Browse By

Mengoptimalkan Perkembangan Sosial Emosi Anak bersama Lita Edia Harti

RESUME KULWAP HSMN SEMARANG DAN SURABAYA

Β πŸ“ŽMengoptimalkan Perkembangan Sosial Emosi AnakΒ πŸ“Ž

Waktu : Selasa, 20 Maret 2017
Jam : 09.00 – 10.30 WIB
Narsum : Lita Edia Harti, S. Psi
Momod : Bunda Sari Anggraeni
Nonod : Bunda Ita Ristiana

PROFIL NARSUM

Nama: Lita Edia Harti,S.Psi
TTL: Bandung, 14 juli 1978
Pendidikan: S1 Psikologi UNPAD
Status: Menikah, 5 anak ( 15 th, 12 th, 6 th, 3 th, 6 bukan)
Pekerjaan:
Litbang RA – SDIT Amal Mulia Depok Jawa Barat
Konselor sekolah RA – SDIT Amal Mulia
Narasumber tetap webinar Elhana Learning Centre
Owner Perniksakinah.com

MATERI

Mengapa perlu?
1. Di masa dewasa, memiliki kematangan emosi di rasa sangat penting.

Banyak permasalahan beririsan dengan kematangan emosi.

Bahkan kematangan emosi dirasakan sebagai indikator kedewasaan.

2. Usia dini (0-8 tahun) adalah masa emas membentuk kematangan emosi mengapa? Karena yang berkembang lebih dulu adalah bagian otak pengelola emosi. Otak.bagian kognisi mulai berkembang kurleb usia 4 tahun. Di atas usia 8 tahun, anak sudah banyak terfokus pada tugas tugas akademik . Semakin sedikit waktu dan kesempatan mengembangkan emosi

Kematangan Emosi
1. Mampu mengenali emosi yang dirasakan
2. Mampu mengelola emosi
3. Mampu mengekspresikan emosi dengan tepat.

Stimulasi Emosi
1. Beri kesempatan untuk kaya akan pengalaman emosi.
Limpahkan kasih sayang dan cinta tanpa syarat
Berikan perhatian yang cukup
Beri kesempatan anak untuk menghayati emosi sedih, senang, takut, marah, jijik, terkejut.
Misal kesempatan terkejut: diberi hadiah kejutan, main petak umpet.
Kesempatan jijik: rihlah melewati yang becek, membersihkan kamar mandi, mencuci piring, main lem, finger paint dll

2. Terima perasaannya, dengan memberi nama emosinya

Contoh: anak tidak mau memakai sandal karena sandal terkena lumpur. Nyaris merengek.

“Ooowh kenapa ngga mau pakai sandal, jijik ya?”
Bukan memaksa anak menghilangkan

Contoh: anak rebutan mainan, lalu menangis

“Waah kenapa menangis? Kamu sedih atau marah mainannya diambil?”

3. Bantu mengelola emosi
Misal anak merengek dan kemudian mengamuk minta mainan
“Minta baik baik ya, pakai kata kata”
“Ibu tidak berikan yang diminta dengan mengamuk”
Salah satu bantuan mengelola emosi adalah melatih relaksasi
Biasakan anak mampu menyalakan tombol “pause” berpikir sebelum bertindak.

4. Berikan batasan
“Kamu boleh marah, tapi tidak boleh memukul ya”

5. Karena terdapat mirror neuron pada manusia, maka perhatikan soal contoh kematangan emosi di sekitar anak.
Kita juga bisa menjadikan kisah, agar bisa dijadikan contoh oleh anak.

TANYA JAWAB

1⃣ pertanyaan bunda Maey

Bunda, bgm cara menempatkan marahnya: anak sy 3,5 th bund, dia cenderung ngalahan dgn tmn2nya. Apakh marah itu perlu ‘diajarkan’?

Jawaban :

Anak perlu dibiasakan untuk pola win win solution.

Awali dengan pembiasaan di rumah. Saat ada perselisihan atau perbedaan pendapat dengan saudara atau orangtua, dibantu agar anak paham, bahwa semua pihak perlu terpenuhi kebutuhannya.

Ada hak dirinya yang harus di”perjuangkan”, ada hak orang lain yang harus diperhatikan.

Berikan contoh pola tersebut dari kita orangtuanya. Saat akan jalan jalan, tanya anak mau ke mana, mau beli apa, misalnya. Biasakan untuk melibatkan anak dalam mengambil keputusan keputusan bersama

Agar anak mampu asertif, menyatakan kebutuhannya,pondasinya adalah percaya diri. Kurangi kritik, perbanyak apresiai

Untuk 3,5 th wajar jika ngalahan karena memang belum punya “power” membela diri. Tugas kita memberikan pijakan lingkungan yang baik untuknya. Carikan teman teman yang tidak membully misalnya.

2⃣ Pertanyaan bunda April

Bagaimana manajemen emosi ibu dalam menghadapi kelima anak ibu? Apakah ada yang perlu dikontrol terlebih duly seperti kakaknya dulu, misalnya?

Jawaban :

Makan yang cukup, tidur yang cukup, satu yang penting tapi belum saya praktekkan lagi sesudah melahirkan yaitu olahraga.

Sering sering menghayati hakikat amanah seorang anak.

Jaga kebahagiaan dengan melakukan aktivitas yang disenangi.

Berikan waktu khusus untuk kelima anak setiap harinya, buat jadwal jika perlu.

Jika tidak sempat, ketika weekend.

Buat sistem untuk pekerjaan kita, sehingga pekerjaan bisa beres tanpa harus selalu kita yang mengerjakan.

Misal mengajarkan anak membuat nasi, masak sederhana, beli masakan. Self help yang membuat mereka tidak selalu meminta bantuan ibu.

Jadi ketika bersama ibu tinggal yang asik asik aja, ngobrol – ngobrol.

3⃣ Pertanyaan bunda Yardha

Bagaimana cara membiasakan anak menyalakan tombol “pause” berpikir sebelum bertindak dalam menghadapi situasi maupun kondisi disekitarnya?

Jawaban :

Yang terampil menyalakan tombol pause sebenarnya orang dewasa.

Jadi bentuk pola nyalakan tombol pause, mulailah dari kita orang dewasa.

Anak akan melihat dan meniru, karena ada fungsi mirror neuron di otaknya.

Latihan untuk anak.
1. Kita bisa minta tenang dulu sebelum meminta sesuatu. Tidak memberikan yang ia minta dengan cara mengamuk
2. Biasakan untuk menunda mewujudkan keinginan misal dengan menabung
3. Latih anak untuk bersikap tenang, misal dengan memberi pijakan sebelum bermain : ” hari ini adek mau main apa?”
“Legoo”
“Baik, ambil alas mainnya, kita ambil legonya. Yuk bawa jagonya pelan pelan. Taruh di sini”
“Adek boleh main lagi, nanti kalau sudah selesai disimpan kembali”
Jika anak “rusuh” gerakannya, minta ia bu mengulang, untuk lebih tenang
4. Keteraturan membuat anak berlatih tidak impulsif dan tidak reaktif.

Β 4⃣ Pertanyaan bunda Ratna Bachtiar

Anak saya umur 6thn. Sebentar lg mau punya adek. msih susah kontrol emosi. klo sdh marah suka meluap2 n cenderung nggak mau dengerin omongan org klo sdh kadung marah. gmn cara nya mengontrol emosinya ya? Saya sdh pernah dgn cara halus.. klo diajak ngobrol malah dia semakin menjadi2 marahnya.Contoh kecilnya misal saya sdh sholat duluan dia jd marah2.

Jawaban :

Biasanya apa pemicunya

Coba oleh bunda di list apa saja yang mudah membuat dia marah.

Jika bisa dicegah sebabnya, dicegah.

Lalu evaluasi emosi primer apa dibalik perilaku marah marahnya.

Misal anak marah karena ditinggal sholat.

Apakah sholat bersama ibu membuatnya bahagia, senang?

Ketika situasi tenang
“Kakak merasa nyaman ya sholat dengan ibu?”
“Iyaa bu”
“Jadi kalau ketinggalan sholat, kakak marah?”
“Iyaaa”
“Baik ibu paham kakak marah, tapi ibu sedih kalau marahnya sampai teriak”
“Bagaimana ya supaya tidak sampai teriak?
Diskusikan dengan anak.

Saat anak marah, mengamuk,jangan berikan.nasihat.

“Kakak marah ya. Marahnya segimana?”
Beri gambaran menggunakan gerakan
tangan sebagai simbol banyak sedikit.
“Perlu bantuan untuk menenangkan diri? Mau dipeluk? Mau minum?

5⃣ Pertanyaaan bunda Yesi

Apa saja akibat yg bs ditimbulkan bila sang anak tidak melewati masa mengenal dan melatih emosi dg baik? Dan bagaimana cara mengatasinya?
Trimakasih.

Jawaban :

Jika anak tidak terstimulasi emosinya menjadi tidak dewasa. Kekanak kanakan.
Misal: tidak bisa mengendalikan keinginan jadi terbelit hutang
Tidak bisa menunda keinginan menjadi cepat tertekan ketika ada masalah.

Impulsif, reaktif jadi banyak konflik dengan pasangan.

Stimulasi Emosi yang paling baik melalui bermain, bagaimana ia bisa menunggu giliran, berbagi bersama teman,menahan diri

Banyak masalah psikologis orang dewasa terjadi karena kurang terstimulasinya area emosi.

6⃣ Pertanyaan bunda Ainur

Bagaimana cara untuk mengajari anak usia 7th mengelola emosix jika apa yg diinginkan tdak dituruti.

Jawaban :

Konsisten tidak memberikan apa yang diminta dengan cara memaksa,merengek atau mengamuk
Evaluasi kenapa ia cepat terpicu marah, apakah fisiknya terlalu lelah, apakah ia marah akan suatu hal, misal kurang perhatian

Cari akar emosinya, hilangkan pemicunya.
Misal punya adik baru, cemburu, jadi sering marah marah.
Atau disekolah diejek teman/ dibully. Jadi di rumah cepat marah.

7⃣ Pertanyaan Bunda Sari

Awal nya anak (2 tahun 7 bulan) menurut ketika dengan dilarang dan diberipenjelasan, dan mengerti.
Tp akhir akhir ini, jd cenderung menangis dan merengek sebelum diberi penjelasan, dan sedikit melawan.
Mohon bantuan nya gmn untuk mengembalikan emosi nya kembali supaya tidak meluap luap, dan lebih tdk sabar skrng skrng ni

Jawaban :

Wajar, 2- 6 tahun waktunya orangtua melatih diri berkomunikasi dengan anak. Akan matang kembali 7 th

Cek perkembangan bahasanya, mungkin banyak yg mau diungkapkan tapi komunikasi terbatas.

8⃣ Pertanyaan bunda Ita ristiana

Adakah batas usia mengajarkan pengendalian emosi pd anak? Mksud sy, adakah batasan, misal jika sdh melewati usia 10 th akan susah mengubah karakter anak yg meletup letup (blm bs kontrol emosi).

Jawaban :

Di atas 14 tahun, sulit bukan berarti tidak bisa.

9⃣ Pertanyaan bunda Kiki

Anak saya yang pertama perempuan 8th, kedua perempuan 5th. Ketiga laki-laki 18bulan
Anak pertama dan kedua karena keteledoran saya saat ini saya rasakan keduanya gampang sekali emosi, suaranya keras dan kurang sayang satu sama lain
Kalau dengan anak ketiga, keduanya sayang
Bagaimana ya cara mengedukasi mereka berdua agar tidak cepat marah dan saling sayang satu sama lain.

Jawaban :

Coba dievaluasi apakah mereka saling cemburu.
Adakah rasa diperlakukan tidak adil?
Biasanya rasa cemburu menyebabkan cepat marah pada saudara (sibling dibantu)

Sibling rivalryβœ…

Demikian resume kulwap bersama HSMN SEMARANG DAN SURABAYA dengan tema “mengoptimalkan perkembangan sosial emosi anak”

Semoga bermanfaat mohon maaf jika ada kekeliruan.

γ€°γ€°γ€°γ€°γ€°γ€°γ€°γ€°
HSMN
γ€°γ€°γ€°γ€°γ€°γ€°γ€°γ€°
πŸ‘₯facebook.com/hsmuslimnusantara
πŸ‘₯FB: Generasi Juara
πŸ“· instagram: @hsmuslimnusantara
🐀 twitter: @hs_muslim_n
🌐 web:
hsmuslimnusantara.org

β£πŸ’ŸπŸ’•β£πŸ’ŸπŸ’•β£πŸ’ŸπŸ’•

*KeMisTri* akan hadir kembali…

Ya.. Perkemahan Keluarga Muslim Nyantri… In Syaa Alloh pada:

πŸ—“ 21-23 September 2017
🏞 Bumi Perkemahan Cikole, Lembang Jawa Barat
πŸ“² Info & Pendaftaran:
(Aulia) +62857-5995-9056
πŸ“² Sponsor:
(Kartini) +62813-9278-6597 dan
(Indah) +62852-2801-1625

Share on Google+0Share on Facebook0Tweet about this on Twitter0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *