Browse By

Pengembangan Kecerdasan Finansial Anak bersama Husnul Khatimah Umar

*NOTULENSI KULWAP HSMN SEMARANG & SURABAYA*
Kamis, 23 Maret 2017

⏰ 13.30 – 15.00 WIB


_Tema_
*Pengembangan Kecerdasan Finansial Anak*

_Narasumber_
Bunda *Husnul Khatimah Umar, S.Psi*

_Moderator_
Bunda *Icha (Andhika Pancawati)*

_Notulen_
Bunda *Erlina*

PROFIL NARSUM

Bunda Husnul Khatimah Umar, S.Psi, dilahirkan di Samarinda pada 6 September 1984. Beliau menyelesaikan pendidikan S1 Psikologi (konsentrasi pendidikan & perkembangan) di Universitas Muhammadiyah Malang tahun 2002. Bunda yang berdomisili di Samarinda ini, selain menjadi full time mother bagi buah hatinya, beliau juga aktif sebagai konselor di SMP IT Cordova & SMA IT Granada, mengajar di PGMI STIS Al Azhar Samarinda, founder / trainer Soulful Youth Learning Centre.
πŸ“ž 082250285321

☒ MATERI ☒

Masa kecil anak-anak kita adalah masa persiapan untuk masa depan mereka. Salah satu hal yang perlu kita persiapkan adalah pengembangan kecerdasan finansial.

Kecerdasan finansial adalah kemampuan untuk mengelola harta/sumber daya yang dimiliki individu secara baik dan benar.

Sebenarnya kecerdasan finansial sangat berkaitan dengan aqidah, karena dalam islam ada aturan2 tertentu tentang pengelolaan finansial seperti sumber harta yang halal, pengelolaan harta halal dan tidak mendzolimi siapapun, batasan, hak dan kewajiban nafkah, dll.
Masing-masing ada aturannya, ada hak dan kewajibannya.

Selain itu perkembangan kecerdasan finansial juga berkaitan dengan sisi kehidupan yang lain, terutama dalam hal pekerjaan serta aktivitas logistik pribadi dan rumah tangga.

Apapun profesi anak-anak kita kelak maka pasti akan berhubungan dengan kemampuan ini, bahkan meskipun anak-anak kita kelak mampu membayar akuntan atau perencana keuangan profesional, kemampuan ini tetap diperlukan, minimal dalam mengambil keputusan keuangan (membayar tagihan, membeli sesuatu, investasi, hutang/kredit, dll)

Apalagi di zaman sekarang, dimana anak-anak kita hidup didunia serbal digital, iklan menarik bersebaran dengan mudahnya. Sekali klik bisa beli ini itu dengan dompet digital, rekening atau COD. Begitu pula dengan kemudahan tawaran kredit, investasi, dll.

Nah..
Seperti skills atau kemampuan yg lain, maka kemampuan ini butuh latihan dan pembiasaan sejak dini.

Nah bagaimana memulainya ?

Ada beberapa hal yang perlu kita perhatikan dalam pengembangan kemampuan ini, yaitu :

πŸ’± *Penanaman aqidah*, bahwa sumber rizki kita satu-satunya dari Allah dengan segala ketetapanNya.
Ini sangat penting dan menjadi dasar untuk pengelolaan finansial kita.

πŸ’± *Penanaman Mindset tentang uang dan harta*, bahwa uang dan harta bukan tujuan kita, uang dan harta itu hanya sarana agar hidup kita semakin dekat kepada Allah dan salah satu cara menggapai ridho Allah (memantapkan izzah orang islam, kemudahan beribadah, misalnya haji dan umrah, berinfak shadaqah, zakat, berdakwah dan bermanfaat untuk keluarga dan orang lain, dll)

πŸ’± *Penanaman Mindset tentang kemandirian (salah satu persiapan mnjelang baligh)*
Ketika anak laki-laki kita telah baligh maka orang tuanya tidak wajib menafkahinya, adapun uang saku, fasilitas yang diberikan orang tua pada saat mereka baligh itu adalah infak shadaqah dan curahan kasih sayang dari orang tua untuk anaknya.
Karena itu seharusnya ketika anak laki-laki kita telah baligh maka idealnya telah terbentuk mindset izzah/harga diri kemandirian sekaligus telah berkembang kecerdasan finansialnya minimal pengelolaan uang saku/aset yang dimilikinya.
Tapi bukan berarti hanya anak laki-laki saja, anak-anaj perempuan pun penting disiapkan karena kita tidak tahu apakah kita bisa terus ada untuk mereka, bukankah maut bisa datang kapan saja?
Maka ketika mereka baligh, harapannya mereka sudah siap untuk mengelola finansialnya.
Selain itu juga persiapan anak-anak kita kelak ketika memasuki gerbang rumah tangga.

πŸ’± *Latihan Pengelolaan Finansial*, meliputi :

1⃣ Sesuaikan dengan tahapan usia

2⃣ Pengelolaan Pemasukan

3⃣ Pengelolaan Pengeluaran

4⃣ Pengelolaan Investasi

5⃣ Financial Plan (Membangun Bisnis dan Rencana keuangan masa depan)

6⃣ Evaluasi Aset dan Keuangan

Penjelasan singkatnya adalah bahwa pengembangan finansial untuk anak berbeda setiap tahapan usia, khusus ini dibagi tahapan usia pada 4 kategori kelompok usia :
Β€ Usia 0 – 3
Β€ Usia 4 – 7 ( pra sekolah )
Β€ Usia 7 – baligh (usia sekolah)
Β€ Usia baligh – 18 tahun.

Untuk Usia 0 – 3 tahun dan 4 – 7 tahun latihan nya dengn cara; fokus pada point pembentukan mindset khususnya point 1 dan 2, Dapat juga melalui contoh kegiatan sehari-hari yang berhubungan dengan uang, usia segini sebenarnya masih belum ngerti dengan nominal uang, fungsi uang dan sejenisnya. Tapi mereka mengamati cara kita berinteraksi dengan uang.
Kita boros mereka pun cenderung boros, begitu pula dengan kedermawanan, dst.

Usia 7 – baligh sudah mulai diperkenalkan pengelolaan finansial sederhana, seperti arus kas melalui pengelolaan uang saku, latihan membedakan antara kebutuhan dan keinginan, evaluasi keuangan sederhana dan penetapan rencana keuangan.
Juga sudah bisa diperkenalkan dengan tabungan di bank dan interaksi keuangan yang lebih dari usia pra sekolah Ditambah penanaman minsdet point 3.

Jika usia sebelumnya sudah ditanamkan hal2 diatas insyaallah Usia baligh – 18 tahun sudah mulai dapat mengelola keuangan pribadinya dan mulai diperkenalkan dengan beragam investasi.
Bisa dikaitkan nanti antara _Financial Plan_nya dengan _Future Plan_nya
Future Plan adalah rencana masa depan anak sampai 20 tahun kedepan, meliputi profesi dan target dunia akhiratnya.

Demikian materi singkat ini, mudah mudahan bisa bermanfaat untuk pembaca semua.
Semoga Allah senantiasa memberikan petunjuk kepada kita untuk mengelola harta sesuai syariat Allah dan memberkahi kita dengan keberkahan rizki yang semakin mendekatkan kita kepada ridho Allah. aamiin Allahumma aamiin.

Wallahu a’lam bishowab..

☸ TANYA JAWAB ☸

❓ Dulu pernah dikasih tau dalam acara parenting bahwa untuk anak jangan dulu diajarkan menabung tapi ajarkan berbelanja yang bijak. Mohon koreksi dan penjelasannya?

Mendidik sesuai tahapan usia yang dituliskan boleh minta di breakdown ga, detailnya seperti apa?
Jazakillah
(Bunda Aisyah, Semarang)

βœ… _Waiiyaki.._
_Terimakasih bunda aisyah_
_Teori parenting ada banyak dan beragam, karena dalam aplikasinya tidak semua teori parenting dapat diaplikasikan ke anak dan keluarga kita. Karena masing-masing anak dan keluarga punya kecendrungan, budaya dan pola yang berbeda. Ada yang pas untuk sulung kita tapi untuk bungsu kurang pas, kita pakai yang lain.. yang pas untuknya._
_Demikian pula untuk masalah ini mungkin ada perbedaan sedikit bunda.._


_Bagi saya menabung kita ajarkan sejak dini bersamaan dengan bijak dalam belanja._
_Menabung ini kita lakukan bahkan saat anak belum memahaminya tapi ia sudah dapat pemasukan dan itu dilakukan secara bertahap._
_Usia 4 tahun ke atas biasanya sudah dapat pemasukan. Dalam bentuk uang angpao lebaran. Bahkan ada yang usia di bawah itu, sudah dapat juga meskipun hanya sekali dalam satu tahun._ _Sedangkan usia mereka sebenarnya belum mengerti tentang uang. Nah, uang-uang angpao tersebut bisa kita tabungkan untuk mereka karena sebenarnya itu adalah hak mereka dan uang itu untuk mereka meskipun mereka “setor” ke kita.._
_Hehehe_


_Nanti ketika mereka memasuki usia sekolah, tabungan itu akan menjadi bahan untuk kita ketika mengajarkan tentang menabung_
_Kemudian ke tahap berikutnya menabung pada celengan itu dapat dimulai di usia 4 tahun ke atas. Lalu menabung di bank / tabungan investasi. Jadi bertahap sesuai usianya.._
_Nah disisi lain, ketika kita mengajarkan anak menabung sebenarnya secara tidak langsung kita juga mengajarkan anak kita berbelanja dengan bijak (menggunakan uang dengan bijak)_

_Mendidik sesuai tahapan usia singkatnya seperti yang saya jelaskan diatas tadi. Jadi disesuaikan dengan tahapan usia 4 kategori di atas._

❓ Untuk statement “uang2 anpao anak-anak bisa kita tabungkan untuk mereka karena sebenarnya itu adalah hak mereka dan uang itu untuk mereka mskipun mereka “setor” ke kita..” bagaimana ya Bun Husnul? Karena biasanya bila dkasih orang, saudara atau kerabat misal, mereka bilang utukk jajan.. Nah mindset mereka itu ya harus buat jajan dan pasti langsung lari ke warung atau minimarket untuk ‘jajan’

Mohon pencerahannya
(Bunda Icha, Semarang)

_Kalau usianya dibawah 4 tahun, moment begini adalah kesempatan untuk mengajarkan bijak mengelola uangnya._
_Prinsipnya:_
_1. Belanja sesuai kebutuhan_
_2. Belanja sesuai jumlah uang yang di alokasikan_
_3. Menabung itu memotong di awal bukan sisa akhir._

_Tapi tetap sesuaikan dengan tahapan usianya_
_Usia 3,9 tahun biasanya sudah bisa berkomunikasi 2 arah dan mengutarakan keinginan meski terkadang belum mantap_
_Jadi sebelum ke warung kita tanyain dulu : ” adek mau beli apa ? ” lalu kita arahkan dia “mau beli ini ga ? ” (yg lebih besar dan lebih manfaat dari yang dia mau), kalau ga mau jangan dipaksa.._
_Ikuti aja dulu apa yang dia inginkan tapi sebaiknya dengan perjanjian di awal dan usahakan dengan arahan kita serta usahakan jangan dibiasakan bila dapat uang langsung mau dibelanjakan. Karena nanti akan jadi terbiasa konsumtif_
_Satu lagi ketika belanja di warung, sering anak-anak lama sekali milihnya sedangkan kita ingin cepet-cepat sehingga anak sedikit punya kesempatan untuk membeli sesuai keinginannya. Akhirnya mindset anak akan terbentuk “terserah beli apa aja yg penting uang cukup dan beli” –> akhirnya cenderung konsumtif nanti._
_Mereka berpikir bukan pada barang yang mau dibeli tapi lebih ke “transaksinya”. Akhirnya mereka tidak terlatih mengambil “keputusan keuangan” padahal kegiatan lama memilih itu melatih otaknya untuk memikirkan barang apa yang betul-betul ia inginkan sebelum perkembangannya nanti berubah menjadi barang apa yg betul-betul ia butuhkan_
_Jadi ketika menemani anak ke warung dan ia memilih lama, sabarlah menanti dan biarkan ia memutuskan apa yang ingin ia beli._

❓Assalaamu’aliakum wr. wb.
Bagaimana cara simpel yang tidak menyulitkan buat anak usia SMP awal untuk merancang sistem pemasukan-pengeluaran yang juga bisa kita pantau dan bagaimana caranya memicu ghiroh dia untuk taat pada aturan pencatatan itu ya?
(Bunda Ratna Fitri)

βœ… _Usia SMP bila belum baligh berarti kita sekaligus menyiapkan pemahaman kewajiban ketika baligh._
_Untuk usia SMP biasanya ketika mereka tahu esensinya dari pengelolaan finansial ini mereka akan semangat mengerjakannya apalagi ketika mereka punya financial plan dalam future plannya._
_Bila sudah baligh berati yang kita tekankan esensinya kenapa ia harus belajar mengelola finasialnya._
_Saya teringat ada salah satu murid saya ketika kurang lebih usia 10 tahun dia dapat uang angpao lebaran cukup banyak sekitar 1 juta ke atas. Waktu itu uangnya mau dia belikan mainan yang sudah lama diincar. Tapi ketika bincang2 dengan ayahnya, sang ayah memberi tawaran yang menarik untuk dia. Salah satu cita2nya adalah keliling dunia._
_Ayahnya bilang “dia bisa keliling dunia dengan uang angpaonya itu.”_ _Bagaimana caranya? Ayahnya bawa dia ke toko emas. Itulah kali pertama ia beli emas batangan dengan uangnya sendiri. Emas batangan itu lalu ditaruhΔΊah dalam toples bekas sosis dan disimpannya baik2. Dan itu adalah kali pertama dia berinvestasi dengan menabung emas batangan. Sejak itu, dia hampir ga pernah belanja dengan uang sakunya, sekolah selalu bawa bekal. Lulus SD tabungan emasnya kurang lebih 33 gram_
_Sekarang usianya 15 tahun. Sudah punya tabungan masa depan..dan bijak mngelola keuangannya apalagi ketika dia tau..dia sudah baligh dan orang tuanya tidak wajib menafkahi.._ _Menjadikan dia anak yang sangat tahu diri, tidak mudah minta2 sesuatu dan mulai membangun bisnis kecilnya._

_Jadi kesimpulanny:_
_Untuk usia SMP awal_
_1. Pengokohan mindset 1,2 dan 3._
_2. Buat finansial plan sederhana (tujuan jangka panjang – pendek keuangan)_
_3. Bantu dia membuat arus kas sederhana pemasukan dan pengeluaran_
_Usia SMP awal, pemasukannya dapat dari uang saku, upah bekerja tambahan di rumah, hadiah_
_Uang saku dapat diberlakukan harian, mingguan atau bulanan. Saran saya untuk masa ini bisa dimulai mingguan.Tapi kalau anaknya cenderung boros latih dari harian lalu ke 3 harian lalu ke mingguan sehingga saat duduk di jenjΓ ng SMA bisa bulanan. Atau bahkan udah mandiri_ ..

_Untuk Pengeluaran bisa dibagi antara kebutuhan dan keinginan_
_4. Terus motivasi dngan sirah nabawiyah dan sirah sahabat yg berlebih ekonominya sehingga ia bisa bermanfaat untuk dirinya, keluarga, umat dan dakwah islam Atau motivasi dengan kisah2 anak2 muda yg sukses.._
_5. Jangan lelah untuk mendoakannya dengan sebaik baiknya_

❓Boleh di kasih contoh latihan pengelolaan finansial untuk anak umur 9 tahun? terima kasih
(Bunda Tri, Gresik)

βœ… _Untuk usia 9 tahun berarti masuk kategori ke 3 bun.._
_Yaitu Usia 7 – baligh sudah mulai pemantapan mindset point 1, 2 dan 3. Juga sudah mulai diperkenalkan pengelolaan finansial sederhana : arus kas melalui pengelolaan uang saku, latihan membedakan antra kebutuhan dan keinginan, evaluasi keuangan sderhana dan penetapan rencana keuangan._
_Juga sudah bisa diperkenalkan dengan tabungan di bank dan interaksi keuangan yg lebih dari usia pra sekolah_

❓ Bagaimana mengajari anak mendapatkan uang untuk dikumpulkan sendiri tanpa ada rasa ketergantungan?
Maksudnya, terkadang kita memberi uang karena sudah membantu kita, tapi ada kekhawatiran ketergantungan terhadap imbalan tsb, anak jadi tidak mau bantu kalau tidak ada imbalan.
Terima kasih
(Bunda Aprilia)

βœ… _Cara anak mendapatkan pemasukan ada bermacam macam :_
_1. Uang saku_
_2. Upah bekerja dirumah_
_3. Berdagang_
_4. Hadiah.._
_Untuk usia kategori 3 dan 4 udah bisa mendapatkan uang selain dari uang saku, bisa dengan berdagang atau membantu ortu/saudara dirumah.._

_Untuk mendapatkan uang dengan membantu pekerjaan rumah ada beberapa hal yang diperhatikan :_
_Tugas itu bukan tugas wajibnya anak. Jadi setiap anak seyogyanya turut bagian dalam membantu pekerjaan rumah tangga dirumahnya._ _Pembagian tugas ini disesuaikan dengan usia dan kmampuan anak. Tugas ini wajib dilaksanakan dan menjadi tanggung jawabnya.._
_Untuk tugas ini dia tidak mendapatkan upah..karena ini adalah bagian usahanya untuk membantu pekerjaan rumah bersama anggota keluarga yang lain._
_Pekerjaan rumah yg dia bisa mendapat upah tambahan adalah selain pekerjaan rumah selain tugasnya dan jika ia ada keperluan yg membutuhkan uang lebih.. Jadi bukan dilakukan setiap saat.._
_Selain itu sebaiknya perjanjian di awal.. Jadi jelas ada “kontrak”nya.._

_Untuk usia kategori 3 bunda bisa menumbuhkan ghirah membantu tanpa diupah dengan cerita/kisah teladan yg menyangkut hal itu..misalnya tentang tolong menolong, adab terhadap ortu dll._

❓Bagaimana tahapan mengenalkan finansial kepada anak jika di break down berdasarkan jenjang usia?
Terima kasih
(Bunda YardhΓ , Surabaya)

βœ… _Mungkin saya perlu tambahkan yang bagian latihan pengelolaan finansial, meliputi :_
_1. Sesuaikan dengan tahapan usia : _
_Latihan pengembangan finansial untuk anak berbeda setiap tahapan usia, khusus ini saya membagi tahapan usia pada 4 kategori kelompok usia :_
_1. Usia 0 – 3_
_2. Usia 4 – 7 ( pra sekolah )_
_3. Usia 7 – baligh (usia sekolah)_
_4. Usia baligh – 18 thn_

_Sebenarnya ada pembahasan rinci satu persatu.._
_Tapi terlalu panjang bila saya bahas disini.._
_Jadi sy coba singkat saja.._

_Untuk Usia 0 – 3 tahun dan 4 – 7 tahun latihan nya :_
_1. fokus pada point pembentukan mindset khususnya point 1 dan 2,_
_2. Melalui contoh kegiatan sehari – hari yg brhubungan dngan uang, usia segini sebenarnya masih belum ngerti dengan nominal uang, fungsi uang dan sejenisnya. Tp mereka mengamati cara kita berinteraksi dengan uang._
_Kita boros mereka pun cenderung boros, begitu pula dengan kedermawanan dst_

_Usia 7 – baligh sudah mulai pemantapan point mindset ke 3 dan diperkenalkan pengelolaan finansial sederhana : arus kas melalui pengelolaan uang saku, latihan membedakan antara kebutuhan dan keinginan, evaluasi keuangan sederhana dan penetapan rencana keuangan._
_Juga sudah bisa diperkenalkan dengan tabungan di bank dan interaksi keuangan yg lebih dari usia pra sekolah_

_Jika usia sebelumnya sudah ditanamkan hal2 diatas insyaallah Usia baligh – 18 tahun sudah mulai dapat mengelola keuangan pribadinya dan mulai diperkenalkan dengan beragam investasi._

❓ Bund, apa ada rumusan/tips tertentu dalam hal menentukan besaran uang jajan anak? dan sebaiknya pada usia berapa anak mulai diberikan uang jajan secara berkala (bukan setiap hari)?
(Bunda Indah, Semarang)

βœ… _Besaran uang jajan anak sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan anak dan kondisi orang tua.._
_Jadi uang jajan anak masing2 bisa berbeda beda.._

_Uang jajan/saku bisa diberikan ketika anak mulai sekolah dasar._
_Jadi pada anak kategori usia 3 (7 tahun – baligh), uang saku diberikan awalannya harian dulu.._
_Sampai ia bisa mengelolanya.._
_Dikatakan bisa mengelola ketika ia sudah teratur membagi 3 uang saku hariannya (untuk infaq sedekah, tabungan dan belanja)._
_Kalau sudah..nanti bisa 3 hari sekali lalu menjadi mingguan lalu menjadi bulanan.._

_Biasanya usia SMP atau SMA sudah bisa dikasih non harian (mingguan / bulanan) bagi yang sudah terlatih mengelola sendiri keuangannya.._
_Tapi kalau belum..seberapapun usianya..sebaiknya mulai dr harian dulu.._
_Apalagi bila anak memiliki kecenderungan boros_

πŸ’Ÿ KESIMPULAN πŸ’Ÿ

Kita renungi bersama firman Allah dalam Surah An Nissa ayat 9 dan menjadikan landasan untuk bersemangat bersama menyiapkan masa depan anak-anak kita.
Semoga Allah senantiasa memberi kita hidayah untuk berusaha yang terbaik. Aamiin.

Demikian notulensi kulwap bersama HSMN SEMARANG DdAN SURABAYA tema “Pengembangan Kecerdasan Finansial Anak”.
Semoga bermanfaat mohon dimaafkan jika terdapat kekeliruan penulisan ini.

γ€°γ€°γ€°γ€°γ€°γ€°γ€°γ€°
πŸ”†πŸ”…πŸ”†hsmnπŸ”†πŸ”…πŸ”†
γ€°γ€°γ€°γ€°γ€°γ€°γ€°γ€°
πŸ‘₯facebook.com/hsmuslimnusantara
πŸ‘₯FB: Generasi Juara
πŸ“· instagram: @hsmuslimnusantara
🐀 twitter: @hs_muslim_n
🌐 web:
hsmuslimnusantara.org

β£πŸ’ŸπŸ’•β£πŸ’ŸπŸ’•β£πŸ’ŸπŸ’•

*KeMisTri* akan hadir kembali…

Ya.. Perkemahan Keluarga Muslim Nyantri… In Syaa Alloh pada:

πŸ—“ 21-23 September 2017
🏞 Bumi Perkemahan Cikole, Lembang Jawa Barat
πŸ“² Info & Pendaftaran:
(Aulia) +62857-5995-9056
πŸ“² Sponsor:
(Kartini) +62813-9278-6597 dan
(Indah) +62852-2801-1625

β›°β›ΊπŸžβ›°β›ΊπŸžβ›°β›ΊπŸžβ›°

Share on Google+0Share on Facebook0Tweet about this on Twitter0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *