Browse By

Pola mendidik anak HS sesuai gender

*RESUME KULWAP ONLINE SURABAYA RAYA*

=========================

💽 Narasumber : Putri Ramdhani
🗓 Waktu : Rabu, 16 nov 2016
🕰 Pukul : 13.00-14.00 wib
📋 Tema : Pola mendidik anak HS sesuai gender
🎙 Moderator : Miftah
📜 Notulen : Anik Handayani

=========================
*BIODATA NARASUMBER*

Nama: Putri Ramdhani Catur Setyorini

TTL: Balikpapan, 3 Juli 1981

Alamat: Perum Pesona Telaga Cibinong, Kab. Bogor

Pendidikan terakhir: S1 Teknologi Pangan UNPAD

Nama suami: Nuke Pratama (42 th). S2 Mechatronic FH Ravensburg Weingarten.

Nama anak:

1. Radhiyan Muhammad Hisan, 14 thn (HS)

2. Asma Wafa Ahdina, 8 thn (Sekolah Komunitas Kebon Maen Cilangkap Depok)

3. Hikma Shabrina Putri, 5 thn (belum sekolah)

Aktivitas utama: ibu rumah tangga. Kl sampingannya banyak, multifungsi 😄
=========================
*MATERI*

Dalam kesempatan ini, saya tidak akan membahas tentang dalil2 tentang pendidikan anak. Saya yakin ibu2 disini sudah mengetahui dan memahami dasar2nya. Tim tema HSMN juga sudah banyak berbagi ilmu tentang parenting islami 👍

Saya lebih berbagi tentang praktek sehari2nya. Mungkin juga sama dengan yg sudah ibu2 lakukan di rumah.

A. Pendidikan Aqidah

Untuk yg satu ini, tidak ada perbedaan perlakuan antara anak perempuan dan anak laki2. Semua sama. Di awal tahun kehidupannya masukkan materi lewat cerita, bacakan buku, kisah2 dlm AQ.

Bacakan saja dulu, tak harus sampai mereka paham. Semakin besar anak, bisa masuk lewat peristiwa sehari2, yg mereka alami. Bicara, ngobrol, diskusi. Santai. Cari waktu saat anak terlihat bahagia.

Saat yg bagus ketika kita mau masuk ke bahasan serius adalah, ketika anak habis mengalami peristiwa yg tidak menyenangkan. Itu diskusi bisa berjalan panjang. Bahkan utk anak usia balita, cara itu manjur.

B. Pendidikan Ibadah

Pembiasaan, itu cara pertama. Mau laki2 atau perempuan, sama. Dibiasakan sesuai porsinya. Utk anak laki2, sholat berjamaah di masjid, batasan aurat, dsb. Pun anak perempuan, sholat lebih utama di rumah, tapi tidak dilarang kl mau ke masjid juga, menutup aurat, dsb. Pembiasaan aja dulu. Nanti, bila sudah akalnya mulai nyambung, bisa kita kasih landasan ilmunya.

C. Pendidikan Akhlaq

Nah, ini yg mungkin ada sedikit perbedaan. Kita sebagai ortu, harus paham dulu perbedaan bawaan masing2 anak. Setiap anak itu diberikan sifat2 khusus oleh Allah.

Dan itu berpengaruh terhadap pola pikir dan belajarnya. Untuk anak laki2, main fisik itu perlu. Untuk anak perempuan, belum tentu. Nada suara 1 oktaf, buat anak laki2, ah biasa… utk anak perempuan, waduh bisa bikin banjir airmata. Tapi, sesekali perlu juga. Intinya, pahami karakter masing2 anak.

Pendidikan lainnya, ya proporsional Bun, diberikan tugas dan tanggung jawab sesuai usia. Misal, utk cuci piring semua harus bisa, masak juga semua harus bisa. Disesuaikan dengan tingkat kesulitan.

Kami termasuk yg tidak memilah2 kegiatan sesuai gender. Hanya paling sesuai usia. Tapi, utk kegiatan yg beresiko tinggi, diserahkan pd anak lelaki. Misalnya, pasang jebakan tikus, sampai membunuh tikusnya, itu diserahkan ke anak lelaki. Bantu ayahnya potong2 dahan pohon besar, anak laki2.

Selebihnya, sama saja. Untuk anak lelaki, kami sampaikan bahwa tanggung jawabnya lebih besar. Adiknya 2 perempuan. Selama ayah dan Bunda masih hidup, adik2 tanggung jawab ortu. Kl ayah dan bunda sudah meninggal, maka jadi tanggung jawab Mas sampai mereka menikah.

Tapi tetap, soal kemandirian semua anak harus bisa dan dididik. Tidak menyusahkan orang lain. Tidak jadi beban orang lain. Terlebih kemandirian finansial, laki2 perempuan harus mandiri. Harus bisa berpijak di atas kaki sendiri. Harus PD dengan kemampuan dirinya.

Di rumah juga kami buat jenjang garis komando. Bos pertama, Ayah. Bos kedua, Bunda. Bos ketiga, Mas Hisan. Bos keempat, Mbak Wafa. Bos kelima, Hikma. Tapi tetap saling membantu, mengingatkan, menghormati, dan menyayangi.

Demikian Bunda yg bisa saya sampaikan. Wallahu’alam bisshowab. Saya kembalikan kepada moderator.
=========================
*TANYA JAWAB*

1⃣ Saya lili, ibu 1 anak
Sejauh mana peran ayah dalam mendidik anak ini?apa ayah hrs lebih banyak konsen ke anak laki laki kah atau sebalik nya…
Terimakasih

▶ Ayah adalah nahkoda kapal Bun… dalam keluarga kami, Ayah pegang peranan penting dlm pendidikan anak.
Alhamdulillah di sekolah Wafa, yg terlibat aktif dlm parenting dan kegiatan2 anak adalah ayahnya.
Seperti hari Ayah, tiap tahun pasti ada acara besar dr sekolah utk anak2 dan ayahnya, tanpa ibunya.
Ayah harus terlibat dlm mendidik anak laki2 dan perempuan. Karena ada nilai2 yg bisa disampaikan atau bisa kena, kl Ayah yg menyampaikan.
Pengalaman saya, waktu remaja, Bapak sy yg banyak mendampingi kami beraktivitas. Nilai yg ditanamkan: kerja keras, pantang menyerah, ga mudah putus asa, dan kami merasa cukup dg hadirnya Bapak. Sehingga ga ada tuh keinginan buat pacaran dsb.
Dengan pendampingan ayah dlm pendidikan anak, bisa mengajarkan berpikir logis, tidak emosional, tangguh, tdk cengeng, tdk rapuh, kuat.
Jadi, peran ayah sangat penting. Proporsional saja. Kalau kami di rumah mau menciptakan suasana terbuka. Ayah dekat dengan siapapun (anaknya). Jadi, tdk ada kesan kl Ayah tuh galak, kaku, dsb dll. ✅

2⃣ Assalamu’alaikum mb putri… saya anik, ortu dr fatih (6y10m)
1. Bagaimana carax spy anak paham akan tgsnya. Sering kami memberi contoh, apalagi klo ada kejadian tertentu akhirx kmi diskusi lbh panjang, cm mas fatih ini moody, pas moodx baik dia tgg jawab, pas bad ya gitu dech…
2. Adakah cara membuat mood anak good terus😀
3. Mas fatih saat ini udah mulai pinter ngatur… cm kebablasan… sampe2 kmi ikutan diatur jg.. saya sering mengingatkan spt yg mb putri blg, klo ada abi yg mengatur abi, klo ga ada baru ummi… pertanyaannya, bgmn cara mengajarkan spy dia ga mudah atau sering mengatur orang lain

▶
1. Anak moody ga mempan pakai reward and punishment. Betul ya Bun?
Mungkin bisa pakai komitmen dan konsekuensi. Jadi, kl ada tugasnya yg belum selesai, bisa dilanjutkan ketika dia moody/semangat. Bila belum selesai ya, konsekuensinya dia belum boleh melakukan kegiatan lainnya (misal ini ya…)

2. Buat mood anak good terus…? Hihihi, saya juga pengen Bun kl ada caranya… 😄
Mungkin ga bisa selalu good ya… minimal bisa meminimalisir bad mood nya
Bisa pakai makanan yg dia suka, mungkin… atau ganti suasana. Yg tdnya di dalam rumah, kita keluar rumah. Jalan2 santai bersama, itu bisa buat rileks.
Kalau tips dr Ayah Irwan, mood anak hari itu, terpengaruh dr awal memulai hari, kapankah itu?
Dari bangun tidur…!
Jadi, bagaimana cara kita sebagai ortu memberikan kesan pertama kepada anak di awal harinya, itu penting.
Dan itu bisa dimulai dr sebelum tidur. Nah, panjang dah kl bahas ini 😆
Ada 3 waktu penting dlm memberi kesan positif ke anak: (menurut Ayah Irwan)
1. Ketika mau tidur
2. Ketika anak ngelilir (bangun di waktu malam, di tengah tidurnya)
3. Ketika waktu sebelum Subuh. Dianjurkan utk membangunkan anak sebelum Subuh. Dibawa keluar rumah, diajak melihat suasana pagi hari menjelang Subuh.
Kami juga sedang berusaha utk ini.

3. Usia 6,7,8 itu memang saat2 ngeselin kyk nya Bun, ga laki2 ga perempuan. Saat2 nya anak2 itu sok tau 😁 sok ngatur, sok berkuasa 😁
Menindas ke adiknya, melawan ke kakaknya 😄 soalnya Wafa lg fase ini
Kl dulu Hisan sok ngatur, krn udah punya adik, ya adiknya yg ditindas 😁
Kl Mas Fatih yg solih sedang dalam tahap ini… ya nikmati aja Bun… ga lama kok waktu anak2 ini begini 😘
Nanti kita juga kangen sm momen2 sekarang.
Asal masih dlm tahap wajar, dan tidak kurang ajar ke kita sbg ortu, yaaa … nikmati aja Bun 😊 sambil kita cari2 celah lah buat memasukkan pengajaran juga. Jangan mau kalah sm anak, win win solution lah 👍😄 ✅

⏺ Sy ingin meneruskan, ini terjadi di saya…
bagaimana menangani anak yg berada dlm fase ini? karena adeknya merasa terintimidasi.
Menangani dengan adil tidak berat sebelah ke kakak maupun adek (adek kakak sama laki2) … jazakillah..(yardha)

▶ Perlu diajak bicara, pertama masing2 anak dulu dipanggil. Kl ke adik, dikuatkan, dimotivasi. Kl ke kakak dikasih tau kl sikapnya itu sudah berlebihan, membuat adik sedih, tertekan, terintimidasi.
Wafa dulu sempat tidak PD, Bun… di awal2 masuk sekolah. Setelah kami telusuri bersama gurunya, oh mungkin dominasi kakak membuat dia ga PD. Akhirnya, di sekolah dikasih treatment sm gurunya, di rumah kami kondisi kan si kakak nih (Hisan)
Kami ajak bicara baik2, bahwa sikapnya itu membuat Wafa tertekan. Bagi Hisan itu biasa, tp yg ditangkap sm Wafa itu sudah melukai. Apalagi mereka berbeda gender. Perempuan lebih lembut, lebih sensitif.
Ke Wafa juga kami kasih motivasi, walaupun dia perempuan, ga boleh kalah. Kl mampu melawan, lawan. Minimal komunikasi kan. Bilang kl ga suka. Bilang kl ga mau. Jangan mau ditindas. Bahagiamu itu pilihanmu, hakmu, dan jangan bergantung sm org lain utk bahagia.
Kl sama2 laki2, mungkin akan lebih seru ya Bun… apalagi kl ada momen berantem hebat
Wafa ketika sudah bisa melawan, dia lawan kakaknya. Ga mau ada yg ngalah, berantem dah tu anak ber2… saya biarin aja. Ayahnya keluar rumah. Saya ama yg kecil masuk kamar.
Sampai selesai, sampai capek. Baru dibahas sm ayahnya pas malam, habis maghrib. Nah, disini peran Ayah, bisa memberikan saran, ilmu, yg adil. Dilihat dr sisi kakak, dilihat dr sisi adik.
Dah selesai.
Habis itu ga ada lg yg menindas, dan merasa ditindas 😄✅

3⃣ Yardha
1. Pada usia berapa idealnya anak mulai dikenalkan pendidikan ibadah? Bagaimana pelaksanaannya dalam keseharian?
2. Untuk pendidikan akhlak bagaimana mensiasati si kakak yang sering “ngatur” adiknya? Apakah itu termasuk ego alami/sifat alami kakak yang cenderung “menggurui”?
Jazakillah..

▶ 1. Pembiasaan dr kecil Bun…
Kami dulu kl lg sholat, anak nangis atau minta gendong, ya kami gendong. Apalagi waktu masih anak pertama ya, belum ada yg bisa dititipin. Mau ga mau harus dipersiapkan dulu kl mau sholat. Ribet sih, tp ya gimana lg…
Pakein popok anti bocor yg baru/bersih. Sedia bantal di samping tempat sujud. Dan capek bgt pas sholat, sambil gendong 😂
Itung2 ibadah sambil olahraga, nurunin berat badan 😄😅
Pelaksanaan nya, santai aja Bun, jangan dipaksakan. Kalau anak lg ga mau, ya jangan dipaksa. Ingat prinsip dasar dlm ibadah, hadits: ajarkan anak sholat di usia 7th, kl usia 10th ga mau sholat baru dipukul
Terus terang, anak2 kami baru bisa shaum ramadhan ketika usia kls 5 SD (Hisan). Wafa juga tahun ini belum bisa full sebulan. Hikma apalagi… baru belajar sahur 😁
Pengalaman pribadi saya nih Bun… dulu, saya mulai kls 2 SD sudah full shaum seharian dan sebulan penuh… dan sekarang, ibadah yg paling berat buat sy, ya shaum itu… shaum sunnah itu rasanyaaa … belum bisa jadi ibadah andalan 😑 entah ngaruh atau tidak dg masa kecil, yg jelas itu jadi bahan masukan juga buat sy dlm mendidik anak. Terutama di ibadah.
Kami ga mau anak trauma dlm ibadah. Maunya, anak itu happy dan menunggu2 gitu waktu sholat, bulan ramadhan, berinfak, dsb dll

2. Bicara Bun, komunikasikan dg kakak, agar tidak terlalu dominan ke adik. Ajak kakak utk merasakan berada di posisi adik. Ga suka kan kl ada yg ngatur2 kamu smp detil…? Ga suka kan disuruh2 melulu?
Sepertinya sindrom anak pertama begitu Bun 😂😁 sok ngatur 😜
Saya pernah bahas ini dg kakak2 dan adik sy. Kesimpulan nya, semua adik merasa bahwa kakak pertama memang menyebalkan 😂
Karena ngobrolnya sudah sama2 besar/tua, ya jadi cuma bisa mengenang masa kecil … sudah ga ada rasa tersinggung2 lagi 😊
Sindrom kakak pertama.
Dikurangi saja efek ke adiknya Bun, dan kakak lebih diajak berempati ✅

⏺ Misal terlanjur trauma bagaimana cara mengatasinya..?

▶Ya pelan2 Bun… sabar… kl masih ga mau, masih menolak, biarkan saja dulu. Tapi tentu kita punya target waktu juga.
Buat suasana ketika melakukan ibadah itu menarik dan membuat bahagia anak
Kalau sudah ada kakak/adik, bisa kerjasama dg mereka utk membujuk dan mengajak anak ini bergabung.
Siapkan reward, kl memang bisa anak ini dikasih reward.
Kerjasama dg ayahnya, ada saat dimana ibu mengingatkan dg keras, ayah mengajak dg halus. Dan sebaliknya
Sabar, dan doa, itu kuncinya 👍😊
Bisa juga masuk dr pihak luar selain keluarga inti. Nenek, kakek, bude-pakde, tante-om, guru, tetangga, teman main di rumah… manfaatkan aja Bun yg ada ✅

4⃣ Di keluarga Bu Putri, bagaimanakah cara menanamkan kepada Putra dan Putrinya keikhlasan dlm menjalankan perintah solat 5 waktu? Terimakasih.
Aprilia (anak 3,5th dan 2,5th)

▶ Kami masih berusaha Bun… belum kelihatan hasilnya.
Waktu anak2 kecil, dr dulu selalu diinformasikan bahwa kita sholat karena kita yg butuh, bukan Allah. Wujud rasa syukur, bahwa hari ini masih bisa makan, bernafas gratis, bertemu ayah-bunda-kakak-adik, dan kenikmatan2 lainnya.
Menjelang baligh, waktu itu Hisan dikasih materi khusus sm ayahnya. Tentang menjadi mukallaf, tugas-tanggung jawab-konsekuensi.
Diajak berpikir juga dengan perumpamaan sekolah, dan diabsen guru.

Ketika kita terdaftar di suatu lembaga/sekolah, ada di suatu kelas, tiap hari kan ada kewajiban hadir jika masih ingin diakui sebagai siswa sekolah tersebut
Maka, kehadiran kita dalam absen 5 waktu dr Allah, bukan Allah yg butuh, tapi kita yg butuh, kl masih mau diakui.
Bahkan ayahnya bisa sampai ekstrem ke anak2 Bun… katanya begini:

Ketika kalian baligh, ayah bunda sudah lepas tangan. Bunda Ayah sekarang keras, ketat, dlm mendidik agama ke kalian, karena ini masih jadi tanggung jawab kami sbg ortu.
Kl kalian sudah merasa cukup besar, cukup pintar, cukup bekal, dan sudah tak mau diatur lagi oleh kami, ya silahkan keluar dr rumah. Tanggung jawab sudah lepas dr kami.
Bahkan kalian mau lepas dr Allah pun, kami sudah tak ikut campur. Tanggung sendiri akibatnya.
Gitu Bun… ayahnya tega bicara begitu ke anak2… saya mah sedih dengarnya, sambil istighfar dan berdoa dlm hati terus2an, biar ini tuh cuma jadi pembelajaran, bukan doa ortu (dr kami)
Alhamdulillah, ketika baligh, Hisan sudah terlihat siap menanggung konsekuensi.
Tinggal 2 org lg nih pe er nya 😊
✅

=========================
*PENUTUP*

Yah, utk mendidik anak2, sebetulnya tidak ada perbedaan antara anak laki2 ataupun perempuan. Karena Al Qur’an turun utk laki2 dan perempuan. Semua terkena kewajiban dan memiliki hak yg sama.

Allah Swt Maha Adil. Sudah diberikan semua sesuai proporsi nya. Laki2 harus begini, perempuan harus begitu… itu sudah sebaik2 pengaturan dr Allah Swt.

Inti pendidikan adalah mengenalkan anak2 kita kepada Tuhannya, dan pedoman pendidikan adalah Al Qur’an. Jadi, ikuti saja buku petunjuk nya ya Bunda2 hebat 👍👍👍

Tetap semangat Bunda2, untuk terus berusaha menciptakan generasi yg lebih baik dari kita, mencintai Allah dan Islam dengan sempurna.
Saya mohon maaf bila ada kata2 yg tidak berkenan. Semua kebenaran datangnya dr Allah Swt. Semoga bermanfaat sharing kita siang ini. Mohon pamit Bunda2… assalamualaikum wrwb
💐💐💐👋👋👋

〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰

🔅🔆🔅🔆HSMN🔆🔅🔆🔅

〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰

👥facebook.com/hsmuslimnusantara
👥FB: HSMuslimNusantara Pusat
📷 instagram: @hsmuslimnusantara
🐤 twitter: @hs_muslim_n
🌐 web: hsmuslimnusantara.org

Share on Google+0Share on Facebook0Tweet about this on Twitter0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *