Browse By

Legalitas HomeSchooling (Kulwap HSMN Medan)

πŸ‚πŸƒ Resume Kulwap – Hsmn Medan πŸƒπŸ‚

γ€°γ€°γ€°γ€°γ€°γ€°γ€°γ€°γ€°γ€°γ€°γ€°γ€°

πŸ“† Hari / Tanggal: Rabu / 21 September 2016
⏰ Jam: 15.30-18.00
πŸ‘© Narsum: Ibu Ida Nur’aini
πŸ“‹ Tema: Legalitas HomeSchooling

πŸ‘© Moderator: Mbak Anya
πŸ“ Notulen: Lucy
πŸ“± Whatsapp Group Hsmn Medan

γ€°γ€°γ€°γ€°γ€°γ€°γ€°γ€°γ€°γ€°γ€°γ€°γ€°

Biodata Narsum:

🌸🌸 Curriculum Vitae 🌸🌸

πŸ”»Nama: Ida Nur’aini Noviyanti
πŸ”»Alamat: Chungli, Taiwan
πŸ”»Status: Menikah, 3 anak usia 14, 11 dan 7, Insya Allah mau bertambah 1 lagi, hamil 7 bulan

πŸ”»Pendidikan: S1 komunikasi, S2 Kurikulum, S2 Komunikasi, S2 Manajemen Bisnis, S2 Hukum Bisnis, S3 Manajemen Bisnis

πŸ”»Aktifitas: IRT, Pembina YGJ, Divisi Akademik PKBM PPI Taiwan, Tutor ut Taiwan, Konsuler Pernikahan dan Perceraian

πŸ”»Motto Hidup: Istiqomah dan Bermanfaat

γ€°γ€°γ€°γ€°γ€°γ€°γ€°γ€°γ€°γ€°γ€°γ€°γ€°

πŸ“• Prolog:

Pilihan HS adalah pilihan anti mainstream namun kebutuhan ijasah merupakan hak anak yg sdh seharusnya difasilitasi oleh orangtua. Nah jangan sampai pemenuhan hak anak atas ijasah mengabaikan syariat agama. Krn ternyata ada beberapa pelaku HS yg tdk memperhatikan syariat dalam pemenuhan ijasah ini.

🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸

πŸ“ Tanya Jawab:

1. Bunda Indria
– Saat usia anak sudah memasuki usia sekolah, apakah kita sbgi orgtua bertanya dulu kpd anak mau sekolah biasa atau di rmh.
– Persiapan apa yg plg mutlak bg org tua utk menghomeschoolingkan anak.
Terimah kasih sebelumnya bu ida

βœ… Jawab:
Bunda indria..
– Baiknya melakukan komunikasi dg anak mengenai pilihannya utk bersekolah di rumah atau sekolah formal. Namun anak tidak dapat memutuskan jika anak tdk diberi kesempatan utk melakukan uji coba di sekolah formal. Saran sy ajak anak dan berikan pilihan utk mengikuti kelas trial di beberapa sekolah.

– Persiapan mutlak adalah visi misi keluarga, nantinya keluarga mau spt apa dan anak2 ingin spt apa. Libatkan anak dalam diskusi visi misi keluarga, tanya k anak mengenai mimpi dan harapan akan masa depan shg keputusan HS merupakan keputusan bersama ortu dgn anak bukan keputusan sepihak dari ortu saja.

2. Bunda Afita
Mnyambung prtnyaan bunda indria..
Jikalau anak yg sdh H’s ingin kembali ke sekolah formal..Tp kan ortu tdk buat rapor..Bagaimana mnyiasati Hal ITU.. Misalkan anak Akhirnya keukeh minta sekolah..
Dan usia sdh masuk di usia kls Dua sd.

βœ… Jawab:
Bunda afita..jika anak tadinya tdk sekolah di usia sd dan mau masuk sekolah maka anak harus mendapatkan ijasah sd dengan ikut paket a baru kemudian bisa masuk sekolah di jenjang smp. Kalau tiba2 ingin masuk sekolah di usia setara kelas 2 atau 3, dstnya maka anak harus mau menerima resiko masuk kelas 1 meski usianya 9th.

Karena di indonesia blm ada lembaga assessment utk usia sekolah dimana anak bisa ikut tes penempatan kelas dan diketahui kemampuannya baik scara akademis maupun kompetensinya.

3. Ayah Dian
– Ijin bertanya.. apakah orang tua pelaku hs itu harus juga melaksanakan ujian tingkat terhadap anaknya.. misal di usia anak mau menginjak kelas 2 SD (jika Disetarakan disekolah) dia harus melewati ujian kelas 1 (sesuai kurikulum SD)? karena pemahaman saya sampai saat ini apabila nanti anak mau mendapatkan ijasah paket A maka dia akan menghadapi soal ujian sesuai mata pelajaran yang seharusnya ia sudah kuasai.

– Dalam menyusun kurikulum pembelajaran apakah orangtua harus mengadopt kurikulum sekolah formal?

βœ… Jawab:
Wah keren nih ada pertanyaan dari ayh..sy coba jawab y..

– Ketika hs tdk ada ujian tingkat seperti di sekolah formal, target pencapaian disesuaikan di masing2 keluarga dan kesepakatan dengan anak. Untuk ujian tingkat seperti sekolah formal dapat dilakukan oleh anak HS jika anak HS mengambil ijasah paket kesetaraan dan itupun baru dimulai di usia 11th. Yg berwenang membuat rapor itu adalah lembaga yg terdaftar d diknas.

– Kurikulum boleh mengadopsi kurnas namun tdk wajib, kalau di keluarga sy, kurnas baru diberlakukan ketika anak usia 9th. Yang terpenting adalah akidah dan adab.βœ…

4. Bunda Sisca
Assalamualaikum bu ida…terimakasih atas kesempatannya. Saat ini putra saya kelas 2 SD. Sy melihat sbnrnya ia cukup “tertekan” dgn banyaknya kewajiban dan materi di sekolah dan kami sempat berfikir untuk meng-HS kan putra kami.suatu ketika sy bertanya pdnya lebih suka mana dia belajar dirumah dgn saya atau disekolah.ia jawab “dirumah,krn klo disekolah segala sesuatu diburu2 oleh guru(pakai timer).
Saya tanya lagi “apa yg kamu suka dari bersekolah” putra sy menjawab “bertemu teman2 yg banyak”. Kondisi ini membingungkan kami atas pilihan ke depannya bu. Shg beberapa kali kami meliburkan anak kami sekolah utk mengikuti kegiatan luar yg menyenangkan seperti field trip dsb..

Pertanyaan sy bu Tepatkah yg kami lakukan? Dan apakah dgn meliburkan anak di weekdays sekolahan bs menimbulkan kebingungan pd anak thd kami(inkonsistensi org tua thd disiplin sekolah)…
terimakasih atas jawabannya bu ida.

βœ… Jawab:
Bunda siska yg baik..ada beberapa anak yg tetap ingin bersekolah krn alasan agar sering bertemu dg teman2nya. Saat memutuskan HS, anak bisa tetap bertemu dg teman2nya jika anak tersebut belajarnya tdk hanya di dalam rumah namun dengan bergabung pada klub2 kegiatan spt bergabung dengan klub hsmn medan. Meliburkan anak saat weekday boleh saja namun bukan dengan alasan menghindari pelajaran yg anak tdk suka atau tdk mau ikut ulangan karena anak tdk siap dg ulangan tsb. Kalau itu alasannya, anak akan tumbuh menjadi anak yg menghindari masalah. Misal hari senin ada ulangan, anak diminta ikut ulangan di kelas, nah selasa atau rabu saat tdk ulangan, ijin tdk masuk krn akan ada acara fieldtrip dg klub. Itu pernah saya lakukan dg anak pertama sy, awal2 sy memulai HS.

–> Boleh sedikit lagi bu??πŸ˜πŸ™ indikator bahwa anak kita siap lahir batin buat HS apa ya bu(agar saat kami melakukannya tidak sepihak krn “keinginan kami sbg ortu”).Jzklh bu..

βœ…
Baik bu siska..siap lahir bathin..kalau mnrt sy, siap lahir bathin ketika anak tdk bersekolah dia berinisiatif utk belajar sesuatu tanpa diminta. Itupun terus berproses dan akan ada masanya naik turun. Tugas ortu menjaga dan mendampingi anak utk konsisten.

5. Bunda Dewi W
Salam kenal,bu Ida. 😊
Jika ingin mengikuti kurnas, rujukannya kan jelas ya, bu. Jika tidak mengikuti kurnas, adakah referensi buku2 yg berisi berbagai contoh kurikulum HS khususnya HS Islami,bu? Sehingga saya dan suami yg merupakan “produk” sekolah formal memiliki gambaran utuh mengenai dunia HS,utk kemudian mampu menyusun kurikulum sesuai visi misi keluarga dan menjaga agar tetap on the right track. Terima kasih sebelumnya,bu.

βœ…
Bunda dewi yang baik..kalau kami memakai buku2 yg dipakai utk mengajar d madrasah ibtidaiyah dan tsanawiyah ditambah dg buku2 cerita dan ensiklopedi dari penerbit islam.

6. Bunda Nurul
assalammualikum…
apakah ada kendala dari ank hs apabila ingin mengikuti ujian masuk perguruan tinggi?
atau secara garis besar ank hs sudah punya pilihan utk masa depanny kelak tanpa ijazah? atau homeschooling sudah mempunyai ijazah untuk setiap anak yg sudah mengikuti hs?

βœ…
Baik sy jawab y..
Bunda nurul…jika anak hs ingin ikut umptn maka tahapan yg harus ditempuh adalah dengan mengikuti ujian paket kesetaraan paket A setara SD, paket B setara SMP, paket C setara SMA. Ijasah tersebut diterima di semua PTN/PTS karena dijamin dalam UU Sisdiknas.

Pilihan masa depan anak HS tergantung pada anaknya, jika anak mau jadi pengusaha tentunya tdk perlu memiliki ijasah. Jika anak mau mendalami 1 bidang hingga ahli sesuai kompetensinya bisa ikut ujian kompetensi internasional krn klo ujian kompetensi nasional, syaratnya tetap membutuhkan ijasah. Anak HS tetap harus mengikuti ujian paket kesetaraan utk mendapatkan ijasah.

7. Aba Zitsan
– Tahapan atau persiapan apakah yg hrs di lalui jika anak akan mengikuti ujin kesetaraan setingkat sd..
Atau apakah tahapan2 tsb bisa di skip. Dlm arti di rahpel ktika anak usia setara smu?

– Apakah perguruan tinggi di indonesia sdh bisa menerima anak yg melalui jalur hs. Atau ada ujin tertentu? Atau utk sekolah2 diluar sdh bisa menerima anak2 yg dr jalir informal? Tks

βœ…
– Tahapan yg harus diikuti seperti yg sdh sy jelaskan sebelumnya anak mengikuti paket kesetaraan bisa melalui PKBM atau Sekolah Rumah Komunitas. Nah nantinya YGJ akan membuka kelas belajar online di bulan November. Anak2 HS bisa ikut kelas belajar online utk persiapan mengikuti ujian paket kesetaraan. Untuk paket A minimal usia ikut ujian adalah 11 th, sehingga persiapan bisa dimulai sejak anak usia 10th. Persiapan 1 th sebelum ujian. Kemudian 2 th berikutnya lanjut persiapan ujian paket b, 2 tahun berikutnya paket c. Jarak ujian dari paket A k paket B dipersyaratkan 3 tahun. Artinya jika lulus paket A tahun 2016 maka ujian paket B tahun 2019. Namun persiapan dimulai sejak 2018. Untuk ujian tdk bisa dirapel ketika setara usia smu krn ada aturan dari diknas yg mengatur hal tersebut.

– Semua PTN/PTS secara UU Sisdiknas wajib menerima lulusan paket kesetaraan tentunya dengan mengikuti ujian saringan spt lulusan dari sekolah formal. Sekolah2 di luar negeri menerima anak2 dari jalur informal dengan menambahkan portofolio, ijasah diterjemahkan tersumpah dalam bahasa negara yg menjadi tujuan dan anak memiliki ijasah bahasa internasional. Misal kalau di US dilengkapi dengan SAT, Toefl ibt, GMAT/GRE. Di negara eropa ielts internasional, cambridge minimal O level.

8. Bunda Devi
Asslkm.bu Ida.. saya mau bertanya:

Materi belajar anak2 HS usia SD apakah berdasarkan minat dan bakat si anak bu? Klo iya, berarti tidak semua materi yg hrs d pelajari. Nah bagaimana cara mendalami materi belajar si anak ketika orang tua tidak menguasai bidang tersebut? Apakah ortu mencari sumber berdasarkan keingintahuan anak, ataukah belajar secara sistematis utk materi yg diminatinya bu?

βœ…
Waalaikumsalam bunda devi yang baik..materi belajar anak HS kalau utk keluarga sy mengikuti keingintahuan anak sehingga tiap anak akan belajar materi yg berbeda tapi tetap ada materi yg sama yakni mengkaji ayat Al Quran, murojaah, adab, membaca buku dan ketrampilan hidup. Sisanya anak punya me time belajar materi yg diminati. Materi dari kurnas baru dipelajari ketika anak mendekati persiapan ujian paket.

🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸

⏩ Penutup:
Baik ayah dan bunda shalihah demikianlah kulwap kita kali ini yg membahas ttg serba serbi hs dan sekelumit ttg ujian kesetaraan.. semoga ada manfaatnya.. Jazakumullah kepada ayah dan bunda atas partisipasinya.. mohon maaf bila byk kekurangan. Kita tutup saja kulwap kali ini dgembaca hamdallah dan doa kifaratul majelis

Baik ayah bunda. Sampai jumpa pada kulwap2 berikutmya yg tak kalah seru dan menarik bahasannya..

Asslamualaikum wr wb
HORAS ✊✊

Share on Google+0Share on Facebook0Tweet about this on Twitter0

One thought on “Legalitas HomeSchooling (Kulwap HSMN Medan)”

  1. Lia fitriana says:

    Bagaimana caranya agar saya bisa bergabung di kulwap whatsapp admin?
    Karena jujur,saya tertarik dengan hs, namun masih belum paham benar tentang hs.
    Anak saya 14bln, namun masalah pendidikan sudah mulai saya pikirkan dari sekarang.
    Mohon balasannya,terima kasih

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *