :
“Dalam budaya Barat, terbebas dari tanggung jawab mengasuh anak seringkali dipandang sebagai cara terbaik dan satu-satunya cara bagi seorang ibu untuk mengembangkan diri. Saya tidak setuju sama sekali dengan pandangan seperti itu.Waktu yang saya habiskan di rumah, bermain dan belajar bersama anak-anak, adalah masa paling produktif dalam hidup saya. Saya serius!”. (Marty Layne, Ibuku Guruku, hal. 26) Selanjutnya dia berkata di hal. 364 : “Sebenarnya hanya dengan benar-benar merawat dan mengasuh anaklah kita belajar bagaimana menjadi ibu.” .Lanjutnya lagi, masih di hal. 364 : “Mari kita lihat sebagian cara untuk mengembangkan kehidupan yang tidak mengharuskan pemisahan dari anak-anak kita.”
Kemudian dia memberikan contoh : membaca, merajut, membuat karya tulis atau berolah raga ringan !

Ditulis oleh Maya Dwilestari, Praktisi HS

Share on Google+0Share on Facebook0Tweet about this on Twitter0

One thought on “Menepis Keraguan untuk Homeschooling”

  1. Nurul laily mufida says:

    Saya cari hsmn surabaya di internet susah sekali,pernah nanya ke instagram dan facebook tidak dibalas. Apakah anda punya informasinya?saya tertarik dengan hsmn wlo blm punya anak

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *