Browse By

Optimalisasi HS dalam Lingkungan sekitar

Bismillahirrohmannirrohim

Assalamu’alaikum Bunda Sholihah..

Alhamdulillah semalam Rabu, 7 Desember 2016 telah terlaksana kulwap dengan Bunda *Meydiana Rahmawati* sebagai Nara sumber dan tema yang dibahas mengenai *Optimalisasi HS dalam lingkungan sekitar*

============================
*Biodata Nara Sumber*

Nama : Meydiana Rahmawati
Suami : Didik Ristanto
Anak : Alifia Afflatus Zahra (14th)
Pendidikan : S1 Teknik Kimia
Aktifitas : IRT
Domisili : Semarang
============================
*Materi Kulwap*

*Optimalisasi HS dalam Lingkungan sekitar*

Perkenalkan saya Meydiana. Ibu 1 putri.. Alifia 14th, HS kelas X, Domisili Semarang.
Alifia sekarang sedang Belajar Tahfidz Alqur’an, Tafsir Ibnu Katsir, Hadist, Mempelajari 7 bahasa Asing, Produktif Menulis ( artikel, blog, cerpen dan novel), menekuni olahraga Panahan dan Belajar Mapel Diknas kelas X.

Bagi sebagian besar masyarakat, Pendidikan Berbasis Keluarga (PBK) atau Pendidikan Rumah atau Homeschooling, adalah sebuah “model pendidikan anti mainstream”, menjadi kelompok minoritas yang dianggap aneh. Padahal secara praktis, seluruh kegiatan anak homeschooling yang berkaitan dengan pendidikan hampir sama dengan anak anak sekolah formal. Yang membedakan adalah hanya objek belajar yang secara mandiri direncanakan, dirancang dan dilaksanakan oleh keluarga, sementara para peserta didik di sekolah formal sudah di susun dan disiapkan oleh sekolah dan pemerintah.

Para keluarga PBK tentu sudah memilki Visi Misi bagi putra/i nya, sebagai Acuan dalam pelaksanaan kegiatan sehari hari agar program yang menjadi tujuan dapat tercapai sesuai harapan.

Setiap orangtua, baik sebagai orangtua PBK maupun sekolah formal, berharap dapat memberikan pendidikan yang terbaik, sehingga anak memiliki sikap sosial yang matang di masyarakat, mandiri, jujur, bertanggung jawab dan berpengetahuan luas, agar mendapat kemudahan dalam meraih kesuksesan di masa depan.

Namun, pendidikan yang lebih utama adalah pendidikan agama yang mengantar anak anak kita menjadi Generasi Rabbani. yang Bertaqwa kepada Allah SWT, mencintai Alqur’an, Hadist dan RasulNya.

Uraian di atas adalah harapan kami dan harapan semua orangtua pada umumnya… Namun tentu tidak mudah menjalaninya.

“`Kami hanya berusaha “menumbuhkan” kecintaan *Belajar* dalam setiap Ruang dan Waktu, serta memaknai semua peristiwa dengan ikhlas dan rasa syukur sebagai ujian dan anugerah.“`

Lingkungan sekitar sebagai bagian dari objek terdekat adalah ruang belajar yang sangat efektif. Secara langsung anak akan menghadapi problem solving.

Beberapa kegiatan yang dilakukan dalam lingkungan sekitar :
* Membuka kelas Fun English for kids.
* Menjadi narasumber dlm bbrp seminar atau sharing komunitas HS dan Menulis.
* Mengikuti Workshop / Seminar.
* Melakukan kegiatan social.
* Melakukan kegiatan Alam, baik sendiri maupun berkelompok.
* Mengikuti kegiatan kepemudaan di lingkungan RT RW.
*Mengikuti kajian di Majlis Taklim.
*Mengikuti perlombaan Olahraga dan Karya Sastra.
Dll.

Dengan mengikuti berbagai kegiatan yang di sukai, kita jadi memberi kesempatan berkreasi dan berkarya, kemudian anak akan menemui banyak orang dalam lintas usia dan karakter yang tentu di sana akan merasakan dan mangalami beberapa masalah atau kendala yang harus disikapi dengan baik, jika mungkin ada kesalahan, dalam bersikap dan berinteraksi, kesulitan dalam menyelesaikan suatu permasalahan, maka akan menjadi pengalaman dan pelajaran berharga yang harus dihadapi anak, sementara orangtua tidak musti serta merta membantu, sesekali memberikan arahan dan saran, lebih baik beri kesempatan utk menyelesaikan sendiri dulu, baru kemudian akan kami evaluasi untuk kedepan menjadi lebih baik.

Untuk mendukung kemampuan anak secara optimal di lingkungan sekitar, setidaknya sejak dini anak ditanamkan pendidikan Ke Imanan, sehingga anak memiliki keyakinan bahwa apa yang dilakukan dan diperbuat semata hanya karena atas ijin dan kekuasaan Allah SWT.

Wallahua’lam
============================
*Tanya Jawab*

1⃣ Bunda Amalina:
Maaf belum paham ini saya tentang homeschooling.. HS itu mendatangkan guru private atau dr 1 guru d SD tertentu? Apakah HS jg trmsk formal (dapat ijazah dan ikut ujian/ulangan semester begitu)

▶ Baik Ambu…..
HS adalah Pendidikan Non Formal yang juga sdh diatur dalam Peraturan Pemerintah.
(Permen 129 th 2014 Mengatur tentang sekolah Rumah dan legalitas nya )

Untuk Legalitas atau mendapatkan Ijazah. Bisa melalui PKBM (Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat) dng sistem Ujian Paket A, B, C atau melalui ujian Cambridge. SAT dll.

Untuk sistem belajar, menyesuaikan apa yg kita ikuti.. Kalau kita ikut Paket A di PKBM, artinya kita mempelajari kurikulum Diknas sesuai jenjang yg diikuti.

Dalam hal belajar.. Orangtua boleh saja memanggil guru atau tutor jika dibutuhkan, atau apabila sekiranya orangtua tdk mampu mendampingi sendiri.

Yang menjadi Point penting nya dalam ber HS
Anak bisa mempunyai banyak waktu utk mempelajari banyak hal dimana saja tidak terikat ketentuan yg berlaku di sekolah formal

2⃣Bunda Nur Aynun
kenapa ya setiap baca sharing dr praktisi HS saya melihatnya orang tua nya hebat2,bisa ngajarin anak segala hal,bisa melakukan banyak hal,cerdas,kreatif,inovatif dst hehe..bagaimana ya solusi bagi ibu biasa seperti saya yg hanya punya kemampuan pas2an tapi tetap bisa meng HS kan anak agar anak tumbuh dan berkembang dgn baik dan agar potensi fitrah anak bisa keluar dgn maksimal..mohon pencerahannya mba mey

▶Hmm… Tersipu saya…
Ambu sholiha… Saya memilih HS 2 tahun lalu.. Pun dimulai dng *Galau akut*..merasa diri ini tidak mampu …

Kami.. Saya dan suami membuat komitmen.. Akan belajar bersama anak..
Benar² belajar bersama.. Mulai dr awal. Memperbaiki diri, meningkatkan kualitas Iman… Sedikit demi sedikit…
Alhamdulillah dipertemukan dng sahabat² yg sdh lebih dulu ber HS.. Sharing, saling memberi info.. Sehingga kami bisa mencoba terapkan pada keluarga…
Bahkan sampai sekarang pun kami masih terus belajar…

Niatkan memperbaiki diri.. Kemudian InsyaAllah akan dimudahkan jalannya

3⃣ Bunda Nurul
Apakah anak selalu dilibatkan dalam semua kegiatan sosial? Atau hanya di sesuaikan dengan ketertarikan anak saja?

▶Bunda Nurul Inayah Sholiha..

Diupayakan sesuai kesanggupan anak saja… Kalaupun anak tidak mampu atau tidak tertarik, saya tidak paksakan, Saya tawarkan untuk ikut melihat bagaimana Ayah dan Ibu nya berada di lingkungan tersebut..
Demikian Bunda..

4⃣Bunda Rina
Dalam menyusun pembekalan agama pada anak kita, saya ingin mendahulukan adab sblm ilmu. Mba Mey bersediakah sharing tentang penanaman adab pada anak Mba Mey, bagaimana perkembangannya sampai saat ini? Dan saat membekali ilmu agama seperti hadist,hukum, fiqih dimulai sejak kapan, adakah tipsnya hingga anak merasa senang juga mempelajari ilmu agama?

▶Bunda Rina 😍
Kami memulai HS setelah Alifia lulus SD dr sekolah Formal… Yang saya rasa.. Saat itu.. Kami Fokus pada pendidikan akademis. Masih banyak pendidikan agama yang tertinggal yg belum kami pelajari.. Bahkan Pun pembekalan Adab sesuai Tuntunan Sunnah Rasul..

Alhamdulillah.. Setelah memutuskan HS
.komitmen kami.. Mendahulukan mempelajari (bersama) Adab, Akhlak, Aqidah, sesuai Alquran dan Hadist..

Kebetulan usia Alifia sdh 12th sdh masuk baligh.. Sdh mudah diajak berdiskusi dan kami buat kesepakatan bersama akan mempelajari Alqur’an dan memperbaiki ibadah.
Awalnya itu saja.. Dan ini keinginan anak sendiri..

Suami yang memberi gambaran² tentang bagaimana manusia nanti diakhirat akan ditanya ke Imanan kita.
Sehingga ini yang menguatkan hati anak untuk mau mempelajari.

Kemudian saya mulai membeli buku² yang dibutuhkan seperti Tafsir Ibnu Katsir, Hadist Shohih Bukhori, Adab almufrad dll.. Mengajak anak ikut kajian dan liqo..

Tadinya kami juga tdk terfikir akan belajar tahfidz.. Ternyata anak tiba² mau sendiri.. Alhamdulillah..

Walaupun sesekali muncul moody nya.. Saya pikir sebuah kewajaran.. Kita mengingatkan lagi dan lagi…

============================

*Kesimpulan* :
🍒🍒🍒
Harapan memiliki seorang anak yang bermanfaat bagi diri sendiri maupun bagi orang² disekitar adalah *sebuah keniscayaan* …
Selama kita terus berikhtiar menanamkan inspirasi kebaikan dan memohon RidhoNya …

Wallahua’lam bishowab

“`meydiana“`

============================

👥facebook.com/hsmuslimnusantara
👥FB : HSMuslimNusantara pusat
📷instagram: @hsmuslimnusantara
📱twitter: hs_muslim_n
🌐web: hsmuslimnusantara.org

Share on Google+0Share on Facebook0Tweet about this on Twitter0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *