Browse By

Stimulus Kecerdasan dan Bonding dengan si Kecil Melalui Permainan Ala Rumah Bersama Julia Sarah Rangkuti

Cr: HSMN Medan

NOTULENSI KULWAP HSMN MEDAN

πŸ“… Hari / tanggal: Sabtu, 8 Oktober 2016
⏰ Waktu: 13.30-15.30
πŸ‘€ Narasumber : Julia Sarah Rangkuti
πŸ“š Tema : Stimulus Kecerdasan dan Bonding dengan si Kecil Melalui Permainan Ala Rumah

🎀 Moderator: Rahma Kania
πŸ“ Notulensi : Aditya Amanda Pane

Profil Narasumber
Nama: Julia Sarah Rangkuti
TTL : Jakarta, 7 Juli
Aktivitas: full time mother, menulis buku serta sedang mengikuti program Diploma Montessori di Sunshine Teachers’ training dan Akademi keluarga, Parenting Nabawiyah; home education
Status: menikah, 2 anak

Julia Sarah dapat dihubungi di
Instagram: @juliasarahrangkuti
Fb: Julia Sarah Rangkuti atau email: sarahkenzie.js@gmail.com

*MATERI*

Serunya Bermain Bersama Buah Hati

Di kota Madinah, ada seorang anak kecil bernama Umair. Ia selalu bermain dengan burung pipit. Rasulullah saw menamai burung itu dengan al-nughair (anak burung pipit). Setiap kali melihat Umair, Nabi berkata, β€œWahai Umair, apa yang dilakukan oleh al-nughair?” Sampai suatu ketika Nabi melihat Umair sedang menangis. Beliau pun bertanya, β€œmengapa engkau menangis wahai Umair?” β€œYa Rasulullah, al-nughair telah mati,” jawab Umair. Maka Nabi saw duduk sejenak mengajaknya bermain. Para sahabat yang lewat melihat Rasulullah saw bermain dengan Umair. Beliau berkata pada mereka, β€œal-nughair telah mati, karenanya aku ingin menghibur Umair.” (HR Bukhari 6203)

Bunda, betapa indahnya akhlak Rasulullah saw. Beliau mengajarkan kita santunnya akhlak pada anak-anak. Sungguh hal yang luar biasa dan patutlah kiranya menjadi cermin bagi kita semua untuk meneladani sosok Beliau, bahwa MEMBERSAMAI si kecil dalam dunia bermainnya JAUH LEBIH PENTING daripada permainan itu sendiri.

Siapa di sini yang anak balitanya tidak senang bermaiiiin? Tidak ada, bukan? Semua balita pasti senang bermain. Sebab, bermain memang DUNIA mereka, Bunda.

Saat ini, banyak orangtua yang berusaha memberikan yang terbaik untuk buah hatinya, termasuk juga memberikan mainan terbaik. Sayangnya, masih banyak pula orangtua yang hanya berhenti pada titik tersebut. Anak dibelikan beragam mainan namun tidak didampingi saat memainkannya atau tidak diberikan rangsangan lebih, yang dapat menstimulasi perkembangannya. Padahal, melalui kegiatan bermain mereka, anak-anak sedang belajar banyak hal. Dan, kita sebagai orangtua pun bisa memasukkan banyak pelajaran melalui kegiatan bermain.

Bunda, pada tahap anak usia dini, anak-anak sangat peka terhadap penggunaan pancaindra untuk memahami dunia di sekitarnya. Pemberian materi pelajaran akan sangat efektif jika dilakukan secara konkret melalui berbagai alat peraga yang dapat disentuh, dilihat, dicium, didengar, ataupun dirasakan. Jadi, jangan heran Bunda jika anak bayi suka memasukkan segala benda ke dalam mulutnya, misalnya. Sebab, ia sedang memasukkan informasi tentang benda tersebut ke dalam otaknya.

Bunda, agar bermain tak hanya sekadar bermain, kita sebagai orangtua berperan penuh menjadikan kegiatan bermain anak menjadi penuh makna. Ada pembelajaran yang perlu dipahami si kecil. Ada hikmah yang perlu diantarkan ke dalam diri mungilnya. Itulah mengapa, selain anak-anak bermain bebas, orangtua juga perlu merancang kegiatan bermain anak. Jangan sampai setiap hari anak-anak kita hanya bermain gadget atau hanya bermain bola dan boneka setiap saat. Dengan menyiapkan berbagai kegiatan bermain, kita dapat menstimulasi tiap aspek perkembangan si kecil.

Tidak perlu mahal untuk bermain, Bunda. Misalnya, Bunda ingin menstimulasi motorik halus si kecil, Bunda bisa menggunakan kardus bekas, tali sepatu, dan puncher (pembolong kertas) untuk membuat anak belajar β€˜menjahit’. Jika Bunda ingin menstimulasi kemandirian anak, Bunda bisa menggunakan botol, corong, dan gelas untuk si kecil belajar menuang air. Dan banyak lagi benda-benda di rumah yang dapat dpergunakan untuk kegiatan pembelajaran si kecil dalam aktivitas bermainnya.

Apa yang kita butuhkan sebelum mengajak si kecil bermain? Tentunya ilmu perkembangan anak. Dengan mengetahui parameter perkembangan anak, kita dapat menstimulasi perkembangannya dengan lebih tepat sesuai dengan usianya. Contohnya, anak usia 2 tahun diharapkan telah mengenal warna dasar. Maka, kita dapat menstimulasinya dengan permainan matching colour dan sorting colour. Anak usia 4 tahun sudah mampu mengucapkan salam dan menjawab salam, maka kita dapat mengajaknya bermain peran dengan tema β€˜saat bertamu ke rumah nenek’, misalnya.

Lalu, apakah kita perlu merancang aktivitas harian anak? Betul, akan lebih baik jika Bunda menyiapkan minimal satu kegiatan baru untuk anak setiap harinya. Dengan menyiapkan kegiatan yang berbeda-beda, maka kesempatan untuk menstimulasi tiap aspek perkembangan anak bertambah luas.

Dari mana kita dapat mengetahui milestone ini? Bunda bisa googling atau membaca berbagai buku mengenai Child Development. Dalam buku Rumah Main Anak yang saya tulis, saya juga berusaha untuk menjawab pertanyaan para orangtua terkait perkembangan anak dengan menyertakan parameter perkembangan anak 0-6 tahun, Kuisioner Pra Skrining untuk mengetahui apakah anak kita bertumbuh dan berkembang sebagaimana mestinya, juga contoh jadwal harian bermain bersama anak. So, Bunda bisa membacanya juga di sana ☺

Sejatinya, sebagai seorang muslim tentunya kita ingin anak-anak kita pun menjadi generasi Rabbani. Anak-anak yang taat pd Allah swt dan mampu bermanfaat utk masyarakat. Maka, alangkah bijaknya jika kita tidak meng-sekularisasi agama dengan pendidikan. Islam adalah payung besar dalam segala aktivitas kita, termasuk juga belajar dan bermain bersama anak. Maka, buatlah juga aktivitas untuk mengenalkan agama Islam kepada anak2 dengan cara yg fun dan menarik.

Selanjutnya, kita diskusi saja yuk Bunda-Bunda pembelajar hebat ^^

 

Semangat Bermain!
@juliasarahrangkuti
🌹*PERTANYAAN*🌹

1⃣ Bunda Dewi
Salam kenal,mba Julia.Aira (2thn9bln), bbrp waktu belakangan mulai rutin saya libatkan membuat mainan sendiri, salah satunya berbekal buku RMA1. Kami sdh punya RMA2 jg di rumah. Aira sangat antusias, 1 hari bs minta 2 atau lbh mainan utk dibuat. Brp byk mainan yg efektif dlm 1 hari utk anak seusia Aira ya,mba? Trima kasih sebelumnya. 😊

Jawab:
Salam kenal Mba Dewi..
Sebenarnya tidak ada aturan baku berapa permainan yang sebaiknya kita berikan ke anak tiap harinha. Sebab, tiap anak unik dan istimewa. Yang perlu diperhatikan ialah stimulus yg diberikan senantiasa beragam dan dapat mengembangkan aspek2 perkembangannya, seperti: motorik, sosial-emosional, kognitif, bahasa, seni, dll..
Lihat juga kesenangan anak, apa yang sedang ia suka bisa kita eksplor lebih dalam lg. Yang pasti, luangkan waktu utk membersamai anak minimal sekali 2 jam utk “we time” bersama.
Kalau bisa bedakan juga we time antara anak A dgn anak B.

Tanya:
Mbak sarah…td dr jawaban utk bunda dewi anak ada wkt 2 jam utk we time bersama anak.
Itu 2 jam utk 1 anak kah atau global dgn jmlh anak kita di rumah?

Jawab:
Global, mba Indria. Tapi usahakan tiap anak tetap ada waktu khusus berdua saja dgn ayahnya, pkus berdua saja utk ibunya.
Tidak harus setiap hari. Bisa sepekan sekali atau sebulan sekali.
Misal, diagendakan ayah renang bersama Kakak, adik belanja bersama ibu. Ini pun sdh masuk we time. Atau simplenya kalau di rumah, Kakak baca buku dgn ibu, adik main lego dengan ayah, dst, dst.
Yg pasti “we time” ini merupakan salah satu bonding yang efektif. Saat anak berdua saja bersama ibu/ayahnya, ia akan sangat bahagia karena perhatian hanya tertuju pd dirinya.Sehingga, saat we time ini diharakan Ayah/Bunda pun fokus pd anak dan “lambaikan tangan pd gadget” πŸ˜‰βœ…
Tetap semangat πŸ‘

2⃣ Bunda Winta
Tanya:
RMA sesuai dengan fitrah anak yang mana ya? Mohon penjelasannya mba

Jawab:
Sebenarnya begini, perlu dipahami dulu apa itu RMA..
RMA adalah komunitas yang mengajak para orangtua agar menstimulasi buah hati sesuai dengan usia dan perkembangan anak dengan tujuan anak dapat tumbuh dan berkembang dengan optimal.
Perkembangan anak ini sendiri melingkupi banyak hal: agama dan moral, motorik kasar-halus, bahasa, kognitif, seni, sosial-emosional, dll..
Dalam hal ini, stimulasi yg diberikan diharap dapat disesuaikan dengan fitrah anak yg pd usia dini masih senang bermain, lebih memahami sesuatu yg konkrit drpd yg abstrak, dll.
Dengan demikian, jika mmg stimulasi yg diberikan tepat maka tidak akan “merusak” fitrah anak, insyaAllah 😊

Tanya:
Brarti mncakup fitrah anak ya mba. Maaf saya penasaran dari sisi agamanya, sperti fitrah iman. Terimakasih jawabannyka mba.

Jawab:
Kalau kita merujuk pd pengertian fitrah menurut Pak Harry S, ada 4 fitrah pd anak usia dini: fitrah iman, fitrah belajar, fitrah perkembangan, fitrah bakat..
Nahh..stimulasi yg diberikan silakan disesuaikan dgn segala oerkembangan anak yg saya sebutkan di atas td Mba, jd semuanya tetap terjangkau 😊
πŸ‘†contoh stimulasi agama, bisa sambil baca buku, bermain dgn wayang utk mengenalkan shaf shokat, dll

3⃣ Bunda Rianti
Sy bunda dari 2 org anak laki2 @usia 10 thn & 4t 10 bln,. Sy full working mom. Mhn tips Bunda untuk menyiasati we time dgn anak2 spt pada pjlsan bunda sblmnya. Trims Bunda.

Jawab:
Halo, Bunda Rianti..

Tetap semangat ya Mba, banyak ibu working mom yg tetap bisa membersamai anak2nya, silakan cek IG/FB Mahrunnisa dan Lidya Anasta Rachman utk lihat2 aktivitas Beliau sebagai working mom yg selalu konsisten menstimulasi anak2nya 😊

Yang pasti, yg harus tetap diingat ialah ibu adalah madrasah pertama dan utama anak2nya. Peran kita sebagai ibu merupakan peran yg tak bisa digantikan oleh siapapun. Maka, sebisa mungkin sepulang kerja “lepas semua hal yg berkaitan dgn kantor”, di rumah fokus pd anak dan suami. Ajak anak baca buku bersama, bercerita, bermain, dll. Tidak perlu harus buat mainan jika mmg tidak sempat, bisa kok pakai mainan edukatif yg sudah jadi.

Satu hal lg yg perlu digarisbawahi, pastikan visi misi pendidikan anak tetap tersampaikan oleh pengasuh anak saat ibu bekerja (misal: mbak pengasuh/nenek), agar anak tidak “bingung pengasuhan” dan visi misi pendidikan keluarga bisa berjalan dgn baik.
Tetap semangat 😊

Tanya:
Sejauh ini Bunda Julia… Yang sy alami,. Sy masih hy sebatas menyiapkan buku2 dan permainan,. Tapi usaha utk memanage wkt untuk mendampingi anak2 masih sgt minim… Ada tips buat sy Bunda Julia? Sy kerja dr jam 8-5, berangkat dr rumah jam 7.

Jawab:
Sebenarnya bisa disiasati Bun. Karena saya tdk pernah bekerja kantoran semenjak punya anak, maka saya ceritakan kisah Mba Lidya saja ya Mba..

Mba Lidya kalau pagi sebelum berangkat ngantor masih disempatkan jalan2 pagi bersama anak (naik sepeda). Beliau bangun sekitar jam 3-4 pagi, lalu ibadah dan membuat sarapan. Sekitar jam 6-6.30 menemani anak bermain di luar. Sepulang kerja (sekitar jam 5an), Beliau rapi2 diri dan rumah, setelah Maghrib ajak anak mengaji bersama. Dan, malamnya bisa melakukan aktivitas “soft play” (aktivitas yg tidak terlalu membutuhkan aktivitas fisik, misal membaca buku, bermain puzzle, bercerita, dll).

InsyaAllah di mana ada niat di situ ada jalan 😍😍✊✊

4⃣ Bunda Diaz
Assalamu’alaikum mbak Julia, sy Diaz ibu 2 anak. Si abang 4y dan si Adek 2bln.
Alhamdulillah sejak si abang usia 2thn kami aktif bermain bersama untuk menstimulus perkembangan si abang. Nah sejak adik lahir, waktu bermain sangat jarang harus mencuri waktu ketika adik tidur. Ini sy masih cuti ya.. Klo sy dah masuk kerja wah kebayang protes keras si abang deh. Berbagi peran sm ayahnya sudah tp si ayah kurang kreatif jd aktivitas fisik aja sm ayah. Si Abang rindu aktivitas crafting sm umminya ☺

Gmn ya mbak siasat bisa tetap ada waktu main bebikinan ketika punya adik bayi?
Gmn kasih penjelasan ke si abang ya?mengingat dia lg cemburu berat sm adiknya

Terima kasih mb Julia 😊

Jawab:
Wa’alaikumsalam wr wb Bunda Diaz.
Semangat ya Mba..

Memang masa2 newborn ibu perlu banyak waktu bonding dengan bayi, juga istirahat yg cukup 😊 Maka, kita perlu berbagai cara utk mensiasati aktivitas belajar si Kakak. Salah satu caranya adalah dengan menyiapkan aktivitas yg lebih simple dan tidak memerlukan banyak waktu pramembuatnya. Jika dilihat dr usia Kakak yg sudah 4 tahun, maka Bunda bisa sekali tetap menyiapkan aktivitas Kakak saat kedua anak tidur. Memberikan Kakak aktivitas yg bisa ia kerjakan sendiri saat Bunda harus menyusui si kecil, serta mendampingi Kakak beraktvitas saat bayi sedang tidur. Alhamdulillahnya, bayi usia 2 bulan masih banyak tidurnya πŸ˜‰
Yang pasti, effort utk mengurus 2 anak perlu “lebih besar” memang dibandingkan saat baru anak satu. Maka, sebisa mungkin kita harus cepat beradaptasi dengannya. Kebutuhan bayi saat ini baru sebatas bonding fisik: menyusu, mandi, digendong, dll. Sedangkan kebutuhan Kakak sudah lebih kompleks, ia perlu disemangati, didampingi, diajak berdiskusi, ditanggapi pertanyaannya, dll. Dengan demikian, jika ibu sudah selesai memenuhi kebutuhan bayi, silakan berpindah segera kepada si Kakak. Tetap semangat, Bun. Hanya sedang beradptasi saja, pasti bisa! βœ…

5⃣Bunda Andria
Bunda julia…kondisi sy kurang lebih dgn bunda rianti. Sy jg working mom. Sy upayakan sekali dr sore smpe mau tidur sy quality time sm marsya (3y4m). Kebetulan marsya gak suka nonton tv. Dia suka baca buku. Hampir tiap malam sy diminta u mendongeng. Diarahkan ke mainan yg lain kurang tertarik. Apa yg hrs sy lakukan u menyetimbangkan agar dgn permainan yg ada (tdk hanya membaca) sy dpt mengidentifikasi bakat anak yg lain.

Jawab:
Halo Bunda Andria. Alhamdulillah ya Mba Marsya suka baca buku. Investasi mahal lho ini, Mbaaa 😍😍
Anak gemar membaca merupakan salah satu gerbang anak cinta ilmu, InsyaAllah.
Kabar bahagianya lg, memang pd anak usia dini diharapkan kita bisa memberi stimulasi seimbang dr banyaknya aspek perkembangan yg ada sehingga bakat dan minatnya nanti bisa terlihat seiring dengan stimulus yang diberikan. Bunda Andria bisa ajak anak melakukan aktivitas lain seperti menggambar bebas, mewarnai, menyanyi, art n craft, bermain peran dll. Agar anak tertarik utk sejenak “meninggalkan” buku2nya utk bermain yg lain, maka Bunda bisa kaitkan dengan tokoh pd cerita di buku. Misal, anak suka pd Sali-Saliha (Halo Balita), maka bisa diajak bermain peran sebagai Saliha, mewarnai gambar Saliha, melompat2 seperti Kumi, dll. Untuk ide kegiatan saat ini banyak sekali di pinterest, instagram, facebook, maupun buku. Tetap Semangat, Bunda. βœ…

6⃣ Bunda Lucy
A. Tipe permainan seperti apa ya mbak untuk menstimulasi perkembangan anak di usia 4 thn (laki2) dan 6thn (perempuan).

B. Banyak yang beranggapan.. Anak laki2 jangan dibiarkan main boneka atau anak perempuan jangan dibiarkan main mobil2an. Bagaimana menurut mbak sarah?

Jawab:
A. Halo Bunda Lucy. Sebelum menentukan permainan apa yg cocok utk anak sesuai dengan usianya, maka kita perlu dahulu membaca dan memahami perkembangan anak sesuai usianya. Silakan buka www.tumbuhkembang.info atau googling ttg “milestone perkembangan anak usia dini” atau bisa dicek di lampiran buku Rumah Main Anak. Milestone ini nantinya dpt digunakan sebagau salah satu pemandu kita utk melakukan aktivitas bersama anak. Misal, anak 4 tahun secara motorik halus diharap sudah mampu menjiplak bentuk, maka kita bisa menyiapkan aktivitas yg berkaitan dengan hal tersebut. Sehingga, kita bisa menstimulasi anak sesuai dgn usianya. 😊

B. Sejatinya, setiap mainan merupakan benda netral, orang dewasalah yg mengkategorikannya sebagai “ini mainan perempuan” dan “ini mainan laki2”. Sehingga, dalam hal ini anak perempuan boleh bermain mobil2an dan juga sebaliknya, anak laki2 boleh bermain boneka. Namun, ada hal2 yg penting utk diperhatikan:
1. Pastikan mereka berperan sesuai jenis kelamin masing2. Maksudnya, saat anak laki2 bermain boneka pastikan ia berperan sbg Ayah bukan “ibu” dr boneka tsb.
2. Pastikan bahwa anak tetap bermain dengan banyak permainan lain yang bersifat netral: lego, puzzle, dll.
3. Pastikan anak tidak setiap hari bermain yg ini2 saja. (Anak laki2 tdk setiap hari bermain boneka, dan anak perempuan tidak setiap hari bermain mobil2an). Dengan demikian, boleh bermain tp sesekali dan peran yg dilakukan tidak mengubah fitrah jenis kelamin mereka. Semoga bermanfaat βœ…

7⃣ Ummu Zitsan
Mba sarah, anak sy laki2 usia 3,5 th. Sempet mengalami speech delay.. bentuk permainan yg efektif utk melatih kecakapan dia berbahasa apa aja yah.. tks.

Jawab:
Halo, Ummu Zitsan..
Sebenarnya saya ingin tahu mengapa dikatakan sempat speech delay. Apakah karena kurang stimulasi saja atau karena ada gangguan oral wicara? Kalau memang ada gangguan oral wicara maka sebaiknya diterapi dahulu oleh terapis di klinik tumbuh kembang anak. Jika memang kurang stimulasi maka Ummu dapat melakukan:
1. Kurangi waktu touchscreen anak, sebisa mungkin tidak lebih dr 1 jam sehari.
2. Stimulasi anak dgn sering2 mengajak ngobrol, mengaji, bernyanyi, mendengarkan murottal, lagu, mendongeng, storry telling, dll yg jelas pelafalannya.
3. Pastikan anak tidak diajarkan banyak bahasa dalam satu waktu bersamaan.
4. Dorong anak untuk berbicara saat mengungkapkan keinginannya.
5. Bisa juga melakukan senam mulut bersama2 di depan cermin (melafalkan a-i-u-e-o dgn jelas).
6. Berikan anak makanan dengan beragam tekstur dan beragam cara (misal: makan buah apel bulat2 tanpa diiris).
7. Ajak anak melakukan permainan yg dapat menstimulasi otot rahang dan mulut, seperti meniup pompom, meniup lilin, menggigit sendok, dll.

Tetap semangat βœŠβœ…
βž–βž–
Alhamdulillah..jazakillah khoir Bunda2 semua. Mohon maaf utk kekurangan dan kesalahan.
Bunda, menjadi orangtua ialah tugas mulia bagi kita semua. Masa kanak-kanak merupakan masa emas yg tak bisa terulang kembali.

Ingin jd seperti apa anak kita nanti? Orangtualah aktor terpenting yg melukiskan karakter, sikap, pemahaman dasar pd saat mereka balita. Isilah dunia balita kita melakui ragam pelajaran melalui kegiatan bermain, sesuai dengan fitrah mereka.

So, mari kita bersama2 berusaha menjadi orangtua yg bersungguh-sungguh membentuk dan menanamkan karakter baik pd anak. Agar, saat kita meninggal nanti, ada anak soleh yg mendo’akan. Agar, tak ada generasi lemah yg kita tinggalkan..

Wallahu’alam
γ€°γ€°γ€°γ€°γ€°γ€°γ€°γ€°γ€°γ€°
πŸ”…πŸ”†πŸ”…πŸ”†HSMNπŸ”†πŸ”…πŸ”†πŸ”…
γ€°γ€°γ€°γ€°γ€°γ€°γ€°γ€°γ€°γ€°
πŸ‘₯facebook.com/hsmuslimnusantara
πŸ‘₯FB: HSMuslimNusantara Pusat
πŸ“· instagram: @hsmuslimnusantara
🐀 twitter: @hs_muslim_n
🌐 web:
hsmuslimnusantara.org

Share on Google+0Share on Facebook0Tweet about this on Twitter0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *