Browse By

Menanamkan Pendidikan Islam pada Anak (Ta’Dib/Pendidikan Adab) bersama Rini Kusmayani

Resume KulWap Gabungan HSMN Bekasi-HSMN Medan
(Kamis, 23 Maret 2017)

Tema : Menanamkan Pendidikan Islam pada Anak (Ta’Dib/Pendidikan Adab)

🎙Narsum : Rini Kusmayani.
📌Moderator : Bunda Dyah Ummu Aura
🖌Notulensi : Bunda Ari

CURRICULUM VITAE NARASUMBER HSMN

Nama lengkap : Rini Kusmayani
Status keluarga : Menikah dengan 4 orang anak
Domisili : Depok
Pendidikan Terakhir: Magister Pendidian Islam Univ. Ibn Khaldun Bogor
Aktivitas saat ini: Rabbatul bait
Preferensi Bidang Bahasan Kulwap yang disampaikan:
Aqidah Islam.
Parenting
Pendidikan

MATERI

Bismillahirrahmanirrahiim

Assalamu’alaikum Warahmatullah Wabarakatuh
Alhamdulillah bini’matihi tathimussolihaat.
Segala puji bagi Allah yang dengan nikmat-Nya sempurnalah segala kebaikan.
Allahumma sholii ‘ala Muhammad wa ‘ala alihi wa ashhabihi ajmain. Wa ba’d

Tema kita pagi ini adalah tentang pendidikan adab atau yang dikenal dengan Ta’dib. Kenapa ta’dib merupakan suatu hal yang harus mendapatkan perhatian yang besar terkhusus dari kita sebagai orangtua?

Dalam tafsir Ibnu Katsir tentang ayat Qur’an surat At Tahrim ayat 6 : ”
“Quu anfusakum wa ahliikum naara” yg artinya “jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka”

Ali bin Abi Thalib ra berkata tentang ayat ini
“Adibuhum wa allimuhum”, didiklah (keluargamu) adab dan ajarkanlah Ilmu.

Maksudnya adalah manifestasi menjaga keluarga dari api neraka adalah dengan mendidik mereka adab dan mengajarkan ilmu. Dalam pendidikan Islam takwa dan adab merupakan capaian terpenting. Keduanya ibarat buah yang dinantikan dari pohon ilmu yang berakar pada iman yang kokoh.

Sa’id al Qathani menjabarkannya bahwa “sekiranya seorang ayah khawatir terhadap anaknya akan bahaya api dunia yang mendorongnya membuat berbagai cara dan program untuk menghindarinya, maka sepantasnya ketakutan seseorang kepada ancaman siksa api di neraka wajib mendorongnya lebih takut lagi dan berbuat lebih maksimal lagi.”

Ibunda Imam Malik, Ailah bintu Syuraik berkata menjelang anaknya pergi menuntut ilmu “Pergilah ke Rabi’ah Nak.. belajarlah adab darinya sebelum mempelajari ilmunya” Ibu Imam Malik memilih halaqoh Rabi’ah sebagai tempat Imam Malik belajar. Halaqah ini adalah satu diantara 70 halaqah yang masing-masing mengambil tempat dekat tiang masjid nabawi sehingga disana ada 70 ulama ahli.

Ibnu al Mubarak meriwayatkan, berkata kepadaku Makhladah Ibn al-Husain,
“Kami lebih butuh kepada didikan adab daripada kebutuhan kami terhadap ilmu hadis”

Al Qurthubi mengutip sebuah riwayat dalam bab adab tentang perkataan ahlu hikmah “Sebaik-baik perkara yang diwariskan para ayah kepada anak-anaknya adalah sebutan yang baik, adab yang bermanfaat dan saudara-saudara yang shalih”

Dalam sebuah hadis riwayat Ibnu Majah Rasulullah bersabda “Akrimuu auladakum wa ahsinu adabahum”,” Muliakanlah anak-anakmu dan perbaikilah adab mereka.”

Selanjutnya apa itu adab? Hal ini perlu dipahami karena ada degradasi makna dan nilai dari kata adab yang merupakan salah satu keyword dalam khazanah Islam. Sekarang ini adab hanya dimaknai sebagai etika atau sopan santun saja. Padahal adab meliputi kualitas mental, spiritual, sikap dan perilaku seseorang dalam kehidupannya. Ia adalah basis dan nilai daripada intelektual dan ilmu pengetahuan dalam Islam. Beda antara Muslim dengan non Muslim walaupun sama-sama memiliki sopan santun adalah pada konsep adab.

Istilah adab merupakan salah satu istilah dasar dalam Islam. Pada masa pra Islam kata adab memiliki arti udangan ke jamuan makan, jamuan yang diberikan kepada siapa saja tanpa memilih-milih dan memandang status sosial sehingga terkandung makna mengenai hubungan sosial yang baik dan mulia. Arti ini sekarang sudah jarang digunakan kecuali pada kata “ma’dubah”yang artinya jamuan atau hidangan.
Kemudian pada masa Islam ide yang terkandung dalam kata adab di-Islamisasi dengan menambah elemen-elemen spiritual dan intelektual pada tataran semantiknya.

Pada masa permulaan Islam dengan ajaran-ajarannya yang menyeru kepada akhlak mulia, kata adab mengandung pengertian ajakan kepada sesuatu yang terpuji dan berakhlak baik dan juga memiliki arti pendidikan dan pengajaran sebagaimana hadis Rasulullah : “Adabani Rabbi, faahsanu ta’dibii “,”Rabbku telah mendidikku maka paling baiklah pendidikanku.”

Para ulama telah banyak membahas makna adab dalam pandangan Islam.
Menurut Ibnu Mandzur adab adalah segala sesuatu tata cara yang dengannya seorang terpelajar berprilaku. Dinamakan adab karena ia ya’dibu (menghimpun) manusia kepada berbagai hal yang terpuji dan mencegah mereka dari berbagai hal yang buruk.

KH. Hasyim Asy’ari menerangkan tentang urgensi adab : “Tauhid mewajibkan wujudnya iman. Barangsiapa yang tidak beriman ia tidak bertauhid. Dan iman mewajibkan syariat, maka barangsiapa yang tidak ada syariat padanya ia tidak memiliki iman dan tidak bertauhid. Dan syariat mewajibkan adab, maka barangsiapa tidak beradab (pada hakikatnya) tiada syariat, tiada iman dan tiada tauhid padanya.”

Menurut Naquib Al Attas bahwa adab adalah istilah mendasar dalam khazanah peradaban Islam. Ia termasuk keyword sebagaimana kata adil (‘adl), kebenaran (haq). Al Attas mendefinisikan adab sebagai sebuah pengenalan dan pengakuan terhadap realitas bahwasannya ilmu dan segala sesuatu terdiri dari hierarki yang sesuai dengan tingkat keberadaannya.

Hierarki keberadaan ini sejalan dengan yang disampaikan Majid Irsan al-Kailani dalam al Falsafah at-Tarbawiyah tentang ontologi pendidikan islam yaitu kemampuan menempatkan dirinya secara tepat ketika ia berhubungan dengan Allah, ketika ia berhubungan dengan dirinya, dengan sesama manusia, alam semesta dan ketika ia berhubungan dengan kehidupan itu sendiri dan negeri akhirat.

Ketika berhubungan dengan Allah sebagai al Khaliq (pencipta) maka salah satu adabnya adalah ubudiyah. Anak diajarkan tentang hak-hak Allah. Bagaimana menempatkan Allah sebagai Rabb dan kita adalah hamba. Dalam hal ini, jadi kalau ada orang yang berakhlak baik terhadap sesama, tapi ia adalah orang kafir maka ia dikatakan tidak beradab disebabkan kekafirannya.


Adab terhadap diri sendiri, yaitu dengan pengenalan diri akan unsur-unsur yang ada dalam dirinya kemudian meletakkan pada posisi yang tepat. Bagaimana memposisikan akal agar dapat mengontrol syahwat, sehingga tercipta keadilan bagi dirinya dan terhindar dari kedzaliman terhadap diri sendiri.

Ketika berhubungan dengan sesama manusia adabnya adalah keadilan dan ihsan. Norma-norma yang diterapkan dalam tatakrama sosial harus memenuhi syarat-syarat yang didasarkan pada posisi seseorang yang bukan ditentukan berdasarkan kriteria manusia seperti harta, pangkat dan jabatan melainkan ditentukan oleh Al Qur’an berdasarkan kriterianya terhadap ilmu, akal pikiran dan perbuatan yang mulia.

Dalam konteks ilmu, adab berarti disiplin itelektual. Memahami hirarki ilmu, bahwasannya fardhu ain lebih tinggi dari fardhu kifayah; bahwasannya posisi orang yang berilmu dengan berdasar kepada wahyu lebih tinggi dan mulia daripada orang yang berilmu tapi meniadakan wahyu.

Ilmu dan adab adalah dua hal yang tidak dapat dipisahkan, kebaikan salah satu menentukan kebaikan yang lainnya. Ilmu yang diberkahi tercermin dari adab yang menghiasi perilaku seseorang dan adab itu sendiri adalah suatu dorongan luhur bagi seseorang untuk senantiasa meningkatkan keilmuan. Dan ilmu yang dinikmati hari ini adalah hasil dari keberkahan ilmu para Ulama terdahulu. Karena sejarah mencatat bagaimana keluhuran adab mereka yang disertai dengan mujahadah dalam proses menuntut ilmu. Dari kata adab ini juga muncul kata peradaban. Peradaban Islam, Peradaban Melayu, Peradaban Barat (walau menurut Hamid Fahmi Zarkasy peradaban tidak tepat disematkan ke Barat karena ketiadaan adab dalam western civilization.

Pendidikan adab adalah suatu proses upaya dan mujahadah yang dilakukan secara simultan untuk menanamkan nilai-nilai adab tersebut sehingga menjadi suatu perhiasan indah yang melingkupi kehidupan. Ia adalah pondasi sekaligus jembatan dalam meraih pribadi takwa yang dicintai Allah dan sesama. Banyak sekali aspek dalam kehidupan kita, bahkan dapat dikatakan hampir tidak ada ruang yang kosong yang tidak bersentuhan dengan adab. Begitu pentingnya masalah adab ini maka bisa dikatakan jatuh bangunnya umat Islam tergantung sejauh mana memahami dan menerapkan konsep adab dalam kehidupan. Maka memulai pendidikan adab dari rumah adalah suatu keniscayaan

Allahu’alam

Selayang pandang

Bismillah
Assalamu’alaikum Warahmatullah Wabarakatuh
Allahumma bika ashbahna wabika amsaina.. wabika nahya wabika namuutu wa ilaihinnushuur. Allahummanfa’na bima alamtana wa allimna maa yanfa’una wazidna Ilman.
Alhamdulillah di pagi yang penuh keberkahan ini saya bisa berkenalan dengan bunda-bunda shalihaat semuanya.
Pada pagi ini kita coba mereview dan memahami permasalahan yang sangat esensial dalam bidang pendidikan kita hari ini yaitu the loss of Adab, hilangnya adab sebagai efek dari sistem pendidikan kita yang mayoritas menganut sistem yang sekuler dan materialistik. Mudah-mudahan bisa bermanfaat..

Pertanyaan & jawaban

1. Assalamualaikum Bunda, mau Tanya Bagaimana mengenalkan adab ke anak yang sudah pra aqil baligh ? setelah sebelumnya tidak paham betul mengenai adab dalam islam, apakah mulai dari awal ? atau disesuaikan dengan umur ? apakah ada kitab panduan untuk adab ?
2. bagaimana urutan mengajarkan adab ke anak ?
(bunda Lia – HSMN Bekasi)
jawaban :
Penanaman adab untuk anak yang sudah pra aqil baligh tetap dengan urutannya karena satu aspek akan mempengaruhi aspek yang lain. Namun stressing atau penekanan yang menjadi titik berat itu disesuaikan dengan usianya. Untuk kitab-kitab Ulama banyak sekali yang membahas tentang pengajaran adab. Misal kitab adad ad-dunya wa ad-din karya Imam al Mawardi, Adab al-alim wa al-mut’alim, mutaqa al adab asy syariyyah, dan banyak lagi yang sudah diterjemahkan
Dan dari kitab-kitab yang sudah umum hadir hampiar di setiah keluarga Muslim itu juga bisa kita susun menjadi kurikulum adab. Seperti Riyadhud Shalihin, al Muwatha dan di kitab-kitab fiqh pun ada sub bab adab seperti di Bulughul MAram. InsyaAllah buanyaak sekali Bunda.

2.Assalamualaykum bunda rini saya ingin bertanya mengenai pendidikan adab terhadap anak apakah ada wktu2 / jadwal khusus & bagaimana menghadapi anak Usia 10thn yg awalnya diasuh oleh nenek (usia 1-7thn) ,cenderung dimanja , bagaimana caranya agar dia menjadi.contoh untuk adiknya krn justru adiknya yg lbih mandiri
Jazakillah khoir
(Ros – HSMN bekasi)
jawaban :
Untuk memahami bagaimana menanamkan adab saya tuliskan beberapa metode yang di bisa digunakan
Ini juga sekaligus melengkapi jawaban untuk bunda Lia
~1. Metode Hiwar (dialog)
Dialog merupakan jembatan yang dapat menghubungkan pemikiran seseorang dengan orang lain secara mudah. Sebab dialog memberikan bekas yang lebih kuat dalam jiwa anak berupa kepahaman dan kepuasan.
~2. Pembiasaan
Pendidikan adab membutuhkan mujahadah dan latihan yamg dikerjakan secara berulang-ulang. Jiga membutuhkan keistiqomahan dan kesabaran yang tidak bertepi.
~3. Metode Perintah dan Larangan
Metode ini berkaitan dengan hubungan penghambaan (‘alaqah ubudiyah) dan merupakan cara dalam membangun ketaatan. Karena Ubudiyah kita terkait dengan perintah-perintah dan larangan-larangan dari ALlah SWT
~4. Metode Targhib (motivasi) : bisa diartikan dengan strategi untuk meyakinkan terhadap kebenaran Allah melalui jaji-janji-Nya. Jaditarghib tidak hanya berbentuk reward/ hadiah2 yang berbentuk materi. Tapi kita arahkan reward tersebut dengan nilai2 Ilahiyah
~5. Metode Tarhib (ancaman) : ini adalah lawan dari targhib. Sepintas tarhib dan targhib mirip reward dan punishment. Namun keduanya tidak sama karena orientasi pendidikan Islam tidak cuma berbicara tentang hal2 yg bersifat materi dan keduniaan tapi pendidikan Islam berhubungan erat hingga ke akhirat kelak
~6. Metode Keteladanan : Inilah yang terpenting dari kita orang tua sebagai pendidik. Ketika ingin menjadikan anak kita beradab maka kita harus lah beradab. ketika kita ingin mempunyai anak sholih maka kita pun harus mensholihkan diri kita. Bunda pasti memahami kalau anak itu peniru ulung, maka keteladana yang baik sangatlah dibutuhkan
Sehingga kalau berbicara terkait waktu-waktu khusus ta’dib ya dari mulai bangun sampai tidur lagi

tanggapan
Tanggapan 1.
Metode Hiwar (dialog)
Dialog merupakan jembatan yang dapat menghubungkan pemikiran seseorang dengan orang lain secara mudah. Sebab dialog memberikan bekas yang lebih kuat dalam jiwa anak berupa kepahaman dan kepuasan….
👆apakah metode ini anak2 hrs duduk ato nyambi di kala sdg santai . Dan bisakah sambil si ibu membacakan buku adab2 versi anak2.
jawaban
Iya Mba untuk tataran praktisnya bisa di kreasi sendiri.. Bekisah adalah suatu cara yang sangat efektif yang bisa mengasah jiwa. Dialog-dialog lainnya bisa secara khusus atau pas ketika ada momen-momen yang memang pas akan bisa menyentuh jiwanya
Berkisah atau membacakan buku2 adab anak2.

Tanggapan 2.
Assalamualaikum bunda Rini, salam kenal, sy Shally-HSMN medan. Mau menanyakan reward yg berhubungan dgn nilai2 Illahi itu yg spt apa ya? Terimaksh.


Jawaban
Wa’alaikumussalam Bunda Shally dari MEdan, salam kenal 🙂. Untuk mudahnya saya ambil contoh. Biasanya kita orangtua akan memberiikan hadiah kalau anak rangking 1 tanpa melihat proses. Kalau kita hubungkan dengan nilai-nilai Ilahiyah maka kita ubah kebiasaan tersebut misalnya dengan stressing di kejujuran dalam mengerjakan tugas, dipengamalan ilmu dalam kehidupan dan diajarkan bagaimana tujuan belajar itu adalah untuk mencari wajah Allah.

Lanjutan Pertanyaan

3. Assalamu’alaikum wr wb. Salam kenal,bunda Rini dan bunda2 semuanya

😊 Saya Dewi dr HSMN Medan. Jika berkenan mohon dijelaskan dimanakah posisi ta’dib dan tarbiyatul aulad dalam pendidikan anak? Dimanakah peran atau tanggung jawab orang tua pada proses ta’dib dan tarbiyah anak? Terima kasih sebelumnya,bunda Rini.
(Dewi-HSMN Medan)


Jawaban:
Wa’alaikumssalam, salam kenal Mba Dewi. Istilah tarbiyah dan istilah ta’dib sama-sama istilah yang ada dalam pendidikan Islam. Istilah lainnya misalnya ada Ta’lim ada ar riyadhoh. NAmun tiga istilah yang paling banyak dipakai yaitu ta’lim, tarbiyah dan ta’dib. Dan yang paling banyak digunakan emang istilah tarbiyah yang memiliki padanan dengan istilah education dalam bahasa Inggris. Bedanya pada penekanan. Ta’lim menekankan pada aspek kognitif. Kalau tarbiyah ke aspek fisikal dan emosional. Seorang pakar pendidikan Islam Syen Naquib al Attas berpendapat bahwa istilah ta’dib lah paling tepat karena struktur ta’dib sudah mencakup unsur-unsur ilmu (ta’lim) dan pembinaan yang baik (tarbiyah)
Sehingga peran dan tanggungjawab orangtua adalah dalam semua aspek pendidikan Islam

4. Assalamualaikum, kita kan sebaiknya memperkenalkan ibadah k anak tanpa memaksa ya, bagaimana batas toleransinya? misalnya pada anak yg berusia 7th yg sdg mogok ngaji…sampai d batas mana kita bisa mentolerirnya? terimakasih bun


(ari- HSMN bekasi)

Jawaban:
Wa’alaikumussalam.. salam kenal bunda Ari di Bekasi..
Dalam maratibul atau urutan pendidikan anak yg pertama adalah menanamkan keimanan. Setelah keimanan ini kokoh maka diharapkan ketika tahapan mengajarkan ibadah akan ada penghayatan.. Bahwasannya ibadah itu adalah sebuah kebutuhan bukan tuntutan misalnya.. Hal ini membutuhkan proses dan kesabaran.
Dalam pendidikan, selain metode ada juga media dan ada evaluasi. Hal2 yang menyebabkan anak mogok bisa menjadi bagian evaluasi kita.

5. assalamualaikum Saya Bella – di Medan.Pendidikan adab mungkin sama ya dengan yang namanya pendidikan karakter. Pada zaman sekarang ini kita sering meilhat banyak organisasi2 yang mempromosikan kegiatan pendidikan karakter ke sekolah2, PT2 bahkan ke perusahaan2. Karena masyarakat pada saat ini mulai sadar, bahwa bangsa Indonesia ini sedang mengalami krisis karakter manusia (krisis adab). Kita bisa lihat pada zaman ini dengan mudahnya kita bisa mengakses segala sesuatu didukung dngan teknologi yang tinggi.
Ada rasa ketakutan dalam hati saya bunda. Saat ini anak saya masih usia 2 tahun bunda, belum masuk sekolah, selama 2 tahun ini kami jaga amanah untuk menjaga dia, membesarkan dia, mendidik dia. Dalam 2 tahun ini setidaknya hanya keluarga saja yang baru berinteraksi dengan anak. Yang saya takutkan adalah ketika anak kita mulai sekolah, mulai berinteraksi dengan anak2 lain dengan background keluarga yg beraneka ragam (ada yang perhatian dengan adab anaknya ada yang tidak terlalu perhatian). Yang ingin saya tanyakan,
Bagaimana cara kita tetap bisa menjaga anak kita dari pengaruh dari luar keluarga serta pengaruh2 negatif yang kita lihat saat ini di masyarakat ? Terima kasih bunda.
(Bella-HSMN Medan)

Jawaban
Wa’alaikumussalam.. salam kenal Bunda Bella di Medan..
Inilah yang dlm materi telah disebutkan tentang degradasi didalam makna adab. Adab memang sering dimaknai dengan karakter. Tapi ada yg membedakannya. Misalnya : Beda seorang muslim dengan non muslim yang sama2 berkarakter adalah pada konsep adab. Seorang non muslim sebaik apa pun karakternya ia tidak beradab karena tidak menempatkan Allah pada hierarki yang tepat.

Cara melindungi anak adalah dengan memberikan imunitas dengan pendidikan Iman dan adab terutama di masa golden age nya.. Dan perhatikan bagaimana keadaan integasi dari pendidikan keluarga, sekolah dan lingkungannya yang harus saling mendukung..

6.Assalamu alaikum bunda..Saya memang baru fokus mengenalkan adab di usia anak 8 th (agak terlambat) Saya blm menemukan metode yg tepat utk anak saya. Dialog sdh, membacakan kisah sdh, keteladan sambil jalan (mamanya jg sambil belajar ), motivasi dan ancaman jg sdh… Bgmn menghadapi anak yg moody..lk2 9 th. Terkadang suatu saat dia sangat baik, taat dgn perintah Allah tp terkadang dia sebaliknya.. Pengajaran yg membekas di hati spt apa ya bun.. Mohon pencerahannya dan pengalaman bunda dlm pendidikan adab ke anak2 bunda🙏🏼Jazakillah khoir
(Windy- HSMN Bekasi)

Jawaban

Wa’alaikumussalam bunda Windy di Bekasi.. salam kenal ya 🙂
harus ditekankan bahwa pendidikan itu suatu proses yang terus menerus.. bagaimana kita berusaha agar prosesnya dan komponen2 yang terlibat terutama pendidik (dlm hal ini ortu) itu benar … sedangkan hasil itu adalah hak Allah SWT. Maka sabar dan bersungguh2 menjalani proses adalah kunci. Artinya jangan merasa sudah cukup puas dalam berusaha 🙂. Metode yang didukung media pembelajaran bisa di kreasikan untuk mengatasi moody. Dan yang terpenting bagaimana memberi ruh di dalam ilmu sehingga ilmu yang didapat akan menjadikan seseorang semakin ma’rifat kepada Sang Khaliq..

7.Apakah boleh mengenalkan adab dengan cara seperti ini : misal waktu kita sedang di jalan ada org yg melanggar lampu merah, lalu kita menjelaskan pada anak bahwa perbuatan org seperti itu adl tidak baik..tidak sesuai adab berlalu lintas. Begitu bun.
Atau kadang kita sudah menjelaskan suatu adab kpd anak..nah lain waktu dia melihat ada pelanggaran adab tsb (cth lain : pernah melihat org minum dgn tgn kiri atau dgn berdiri) lalu anak meniru, dia beralasan “org itu saja boleh kok minum sambil berdiri”. Apakah tidak mengapa kalau kita mengatakan bahwa org yg dia lihat tsb tidak tahu adab atau dgn kata2 yg semisal.
(bunda ira – HSMN medan)

Jawaban

Iya Mba momen2 tersebut bisa kita manfaatkan untuk menguatkan pembentukan adab. Dan dalam hal ini melalui metode dialog yang disampaikan dengan baik sehingga sasaran penguatan tersebut bisa tercapai.

Alhamdulillah..

〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰

HSMN


〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰
👥facebook.com/hsmuslimnusantara
👥FB: Generasi Juara
📷 instagram: @hsmuslimnusantara
🐤 twitter: @hs_muslim_n
🌐 web: hsmuslimnusantara.org

Share on Google+0Share on Facebook0Tweet about this on Twitter0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *