Browse By

Peran orang tua dalam menyusun aktivitas dan kurikulum HS (Kulwap HSMN Kalimantan)

Revisi
🍃🌸 *Notulensi Kulwap Group HSMN Kalimantan* 🌸🍃
📆 Hari/tanggal : Jum’at/2 September 2016
⏰ Waktu : 20.00-22.00 WIB
📋 Nara sumber : Dyah Wulandhari
📜 Tema: *Peran orang tua dalam menyusun aktivitas dan kurikulum HSMN*

🎤 Moderator : Yurin
📝 Notulen : Fadila Bahabazy

🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸

📚 *Materi* 📚

ادْعُ إِلَىٰ سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ ۖ وَجَادِلْهُمْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ ۚ إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعْلَمُ بِمَنْ ضَلَّ عَنْ سَبِيلِهِ ۖ وَهُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِينَ

Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.
An Nahl ayat 125

Sesungguhnya Allah telah banyak memberikan panduan utk kita, para orang tua dalam memahami tugas besar sebagai orang tua.

Perhatikan dialog Lukman dg anaknya dan bagaimana Allah memberi tarbiyah langsung kepada Ibrahim as dalam menjalankan amanah sebagai Abul Anbiya

Silahkan buka percakapan antara Lukman dg putranya dan perhatikan kisah nabi Ibrahim dalam al quran.

Disini kita akan mengulas peran penting orang tua dalam pendidikan anak.
Karena ternyata pertama kali yg harus kita perbaiki adalah dari mindset.

Masih banyak diantara kita yg menganggap bahwa sekolah adalah belajar. Dan dg anak pergi ke sekolah dan kita membayarkan uang sekian banyak maka tunai tugas besar itu.

Tugas dalam pendidikan anak sejatinya ada 2, yaitu:

1. Mengarahkan anak dari perilaku buruk menjadi lebih baik
2. Mentransfer ilmu pengetahuan

Dalam filosofi pendidikan, visi nya adalah mengubah perilaku. Ada perbaikan antara sebelum dia belajar dg setelah dia belajar.

Namun visi ini semakin tereduksi. Anak bertahun-tahun pergi ke sekolah tapi tidak ada perubahan pada perilaku buruk nya.
Dan malahan ada orang tua yg kemudian dg mudah seperti cuci tangan dari tugas besar itu dg mengatakan, “saya sdh memasukkan anak ke sekolah yg bagus, bayar mahal tapi kenapa sikap nya tetap seperti ini?”

Sehingga seorang pemerhati pendidikan, Ivan Illich (bukan muslim lho) menganggap bahwa deschooling lbh baik utk kondisi saat ini.

Kembali kan anak ke rumah dan didik budi pekerti langsung oleh ayah bunda nya.

Visi pendidikan sesungguhnya jelas, bagaimana mengubah perilaku buruk menjadi lebih baik.

Tapi cita-cita pendidikan Islam jauh lbh tinggi lagi, yaitu mendorong setiap insan mengenal siapa dirinya dan siapa Rabb nya
Visi pendidikan ini HARUS ada dalam setiap keluarga.

GBHP (garis besar haluan pendidikan) ini disusun kerangkanya oleh ayah dan dieksekusi misinya oleh bunda.

Sehingga kalau sampai pemahaman kita pd hal ini, maka ga ada lg ayah bunda yg bingung dg pertanyaan bagaimana cara mengajar anak?

Kenapa?

Karena ga usah dg gaya KBM di kelas. Cukuplah akhlaq yg baik dalam interaksi sehari2 menjadi pengantar materi pendidikan di rumah tangga muslim kita.

Setelah kita membuat visi pendidikan anak, kita melangkah utk menentukan pilihan pendidikan anak, kurikulum yg akan kita terapkan, budgeting dan kebutuhan media belajar.

_contoh skema_
🍓 Skema kurikulum🍓
Harapan atau target yg ingin terinstal di diri anak ▶ kurikulum ▶ tujuan pembelajaran ▶ buku referensi ▶ materi ▶ media ▶ aktivitas harian

Utk materi yg disampaikan disesuaikan dg urutan di daftar isi aja. Jadi ga tulis ulang.

Kadang ada buku2 lain yg ikut jadi referensi utk menguatkan materi yg dipelajari hari itu.

🍓 jadwal belajar official🍓
09.00-11.30 materi + bebikinan
11.30-12.30 makan siang + shalat
12.30-14.30 aktivitas fisik (baca: main)
14.30-16.00 snacking, mandi dll
Rentang waktu 16.00-18.00 review pelajaran tadi pagi

📚 *Selayang Pandang* 📚

Salah satu peran elementer orang tua adalah empowering. Orang tua mendesain pendidikan anak yg akan mengantarkan seluruh anggota keluarga mencapai visi hidup mulia di dunia dan selamat di akhirat.

Orang tua dalam hal ini memilih, menentukan dan membuat blue print ttg good value, soft skill dan hard skill yg harus dimiliki anak. Karena kita menginginkan mereka memiliki kontribusi positif bagi peradaban.

Jika dalam keluarga kita, sudah sampai pembahasan mengenai ini..insyaaallah parenting bukan sekedar wacana di atas panggung-panggung seminar yg rajin kita ikuti. Tapi menjadi ruh yg menggerakkan dan memberdayakan seluruh potensi keluarga kita.

📚 *DISKUSI* 📚

📍Tanya📍
0⃣1⃣
1. Jadwal aktivitas & kurikulum HS itu bisa diterapkan mulai anak usia brp?

2. Saya masih awam banget tntang HS. Masih maju-mundur antara pilih HS atau memasukkan anak ke Play Group karena masih bingung aktivitas apa saja yang bisa diterapkan. Di mana bisa kita peroleh contoh jadwal aktivitas dan kurikulum HS?

Terima kasih atas penjelasannya 😊

Nia-Banjarmasin

🔑 *Jawab* 🔑
Utk bahan informasi, mgkn bunda bisa main ke https://sabumibdg.wordpress.com/2016/04/09/mitos-seputar-homeschooling-910/

Homeschooling itu kl menurut standar diknas, utk anak usia sekolah. Jadi mulai usia 7 tahun

Adapun anak usia dini, jika kita mengikuti tuntunan Islam memang full menjadi tanggung jawab orang tua.

Disebut tarbiyatul aulad.

Dan homeschooling sejatinya bukan memindahkan sekolah ke rumah ya..
Homeschooling adalah pilihan pendidikan anak sesuai dg goal yg ingin dicapai keluarga tsb

Dimana metode, media belajar, aktivitas nya semua harus dibuat menyenangkan.

Karena target utama bukan hanya transfer knowledge saja tapi kita mendorong anak menjadi pecinta ilmu.

Dan target utama setiap keluarga bisa jadi berbeda. Karena formula yg bekerja di keluarga HS A blm tentu bekerja di keluarga B.

Sebetulnya kuncinya jadilah pelaku agar kita menemukan “AHA!!” nya dalam homeschooling ini

📍Tanya 📍
0⃣2⃣
mau tanya mengenai skema kurikulum,
apakah ada blog atau website atau fanpage yang bisa difollow untuk mengetahui lebih detail mengenai penjelasan tiap poin pada skema kurikulum??? Atau bunda merekomendasikan buku tertentu sbg panduan dalam menyusun skema kurikulum???

atas jawabannya jazaakillahu khoiron

Astri-Sangatta

🔑 *Jawab*🔑
Seperti yg saya sampaikan sebelumnya, bahwa yg akan kita masukkan ke dalam kurikulum adalah yg kita mau terinstal di diri anak.

Tak perlu risau dg canggihnya keluarga lain bikin kurikulum.

Di blog yg td saya kasih, ada banyak informasi mengenai HS. Insyaaallah.

✏ _tambahan_✏
Buku ttg HS muslim blm ada kayanya..
Rata2 msh yg umum.
Main aja dl ke link yg td saya kasih ya bun..

Dan mohon doanya semoga HSMN bisa punya buku panduan HS muslim

📍Tanya📍
0⃣3⃣
Bismillah..
Sejak usia brp kita mulai memberikan disiplin waktu aturan pelajaran kepada anak kita?

Fadila-Berau

🔑 *Jawab* 🔑
Kalau yg saya alami sendiri, anak2 akan memberi signal kl mereka udah siap dg target baru dlm belajar.

Cirinya apa?

Mereka tidak terbebani.
Ga pake ngamuk saat kita ajak belajar. Bisa dicoba, Kl di rumah Uthara, disiplin waktu dimulai dg pembiasaan waktu shalat.

Ketika anak bisa diajak kerjasama urusan shalat ini, insyaaallah nanti kita bisa bikin target disiplin waktu belajar.

Tadinya di rumah Uthara ga pake jadwal, random.

Tapi jadinya capeeeee bgt.
Karena semangat belajar putra sulung saya sangat tinggi, sering saya ga sempet makan siang. Beliau minta ini itu.

Akhirnya kami (saya dan abinya) memutuskan, umar sudah saatnya pake jadwal, Kl ga salah mulai usia 4 tahun mulai terjadwal.

📍Tanya 📍
0⃣4⃣
1.Bagaimana menyesuaikan kurikulum yg telah qt susun dengan mood dan kemauan anak utk belajar
2.Bagaimana mengkondisikan anak jika dia sedang tidak mau mengikuti jadwal dan kurikulum?
3.Bagaimana sih teh contoh kurikulum dagang itu bagi anak?khusus nya usai HS 7th+

Ummu haura-Balikpapan

🔑 *Jawab* 🔑
1. Lebih tepatnya adalah bagaimana kita menyesuaikan metode pembelajaran dg gaya belajar anak.
Sehingga belajar menjadi lebih menarik dan memberi pengalaman positif utk anak.
Bukan paksaan

2. Prinsip belajar HS itu bebas dan tidak terikat.
Dimana pun, kapan pun. Basisnya adalah belajar sepanjang hayat.
Mgkn kitanya juga harus berdamai dg ambisi.
Bahwa ketika anak ga ngikutin alur pembelajaran hari itu, bukan berarti anak ga belajar kan.
Tapi mgkn beliau lbh tertarik pd tema lain.

3. Mulai pelajari sirah nabawy, ada bagian Rasulullah saw berniaga. Ajari anak ttg adab jual beli, syariat nya dan janji Allah bagi para pedagang yg jujur ^^

Bisnis bukan sekedar ttg jual beli, Tapi syurga neraka

🚪 *Penutup* 🚪
Mendidik anak adalah kerja jangka panjang..
Bagaimana kita as parents menyatukan cita2 bahagia di dunia dan visi sukses bisa berkumpul kembali di syurga Nya..

Masing-masing dikaruniai Allah ujian.. Sebagai sarana membina dan melejitkan potensi keluarga itu sendiri..

Ingat utk selalu fokus pada tujuan akhir : ridha Allah
Jangan mengukur kaki kita dengan sepatu orang lain..

Stimulan, pilihan pendidikan, proses pengasuhan.. Semua itu akan dimintai pertanggung jawaban..
Karena bukan tetiba kita jadi orang tua.. Bukankah dahulu kita yg selalu berdoa utk kehadiran anak-anak ini?

Fokus pada ridha Allah..
Jangan tergoda melihat orang lain yg sudah begini begitu..
Karena setiap kita hanya akan dihisab sesuai dg apa yg diupayakan nya..

🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸

〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰
🔅🔆🔅🔆hsmn🔆🔅🔆🔅
〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰
👥facebook.com/hsmuslimnusantara
👥FB: HSMuslimNusantara pusat
📷 instagram: @hsmuslimnusantara
🐤 twitter: @hs_muslim_n
🌐 web: hsmuslimnusantara.org

Share on Google+0Share on Facebook0Tweet about this on Twitter0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *