Browse By

Stimulasi Perkembangan Anak Melalui Bermain sambil Belajar (Kulwap HSMN Malang)

RESUME KULWAP HSMN MALANG RAYA
RABU, 21 SEPTEMBER 2016
πŸŒΎπŸ€πŸ•ŠπŸ‘ΆπŸ»πŸ‘ΆπŸ»πŸ‘ΆπŸ»πŸ•ŠπŸ€πŸŒΎ

πŸ“‹ *Stimulasi Perkembangan anak melalui Bermain sambil belajar*
πŸ•΄ : Julia Sarah Rangkuti
⏰ : 13.30 – 15.30 wib
πŸŽ™ : Dycka wulansari
πŸ“ : Unun Amalia

*PROFIL SINGKAT NARASUMBER*
πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’

Julia Sarah, terlahir di kota Jakarta, pada tanggal 7 Juli. Masa TK hingga SMA ia habiskan di ibu kota, kemudian ia melanjutkan studi sarjananya di Universitas Indonesia. Selama sekolah dan kuliah, ia aktif di berbagai kegiatan. Saat di kampus, ia pernah menjadi Ketua Keputrian di Lembaga Dakwah Fakultas (Formasi FIB UI), Ketua Departemen Mar-ah dan Ketua Departemen Media Center di Lembaga Dakwah Kampus (SALAM UI).

Kesukaannya pada dunia tulis-menulis membuatnya didapuk sebagai editor serta Pemimpin Umum Koran Kampus yang diterbitkan oleh SALAM UI. Minatnya yang besar pada bidang pemberdayaan sosial, menggerakannya untuk bergabung di NGO Internasional, Dompet Dhuafa. Selain itu, ketertarikannya pada dunia parenting dan anak-anak juga sempat mengantarkannya menjadi guru TK di daerah Sawangan, Depok. Ia juga kini tengah mendalami Metode Montessori dengan mengikuti program Diploma Montessori di Sunshine Teachers’training. Selain itu, ia kini merupakan siswa dari Akademi Keluarga, Parenting Nabawiyah di Depok di bawah asuhan Ust. Budi Ashari.

Kini, selain aktif menjadi full time mother bagi kedua buah hatinya, Kenzie Syafiq Arrash Rabbani (lahir pada 15 Juli 2013) dan Keysha Tsabita Arsya Rabbani (lahir pada 7 Februari 2015), Ia juga menyibukkan diri dengan menulis buku-buku berikutnya. Sarah, begitu ia akrab disapa, kini bersama suaminya-Agus Sugito, sedang menerapkan program home education untuk buah hati mereka. Ia juga mendirikan komunitas Rumah Main Anak sebagai sarana untuk mengajak para ibu di seluruh penjuru negeri agar turut berperan aktif dalam membersamai tumbuh kembang buah hatinya. Mengajak para ibu untuk berusaha optimal bermain dan belajar bersama putra-putrinya sesuai dengan tahapan tumbuh kembang anak. Buku pertamanya yang berjudul Rumah Main Anak telah sukses terbit dan hingga hari ini telah terjual sebanyak 13.000 buku, sedangkan buku Rumah Main Anak 2 telah terjual lebih dari 6.000 di bulan pertama. Do’akan semoga buku-buku selanjutnya dapat segera terbit ya, Bunda 😊

Julia Sarah dapat dihubungi di Instagram: @juliasarahrangkuti
FB: Julia Sarah Rangkuti atau melalui email: sarahkenzie.js@gmail.com

πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’

MATERI
πŸ“šπŸ“šπŸ“šπŸ“šπŸ“šπŸ“šπŸ“šπŸ“šπŸ“šπŸ“š

*Serunya Bermain Bersama Buah Hati*

Di kota Madinah, ada seorang anak kecil bernama Umair. Ia selalu bermain dengan burung pipit. Rasulullah saw menamai burung itu dengan al-nughair (anak burung pipit). Setiap kali melihat Umair, Nabi berkata, β€œWahai Umair, apa yang dilakukan oleh al-nughair?” Sampai suatu ketika Nabi melihat Umair sedang menangis. Beliau pun bertanya, β€œmengapa engkau menangis wahai Umair?” β€œYa Rasulullah, al-nughair telah mati,” jawab Umair. Maka Nabi saw duduk sejenak mengajaknya bermain. Para sahabat yang lewat melihat Rasulullah saw bermain dengan Umair. Beliau berkata pada mereka, β€œal-nughair telah mati, karenanya aku ingin menghibur Umair.” (HR Bukhari 6203)

Bunda, betapa indahnya akhlak Rasulullah saw. Beliau mengajarkan kita santunnya akhlak pada anak-anak. Sungguh hal yang luar biasa dan patutlah kiranya menjadi cermin bagi kita semua untuk meneladani sosok Beliau, bahwa MEMBERSAMAI si kecil dalam dunia bermainnya JAUH LEBIH PENTING daripada permainan itu sendiri.

Siapa di sini yang anak balitanya tidak senang bermaiiiin? Tidak ada, bukan? Semua balita pasti senang bermain. Sebab, bermain memang DUNIA mereka, Bunda.

Saat ini, banyak orangtua yang berusaha memberikan yang terbaik untuk buah hatinya, termasuk juga memberikan mainan terbaik. Sayangnya, masih banyak pula orangtua yang hanya berhenti pada titik tersebut. Anak dibelikan beragam mainan namun tidak didampingi saat memainkannya atau tidak diberikan rangsangan lebih, yang dapat menstimulasi perkembangannya. Padahal, melalui kegiatan bermain mereka, anak-anak sedang belajar banyak hal. Dan, kita sebagai orangtua pun bisa memasukkan banyak pelajaran melalui kegiatan bermain.

Bunda, pada tahap anak usia dini, anak-anak sangat peka terhadap penggunaan pancaindra untuk memahami dunia di sekitarnya. Pemberian materi pelajaran akan sangat efektif jika dilakukan secara konkret melalui berbagai alat peraga yang dapat disentuh, dilihat, dicium, didengar, ataupun dirasakan. Jadi, jangan heran Bunda jika anak bayi suka memasukkan segala benda ke dalam mulutnya, misalnya. Sebab, ia sedang memasukkan informasi tentang benda tersebut ke dalam otaknya.

Bunda, agar bermain tak hanya sekadar bermain, kita sebagai orangtua berperan penuh menjadikan kegiatan bermain anak menjadi penuh makna. Ada pembelajaran yang perlu dipahami si kecil. Ada hikmah yang perlu diantarkan ke dalam diri mungilnya. Itulah mengapa, selain anak-anak bermain bebas, orangtua juga perlu merancang kegiatan bermain anak. Jangan sampai setiap hari anak-anak kita hanya bermain gadget atau hanya bermain bola dan boneka setiap saat. Dengan menyiapkan berbagai kegiatan bermain, kita dapat menstimulasi tiap aspek perkembangan si kecil.

Tidak perlu mahal untuk bermain, Bunda. Misalnya, Bunda ingin menstimulasi motorik halus si kecil, Bunda bisa menggunakan kardus bekas, tali sepatu, dan puncher (pembolong kertas) untuk membuat anak belajar β€˜menjahit’. Jika Bunda ingin menstimulasi kemandirian anak, Bunda bisa menggunakan botol, corong, dan gelas untuk si kecil belajar menuang air. Dan banyak lagi benda-benda di rumah yang dapat dpergunakan untuk kegiatan pembelajaran si kecil dalam aktivitas bermainnya.

Apa yang kita butuhkan sebelum mengajak si kecil bermain? Tentunya ilmu perkembangan anak. Dengan mengetahui parameter perkembangan anak, kita dapat menstimulasi perkembangannya dengan lebih tepat sesuai dengan usianya. Contohnya, anak usia 2 tahun diharapkan telah mengenal warna dasar. Maka, kita dapat menstimulasinya dengan permainan matching colour dan sorting colour. Anak usia 4 tahun sudah mampu mengucapkan salam dan menjawab salam, maka kita dapat mengajaknya bermain peran dengan tema β€˜saat bertamu ke rumah nenek’, misalnya.

Lalu, apakah kita perlu merancang aktivitas harian anak? Betul, akan lebih baik jika Bunda menyiapkan minimal satu kegiatan baru untuk anak setiap harinya. Dengan menyiapkan kegiatan yang berbeda-beda, maka kesempatan untuk menstimulasi tiap aspek perkembangan anak bertambah luas.

Dari mana kita dapat mengetahui milestone ini? Bunda bisa googling atau membaca berbagai buku mengenai Child Development. Dalam buku Rumah Main Anak yang saya tulis, saya juga berusaha untuk menjawab pertanyaan para orangtua terkait perkembangan anak dengan menyertakan parameter perkembangan anak 0-6 tahun, Kuisioner Pra Skrining untuk mengetahui apakah anak kita bertumbuh dan berkembang sebagaimana mestinya, juga contoh jadwal harian bermain bersama anak. So, Bunda bisa membacanya juga di sana ☺

Bunda, sebagai seorang Muslim tentunya anak-anak kita juga berhak mendapatkan pendidikan mengenai iman, adab, akhlak, qur’an, dan hadits. Oleh sebab itu, di tengah derasnya berbagai stimulasi pengajaran untuk anak, jangan lupa juga bahwa setiap hari anak-anak kita membutuhkan stimulasi (makanan) untuk “ruh”nya. Tetap semangat menyemai iman dalam diri anak kita =)

Selanjutnya, kita diskusi saja yuk Bunda-Bunda pembelajar hebat ^^

Semangat Bermain!
@juliasarahrangkuti

πŸŒΎπŸ€πŸŒΉπŸŒΈ *SESI DISKUSI TANYA JAWAB* πŸŒΈπŸŒΉπŸ€πŸŒΎ

πŸ„ *Pertanyaan 1* πŸ„
Nama : Ayu ertika sari
HSMN : JATIM 2 malang
Anak :
– izzahuddin abdullah 6,5 th ( L )
– Fathimah salsabila 2,5 th ( P )

Pertanyaan :
Assalamualaikum. Bunda julia yg semoga selalu dlm rahmat Nya, sy mau tanya.
Belajar yg spt apa yg bisa atau boleh dipakai sambil bermain ?
Misal : menghafal alquran , cara belajar sambil bermain yg Bgm kalo spt itu ?
Terimakasih..

🌺 *Jawaban* 🌺
Wa’alaikumsalam wr wb
Dears Bunda Ayu, yg saya maksudkan pd tulisan saya ialah bermain sambil belajar. Saat bermain anak mendapatkan juga “hikmah yg tersembunyi”/pembelajaran yg belum tentu ia ketahui jika tdk dibimbing irangtuanya.

Terkait belajar, baiknya tidak sambil bermain. Terlebih jika usia anak sudah bukan lagi usia dini.

Utk menghafal Al-qur’an misalnya, ini masuknya belajar Bun. Tidak bisa sambil bermain. Sebab, dalam membaca maupun mempelajari Al-qur’an (terjemah, hikmah, dll) kita diharapkan memiliki adab terhadap Alqur’an tersebut.

Namun, jk sebatas memperkenalkan huruf Hijaiyah, memperkenalkan ttg sholat dll bisa sekali di-desain utk diajarkan melalui benda2 konkrit yg dikenal anak/material tambahan utk belajar, misalnya: wayang boneka, flashcard, balok, dll. Hal ini bertujuan agar materi yg ‘abstrak’ menjadi lebih mudah diserap oleh anak. Contohnya seperti bermain balok.
πŸ‘†πŸΌmengenalkan sholat adalah tiang agama. Saat itu saya mengajak Kenzie menyusun balok dr tiang2 balok. Ambil satu buah balok, maka bangunan akan runtuh.(gambar 1)

Beginilah ibarat kita mengerjakan ibadah lain, namun sholat berantakan. Maka segala amal lain akan “runtuh” 😊
πŸ‘†πŸΌcontoh lain. Material pengajaran ttg sholat berjama’ah.(gambar 2)

Saya membuat wayang dr foto2 keluarga di rumah, laki-laki dan perempuan.

Ini utk mengajarkan anak ttg susunan shaf sholat 😊

πŸ„ *Pertanyaan 2* πŸ„

Anak saya gampang bosan kalau diajak belajar alfabet, bagaimana cara mengajari anak hafal alfabet?

Ifa_hsmn malang_2,5th(putra)

🌺 *Jawaban* 🌺
Dears Bunda Ifa..

Utk saat ini saya pribadi pun belum mengenalkan huruf alfabet kepada anak saya (3y) karena masih fokus mengenalkan huruf Hijaiyah dahulu.

Namun, pengenalan huruf ini sudah bisa dimulai sejak usia 2,5y. Saya menggunakan metode Montessori utk mengenalkan anak pd huruf.
1. Pertama2, anak dikenalkan pd bunyi phonic-nya terlebih dahulu. Untuk lebih jelas apa itu phonic, Bunda bisa searching di youtube ya “phonic songs”.
2. Anak dikenalkan berbagai “games” yg berkaitan dengan huruf. Misal, I Spy Letter, bernyanyi, sambung kata, dll.
3. Kenalkan anak pd huruf dengan cara “tiga pembelajaran” (tiga huruf dulu, setelah paham 3 huruf tsb lanjutkan dgn 3 huruf lainnya, dst sampai ke-26 huruf latin dipahami anak).
4. Kenalkan anak huruf tsb dengan menggunakan media yg konkrit dan bisa disentuh anak. Misalnya, sandpaper letter (flashcard timbul dr kertas amplas), miniatur huruf, dll.(gambar 3)
5. Setelah anak mengenal semua huruf, maka anak sudah bisa mulai diajak menyusun kata.
Dst

Oia, utk pengenalan huruf pd anak disarankan huruf “kecil” dulu ya Bunda2. Huruf kapital belakangan saja…

Karena pd keseharian si kecil akan lbh banyak menggunakan huruf kecil. Huruf kapital kan digunakan pd beberapa hal saja, misal: awal kalimat, judul, dll

πŸ„ *Pertanyaan 3* πŸ„

1. Sampai batas usia berapa stimulasi perkembangan anak dapat dilakukan?
2. Tentang perkembangan anak, apakah setiap fase perkembangan itu harus dilalui secara berurutan? Jika tidak adakah dampaknya..

Erlina_HSMN Jatim 1_3 & 7 tahun (laki2)βœ…

🌺 *Jawaban* 🌺
Halo Bunda Erlina..
1. Stimulasi perkembangan anak senantiasa dapat terus kita lakukan sepanjang hayat. Namun, seiring dgn usia anak tentunya berbeda2 jenis stimulasinya. Pada anak usia dini, seperti yg kita bahas hari ini, kita bisa menggunakan berbagai media yg dot mengaktifkan sensori anak2. Pada anak usia 7y ke atas kita bisa ajak anak membuat proyek2 sederhana. Pada anak2 yg sudah usia baligh ke atas, tentunya berbeda lg, bisa dengan bedah buku bersama, diskusi, dll. Semua hal ini adalah stimulasi, namun caranya tentu berbeda2 sesuai dgn usia dan perkembngan anak 😊
2. Fase perkembangan anak sebaiknya memang berurutan Bun. Misalnya, perkembangan motorik kasar: anak2 kita akan belajar memiringkan badan terlebih dahulu, lalu tengkurap, onggong-onggong, duduk, merangkak, berdiri, berjalan, berlari, melompat, mengayuh sepeda, dst. Hal ini tentunya berurutan. Dokter anak banyak yg menyarankan meskipun anak2 yg tidak melalui fase merangkak (habis duduk langsung berdiri dan berjalan) tetap diajak untuk bermain “merangkak” sebab banyak hal yg bermanfaat dr proses tsb.

Contoh lain, anak2 yg suka lelah saat diajak menulis bisa jadi krna stimulasi motorik halusnya banyak yg terlewat. Sebelum anak2 kita bisa menggunakan pensil dengan benar, apakah ia suka kita ajak melakukan aktivitas yg dapat menguatkan otot2 jarinya? Misal: bermain playdough, jepitan, semprotan, pasir, dll?

Tiap urutan dr sebuah perkembangan memiliki manfaatnya sendiri. Sehingga, jk ada yg terlewat biasanya akan berdampak di perkembangan selanjutnya.

Semoga membantu ya bun

πŸ„ *Pertanyaan 4* πŸ„
D materi dikatakan.klo kita perlu merancang aktivitas harian anak,disana dikatakan min 1 kegiatan baru setiap hari.itu berupa ap? bermain bersama atau kegiatan yg berfungsi merangsang perkembangan anak .bgmn dgn anak yg beda usia satu msh 4 thn dan 11 thn .

Ita_hsmn malang_ 4 dan 11 th (putri)

🌺 *Jawaban* 🌺
Halo, Bunda Ita..
Idealnya memang ada kegiatan yg “berbeda” setiap harinya ya, Bun. Selain agar anak tidak bosan, juga agar anak mendapatkan hal2 yg baru terus-menerus. Kegiatannya bermain bersama anak yg bisa merangsang perkembangan anak sekaligus bisa banget Buuun =)
Contoh simpel: jalan2 ke taman, anak 4y dipinta utk mencari berbagai jenis daun. Anak 11y nanti bisa mengumpulkan daun2 tsb utk diklasifikasi.

Contoh lain, jalan2 ke pasar, anak 4y diajak utk yang melakukan pembelian. Anak 11y yang mengolahnya menjadi makanan saat sampai di rumah.

Contoh lain saat di rumah: anak 4y belajar mengenal jenis2 binatang laut. Anak usia 11 y mendefinisikan makanan hewan2 laut tsb, tempatnya di zona apa, rantai makanan, dst.

Utk anak usia 4y dan 11y bisa diajak bermain (sambil belajar) dgn tema yg sama namun tentu saja berbeda tujuan akhirnya. Anak usia 11y sudah bisa belajar hal2 yg jauh lebih kompleks sedangkan anak 4y masih yg “mudah2” dulu. Dengan demikian, saat mengajar anak pun kita perlu memyesuaikan dgn usia dan perkembangan kognitif masing2. Jangan sampai terlalu mudah (karena anak akan bosan) maupun terlalu sulit (karena anak akan gampang putus asa). Tetap semangat

πŸ„ *Pertanyaan 5* πŸ„
Nama : Rahma
HSMN : JATIM 1 kel.6
Anak :
– dhani (2.5th)

Pertanyaan :
Sebagai ibu yang terpaksa bekerja. Bermain dengan anak bisa dikatakan jarang. Bagaimana bisa tau perkembangan anak telah sesuai? Permainan apa yang bisa dilakukan untuk kami?

🌺 *Jawaban* 🌺
Dears Bunda Rahma. Tetap semangat Bun, meski working mom bukan berarti kita tak bisa membersamai anak. Sebab, peran utama kita sebelum menjadi “ibu bekerja” sejatinya ialah istri dan ibu 😘
Untuk cek perkembangan anak sudah pas atau belum, bisa cek salah satunya di web tumbuhkembang.info (ini ada juga di lampiran buku Rumah Main Anak 1). Yg lainnya bisa cek di milestone perkembangan anak di web rumahinspirasi.com

Pada ibu yg bekerja, bermain bersama anak bisa banget koook. Tak perlu menganggap bahwa bermain bersama anak hatus menggunakan material2 yg “ribet” dan “harus bikin2”. Fleksibel aja Buuun. Bersamai anak dgn kualitas waktu yg ada. Ada buku di rumah? Bunda bisa bacakan anak buku cerita. Ada boneka? Bunda bisa ajak anak bermain peran. Ada bola? Bunda bisa ajak anak bermain bola bersama2, dll. Kebersamaan kita dgn anak2 jauuuuh lebih penting drpd mainan itu sendiri. Bahkan, Bunda menemaninya sepenuh hati saat bersih2 ingin tidur, sikat gigi bersama, berwudhu, membacakan doa dan kisah2 sebelum tidur, insyaAllah itu pun sdh baik.

Yg perlu tetap diperhatikan pd ibu bekerja ialah “pendidikan anak saat kita sedang tak bersama anak2”. Pastikan Bunda menitipkan anak pd keluarga/pengasuh/daycare yg memiliki visi pendidikan yg sama dgn keluarga Bunda. Jika pengasuh/keluarga belum tahu, maka tugas Bundalah utk menginternalisasikan visi-misi serta nilai2 yg ingin ditanamkan kepada si kecil ke pengasuhnya tsb. Jangan sampai kita hanya “menitipkan” anak2 kita utk diurus kepentingan jasadnya saja (makan, pakaian, dll) namun melupakan ruhiyah dan fikriyahnya.

Tetap semangat, BundaπŸ’ͺ🏽

πŸ„ *Pertanyaan 6* πŸ„

Anak saya mudah bosan jika diajak bermain satu permainan tertentu. Jadi dlm sehari sy harus menyiapkan byk permainan. Kmdn permainan yg sama bisa diulang minimal seminggu ke depan agar tdk bosan. Bagaimana mencari ide permainan yg banyak sedangkan kami ortunya tiap hari bekerja?

Winda_HSMN Semarang_laki2 2,5 th

🌺 *Jawaban* 🌺
Halo Bunda Winda. Utk permainan kenapa mudah bosan bisa dicek lagi ya Mba, apakah terlalu mudah ataukah terlalu sulit?

Untuk mencari ide permainan saat ini mudaaaah sekali Mba. Baik dr buku, instagram, internet, pinterest sekarang sudah “membanjir” kegiatan anak. Kita tinggal ketik keywordnya saja. Misal, malam ini mau cerita kisah nabi Yunus dimakan ikan paus. Material yg ada misalnya kertas origami. Bunda bisa searching cara membuat ikan dr kertas origami.

Atau besok ingin ajak anak painting, Bunda bisa googling dgn keyword handpainting/fingerpainting.

Bahkan sains for children pun skrg banyak. Selamat menjelajah 😊

πŸ„ *Pertanyaan 7* πŸ„

Bagaimana memotivasi anak yg sering tidak tuntas menyelesaikan bermain atau belajarnya…

Risma_hsmnjatim2_anak 7y,5y,2y

🌺 *Jawaban* 🌺
Halo Bunda Risma.

Kalau saya lebih senang memotivasi anak. Misal, saat anak mengatakan “sudah Bun, capek. Atau sudah Bun susaah.”

Saya biasanya menyanyikan “Abang bisa, abang pasti bisa. Abang tak pernah berputus asa. Abang pasti biiiisaaaaa.”

Namun, jika memang anaknya tetap tidak mau, saya akan berikan bantuan sedikit demi sesikit berupa, bisa berupa clue atau mengerjakan secara bersama2.

Namun, jika anak2 benar2 sudah tidak mau. Yasudah, dicoba lain kali, hehe 😊

πŸ„ *Pertanyaan 8* πŸ„

Assalammua’laikum…sy Zulaikha. Anak 3 laki2 semua Maulana 11 thn, Angkasa 9 thn dan Atma 5 thn
Mau bertanya ttg bgm mendisiplinkan anak dari keluarga yg berbeda. Contoh di keluarga kami ada anak asuh dg didikan orangtuax tdk disiplin shg agak berat kami mendisiplinkan. Anak asuh kami 5 anak.

Zuliakha_hsmn malang

🌺 *Jawaban* 🌺
Wa’alaikumsalam wr wb

MasyaAllah..luar biasa Mba Zuliakha 😍😍

Untuk mendisiplinkan anak yg memiliki karakter berbeda2, tentunya diperlukan pula cara yg berbeda2 ya, Bun. Saya tidak bisa menyampaikan cara2nya yg tepat bagaimana, sebab tiap anak memiliki karakteristik unik yg tidak sama satu sama lainnya. Cara yg saya gunakan utk anak saya belum tentu akan cocok utk anak2 asuh Bunda. Saran saya, Bunda bisa kenali dan pelajari lagi karakter anak masing2, apa yg disuka dan tak disuka, cara belajar anak, karakteristik anak (misal: jika dimarahi malah “mental”, ada yg sukanya dinasihati, ada yg sukanya diberi saran, dll). Selain itu bisa juga Bunda membaca buku berjudul “Gantungkan cambuk di rumahmu” (Gambar 4).Buku ini berisi ilmu utk kita meluruskan anak2 saat mereka bersalah. Semoga membantu ya, bun 😊

πŸ•Š *Closing Statement dari Bunda Julia* πŸ•Š
Bunda, menjadi orangtua ialah tugas mulia bagi kita semua. Masa kanak-kanak merupakan masa emas yg tak bisa terulang kembali.

Ingin jd seperti apa anak kita nanti? Orangtualah aktor terpenting yg melukiskan karakter, sikap, pemahaman dasar pd saat mereka balita. Isilah dunia balita kita melakui ragam pelajaran melalui kegiatan bermain, sesuai dengan fitrah mereka.

So, mari kita bersama2 berusaha menjadi orangtua yg bersungguh-sungguh membentuk dan menanamkan karakter baik pd anak. Agar, saat kita meninggal nanti, ada anak soleh yg mendo’akan. Agar, tak ada generasi lemah yg kita tinggalkan..

Wallahu’alam

γ€°γ€°γ€°γ€°γ€°γ€°γ€°γ€°γ€°γ€°
πŸ”…πŸ”†πŸ”…πŸ”†hsmnπŸ”†πŸ”…πŸ”†πŸ”…
γ€°γ€°γ€°γ€°γ€°γ€°γ€°γ€°γ€°γ€°
πŸ‘₯facebook.com/hsmuslimnusantara

πŸ“· instagram: @hsmuslimnusantara

🐀 twitter: @hs_muslim_n

🌐 web: hsmuslimnusantara.org

Share on Google+0Share on Facebook0Tweet about this on Twitter0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *