Browse By

Sebuah Renungan (bag.3)

#homeschoolingmuslim

๐ŸŒŸBagian 3๐ŸŒŸ๐ŸŒŸ

Apa yang berbeda dari homeschooling?

Oleh:
๐ŸŒบ Dyah Wulandhari, Kadiv. Pendidikan Yayasan Generasi Juara ๐ŸŒบ

Memilih homeschooling merupakan suatu kritik membangun sarat gagasan bagi ketidakefektifan dan ketidakefisienan SEBAGIAN besar proses belajar di sekolah.
Mengapa? Karena anak yang pergi sekolah tidak identik dengan BELAJAR.

Kebanyakan orang menyimpulkan, homeschooling itu belajar di rumah.
Padahal makna “at home” ini lebih merujuk pada situasi belajar yang akan dialami anak.

Homeschooling menempatkan anak sebagai subjek dimana belajar adalah proses asyik penuh semangat yang kaya dengan memori indah dan akan lebih menghujamkan materi belajar ke dalam otak, bukan sekadar menumpang lewat di telinga. Belajar melibatkan semua panca indra, dimana orangtua atau guru berperan sebagai fasilitator, bukan orang yang menerangkan materi di depan kelas dengan otoritas mutlak.

Belajar sejatinya adalah menumbuhkan, mengembangkan, dan memelihara fitrah kecemerlangan insan ciptaan Allah swt agar bisa memaksimalkan seluruh potensi yang dimilikinya untuk menuju tingkat kemuliaan di sisi Rabbnya dan bermanfaat untuk sesama. Karena ia mengemban tugas kekhalifahan dan tugas besar sebagai agen kebenaran dan perubahan.

Homeschooling adalah alternatif pilihan orangtua dan anak untuk mengambil peluang seluas-luasnya dalam memenuhi kehausan akan pengetahuan.

Filosofi “at home” ini juga bermakna, mereka belajar karena kesadarannya dan kecintaannya pada ilmu pengetahuan, bukan karena terpaksa atau untuk memenuhi suatu target yang tidak ada kaitannya dengan cita-cita bahagia dunia maupun selamat di akhirat.

Share on Google+0Share on Facebook0Tweet about this on Twitter0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *