Browse By

Tips Memasak Praktis Bagi Ibu yang Sibuk bersama Putri Ramdhani Catur Setyorini

*Resume Kulwap Gabungan HSMN Bekasi – Bandung*
(Selasa, 21 Maret 2017)

_____

πŸ“Tema : *Tips Memasak Praktis Bagi Ibu yang Sibuk*

πŸŽ™Narsum : Putri Ramdhani Catur Setyorini
πŸ“ŒModerator : Bunda Restri Martiana
πŸ–ŒNotulensi : Bunda Rizki

>> CV Narasumber <<

~ Nama: Putri Ramdhani Catur Setyorini
~ TTL: Balikpapan, 3 Juli 1981
~ Alamat: Perum Pesona Telaga Cibinong, Kab. Bogor
~ Pendidikan terakhir: S1 Teknologi Pangan UNPAD
~ Nama suami: Nuke Pratama (42 th). S2 Mechatronic FH Ravensburg Weingarten.
~ Nama anak:
1. Radhiyan Muhammad Hisan, 14 thn (HS)
2. Asma Wafa Ahdina, 8 thn (Sekolah Komunitas Kebon Maen Cilangkap Depok)
3. Hikma Shabrina Putri, 5 thn (belum sekolah)
~ Aktivitas utama: ibu rumah tangga. Kl sampingannya banyak, multifungsi

>> Selayang Pandang Materi <<

*TIPS MEMASAK PRAKTIS BUAT IBU YANG SIBUK*

Tak dapat dipungkiri, salah satu hal yang membuat kita rindu rumah adalah karena kangen masakan ibu/bunda/emak/mami/ummi kita masing-masing. Betul tak?

Bahkan sampai usia kita sebesar ini, sudah punya keluarga sendiri juga, terkadang rindu masakan ibu muncul sewaktu-waktu.

Walaupun mungkin masakan ibu kita tak sehebat, selezat karya chef terkenal. Walaupun sekedar ikan asin goreng, lalap, sambel. Itu sudah cukup membuat kangen.

Salah satu kunci membuat keluarga harmonis adalah menyamankan perut suami dan anak2 kita. Kalau kata orang tua, sumur-dapur-kasur. Ada benarnya juga. Nah, salah satunya kita bahas nih, tentang dapur.
Bagaimana tips memasak buat ibu yg sibuk?

Kalau saya pribadi, senang memasak. Kalau sudah di dapur, suka lupa diri. Semua diolah padahal yg makan cuma sedikit. Ini faktor bawaan dr ibu saya.

Anaknya 4, perempuan semua. Bapak saya, yg dituakan di perantauan. Jadilah rumah saya basecamp buat para saudara sedarah ataupun saudara sekampung. Jadi, ibu saya kalau masak banyak, dan selalu mengerahkan anak2 perempuan nya ini.

Belum lagi ibu saya tipe perfeksionis. Masakan selain enak dimakan, harus enak dipandang. No MSG, royco dsb. Harus komplit. Misal, masak soto ayam. Itu harus komplit ada soun, wortel rebus, seledri, bawang goreng, kerupuk udang, sambel, jeruk nipis, perkedel kentang (bisa diganti dengan keripik kentang/kentang diiris tipis2 terus digoreng), ayamnya juga harus disuwir sempurna.

Bisa dipastikan berapa lama kita berkutat di dapur, kalau bagi pemula. Kalau ibu saya yg masak bisa selesai lebih cepat lah, hehehe…

Nah, tapi, ga bisa juga terus2an di dapur, kerjaan dan tanggung jawab lain menanti.

Paling berasa kalau memasak itu memakan banyak waktu adalah ketika bulan Ramadhan. Rasanya sayang banget waktu habis buat di dapur aja.

Dua (2) jam buat masak, bisa dapat 2-3 juz tilawah AQ ya… 😊 tapi tetap, niatkan semua aktivitas kita untuk ibadah. Yang perlu disiasati adalah, bagaimana membuat 2 jam menjadi cuma 15 menit. Begitu Bunda2…

Ayo kita bahas…
Berikut beberapa tips memasak ala saya

1. Siapkan bumbu dasar masakan. Bawang merah, bawang putih, yg sudah digiling dan ditumis. Masukkan ke freezer. Selalu sedia bawang bombay, untuk tumis menumis.

2. Lengkapi pekarangan rumah yg seuprit dengan tanaman rempah2, seperti sereh, jahe, kunyit, laos. Atau bisa juga rempah2 itu kita giling dan tumis juga. Tergantung kesukaan.

Kalau saya, utk rempah2, senang melihat utuh. Syukur2 bisa ditambah tomat, cabe rawit, jeruk nipis, jeruk purut, kelapa…wih, banyak amat hehehe

3. Sisihkan 1 hari dlm sepekan untuk membuat stok makanan, minimal lauk pauk.

Misal, dlm sehari itu kita membuat rendang, ayam ungkep, tahu-tempe bacem/ungkep, stok bumbu2 dasar td, ikan dibersihkan kasih garam dan jeruk nipis, cumi dibersihkan-potong2, udang dikupas, dsb.

Dikemas untuk sekali makan/masak, lalu masukkan ke dalam freezer.

4. Sedia selalu telor. Lauk yg serbaguna, enak, murah, semua anak dan anggota keluarga pasti suka.

5. Kurangi stok makanan instan, seperti sosis, nugget, mi instan dsb.

Kalau saya suka dijatah. Misal, dalam sebulan boleh sosis saja, yg isi 50. Bulan depan, nugget aja, 1 kg.

Kalau sudah habis, jangan beli lagi. Tahan diri. Kalau mau, bisa buat nugget sendiri.

6. Buat nugget, empek2, siomay, bakso sendiri. Simpan di freezer. Lebih terjamin kesehatan dan kehalalannya, no MSG, no pengawet, no pewarna.

7. Sedia sayur yg tidak gampang rusak/busuk, seperti buncis, kacang panjang, wortel, timun, tomat dsb.

Sayuran daun bisa juga, disiangi lalu masukkan ke plastik, jangan dicuci dulu. Kalau mau dimasak baru dicuci.

8. Lakukan stocking makanan minimal 1x per pekan. Untuk konsumsi 1 pekan (minimal).

9. Kalau mau beli bumbu jadi, beli di pedagang bumbu Padang di pasar. Pastikan dan survey dulu, apakah bumbu2 itu asli (tidak ditambah pengawet atau dicampur dg bahan2 yg busuk).

Kalau sudah nemu yg oke, tandain. Kalau sangat terpaksa harus beli, kita bisa ke pedagang tsb.

10. Pilih masakan yg bisa dicampur, antara sayuran dan lauk sekaligus. Misal, sayur sop, tumis brokoli-udang, tumis daging-buncis-baby corn-wortel (semacam teriyaki2 an), dsb.

11. Selalu siap buah-buahan.

12. Kalau ada tetangga yg doyan masak, enak, sehat, pesan aja sama mereka.Tapi yg ini tips terakhir loh yaaa … pintu darurat. Bisa juga telepon go-food, utk antar makanan.

Demikian beberapa tips dari saya, yang disarikan dari pengalaman ibu saya, saya sendiri, dan beberapa teman dan saudara yg sudah melakukan.

Semoga bermanfaat ya… jangan ada lagi alasan malas ke dapur ya, sesibuk apapun kita.

Buat suami dan anak2 kita betah di rumah karena masakan dan cemilan buatan ibunya. Alhamdulillah, InsyaAllah, kalau suami dan anak2 kenyang di rumah, mereka tidak akan jajan diluar.

Lebih terjamin juga kesehatan anggota keluarga kita. Makanan yang halalan thoyyiban.

>> Tanya Jawab <<

Kita sama-sama memulai Kulwap dengan membaca:
Bismillahirrohmaanirrohiim

** penanya 1

Assalamualaikum teh putri, saya mau tanya ya.

1. Biasanya makan pagi, siang, sore/malam, menunya sama gak ya? Kalau beda berarti masak setiap menjelang makan??
2. Bagaimana menu teteh dalam menyeimbangkan gizi terutama untuk anak. Kadang karna kemampuan masak terbatas, malah jadi ga seimbang gizinya.
3. Kalau bumbu-bumbu bawang tadi yang dimasukkan ke freezer, dipisah masing2 atau ada campuran khusus?
Terima kasih

** jawaban untuk penanya 1

1. Nah, kalau setiap makan beda menu, ini bisa makan waktu. Kl saya, masak 2-3 jenis buat seharian. Kecuali sarapan, biasanya beda. Atau kl siang sudah habis, maka utk malam masak secukupnya. Kondisional aja sih Bun…

Anak yg pertama yg lumayan agak rewel kl soal makan. Tapi saya cuek aja. Yg ada dimakan, jangan cari yg ga ada. Suami dan anak yg lain ga rewel, alhamdulillah.

Gimana kl suami tipe yg beda menu setiap makan?
Ya, diikuti aja Bun kemauan suami. Pakai tips bumbu dasar, sama sayuran yg sudah disiangi. Jadi tinggal cemplung cemplung bahan… jadi deh

2. Gizi seimbang ya… kl sy, yg penting dlm sehari itu ada masuk makanan yg mengandung karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral. Misal, kl siang cuma mau makan sm lauk pauk, malamnya harus masuk sayur. Atau di pagi, kita sudah kasih buah2 an. Untuk sarapan, sebaiknya buah2 an Bun. Misal menunya jus, roti, sm telur rebus. Roti bisa diganti ubi2an yg dikukus.

Menyiasati anak susah makan, saya punya menu andalan, macaroni schoutel, semua masuk disitu. Ada karbo, susu, keju, daging, wortel-buncis dirajang halus, bawang bombay rajang halus, masuk semua. Kebetulan anak2 doyan. Kl lg males masak macam2, itu jadi senjata

3. Kalau bumbu2 dasar, saya lebih suka dipisah2 Bun, jadi kita bisa racik sendiri sesuai selera. Ada juga yg kasih tips bumbu dasar merah (bwg merah, bwg putih, cabe merah) atau bumbu dasar kuning (bwg merah, bwg putih, kunyit). Boleh juga digunakan. Tergantung selera Bunda aja
Saya punya tetangga, anbaknya usia 2th, cemilannya sayuran rebus.
Bisa jadi inspirasi juga nih, jarang2 lihat anak umur 2 th makan buncis-wortel rebus kayak makan chiki


Pasti Bunda2 disini ada yg sudah mempraktekkan juga pola makan sehat buat anak2 nya yaa

** feedback 1

Teteh boleh tanya ga?

Dipisah2 itu maksudnya..

Bawang merah sendiri
Bawang putih sendiri
Cabe sendiri
Gitu bukan ya?

** jawaban feedback 1

Iyaa betul

** feedback 2

Mo tanya juga : anak sy suka mkn wortel mentah yg seger, baikkah? Bagus mentah apa direbus terlebih dahulu?

** jawaban feedback 2

Bagus Bun, vitaminnya tidak rusak dan tidak berkurang. Kulitnya dikupas tipis aja. Kl masih ragu, boleh di blansing (dicelup ke air mendidih selama 3-5 detik), biar bakteri patogennya mati.

** feedback 3

kalau bumbu dasar baiknya berapa lama bisa di stok di kulkas ya teh putri?

** jawaban feedback 3

Kalau di freezer, bisa berbulan2 Bun. Kalau suhu stabil, bisa smp 6 bln. Tapi biasanya ga sampai 6 bln, udah habis tergantung buatnya berapa kg

** penanya 2

Assalamualaikum teh resti nitip pertanyaan ya

Susam-Bandung
Bagaimana jika di rumah tidak ada kulkas mba Putri? Krn suami msh blm mendukung nih


Terimakasih…

** jawaban penanya 2

Kalau belum ada kulkas, bumbu dasar kl sudah ditumis, bisa tahan smp 7 hari di suhu normal. Tapi jadi banyak minyak Bun. Paling ada tumbuh jamur, kl mau dipakai, jamurnya dibuang dulu aja Bun. Sayuran yg seperti buncis, kacang dsb juga bisa tahan smp 3 hari di suhu normal.
Kalau sayuran bisa lebih awet ya. Kalau lauk pauk yg tidak bisa lebih dr sehari.

** penanya 3

Assalamualaikum teh putri..
1. Teh, Apakah ada perbedaan antara sayuran *direndam air garam* atau *tidak direndam air garam* sebelum masuk kulkas?

2. Lalu, bagaimana cara mengatur menu makanan biar ga itu itu melulu ya? Saya pakai menu mingguan, tapi seringnya malah ga sesuai. Menu selasa buat Senin, menu senin buat jumat

3. Apakah iya teh, tdk boleh mencampur protein dari laut dengan darat? Kalau capcay gitu kadang campurannya udang, ayam cincang..

Jazakillahu khayr…
Aninda Silmi
Bekasi


** jawaban penanya 3

1. Salah satu teknik pengawetan makanan adalah dengan dibuat asinan atau manisan, alias bisa menggunakan garam atau gula. Kenapa?
Karena bakteri atau jamur bisa mati bila terkena garam atau gula dengan konsentrasi tinggi. Produk makanan yg diawetkan dg garam misalnya ikan asin, pikel, acar, sourkraut, dsb.
Bila sayuran dicuci atau direndam dg air garam sebelum masuk kulkas, tujuannya utk membunuh bakteri. Tapi kl utk sayuran daun, sebaiknya tidak terkena air bila hendak disimpan di kulkas, karena malah jadi cepat busuk, krn tetap ada kandungan airnya.
2. Untuk menu, saya juga kadang mati gaya Bun


Minimal dlm 1 pekan, ga ketemu sayuran/lauk yg sama. Atau browsing resep2 baru Bun, biar ga bosan
3. Nah, ini saya kurang paham alasannya apa. Yg saya tau, dulu pas kuliah pernah dapat kalau udang ga boleh dimakan sm vitamin C, karena nanti ada zat (lupa namanya) yg akan bereaksi dan bisa berbahaya (bisa menimbulkan kematian).
Yg jadi patokan, kl kami, makan jangan berlebihan. Makan ketika lapar, berhenti sebelum kenyang. Kl ada rasa sakit2/pusing2 krn makanan, dibawa shaum (ini tips dr suami sy), alhamdulillah efektif.

** penanya 4

Catur dari Bekasi.

Saya Ibu dari 2 anak.
Saya pernah melakukan teknik seperti penjelasan mba Putri yang menyiapkan 1 hari utk satu pekan. Hanya bisa sekali saja (dlm 3 bulan) saat ada suami pas di rumah. Kami LDM.
Lalu saya coba beralih dengan suka membuat beberapa makanan frozen utk lauknya. Jadi yang sy simpan di freezer adalah makanan yg sdh matang. Seperti ayam teriyaki, atau lauk lainnya yg dibumbu kecap atau balado. Saya masak banyak kemudian sebagian utk di frozen. Sayuran seperti sop juga seperti itu atau disimpan di chiller. Saya terinspirasi dengan masakan di pesawat yang setelah dimasak di dapur kemudian disimpan di pendingin hingga 5 derajat setelah di pesawat dipanasi kembali. Tapi saya tidak bisa mengikutinya persis spt itu.
1. Bagaimana saran mba Putri?.
2. Kenapa bumbu dasar disimpan di freezer mba?

** jawaban penanya 4

Sebetulnya, teknik pengawetan makanan dengan pembekuan, bisa merusak zat gizi suatu makanan. Dan lebih sulit dilakukan, karena dituntut suhu pendinginan yg stabil dan harus cepat prosesnya.
Mengawetkan dan memproses makanan dengan cara apapun pasti bisa merusak nilai gizinya sih, hanya kita bisa minimalkan saja kerusakannya.

Di tips di atas, sy kasih keterangan sebaiknya dikemas per sekali masak/makan. Ini bertujuan biar tidak terjadi proses pembekuan dan thawing (melunakkan kembali setelah dibekukan) yg berulang. Karena bisa merusak gizi, dan tekstur bahan pangan.

Misal, kita bekukan ikan 6 ekor sekaligus. Trus di thawing, digoreng cuma 3, sisanya masuk freezer lg. Nanti setelah proses thawing ke-2, tekstur ikan itu pasti sudah rusak, dagingnya jadi lunak banget.

Nah, jadi silahkan dipikirkan kembali kl mau simpan makanan yg sudah matang di freezer. Untuk sayuran, sy tidak merekomendasikan. Kl lauk pauk, boleh, tapi dibuat kemasan per sekali makan. Untuk menjaga nilai gizinya tidak berkurang banyak.

2. Bumbu dasar boleh disimpan di suhu refrigerator, tidak harus di freezer. Kalau buat banyak, bisa sebagian2. Sebagian di freezer (asumsi dipakai masih lama). Dan yg dipakai sehari2 ditaruh di suhu refrigerator. Saran sy, taruh di laci di bawah freezer

** feedback 1

Kalau bahan makanannya yg dibekukan diolah seperti sayur kalengan boleh teh?
Tp masih mentah.
Misal wortel yg sdh dipotong2 sesuai kebutuhn disiram air panas semenit lah kira2 kemudian di siram air dingin. Trus masuk freezer.
Per sekali masak. Dipisah buat sop. Buat bhn bakwan. Dll.

** jawaban feedback 1

Kayak pikel, saurkraut gitu ya?
Itu yg cabe rawit direndam di air garam. Saurkraut itu yg sawi diasinkan juga.Boleh Bun, di blansing dulu terus dibekukan.
Yup, dikemas per sekali masak/kebutuhan.

** penanya 5

Assalamu alaikum

1. Yang paling sulit bagi saya adalah membuat variasi menu..dan tdk menggunakan penyedap rasa tp tetap gurih. Ini bgmn solusinya?

2.Bumbu dasar yg ditumis dan dusimpan apa bisa terpisah? Mis. Bawang merah giling ditumis sendiri, bw putih ditumis sendiri.. Pas eksekusi baru dicampur2.

Jazakillah khoir
Dari Windy – Bekasi

** jawaban penanya 5

Variasi menu, minimal buat per pekan. Kl sy di rumah, ada komentator, anak sy yg pertama. Jadi lebih mudah menentukan menu sekarang2. Kl dulu zaman anak masih kecil, ya lumayan pusing juga. Yg penting dlm sehari ada sayur semacam, dan lauk semacam.
Suami juga bisa diminta pendapatnya ttg menu harian Bun…. mungkin ada masakan yg beliau mau, ya bisa dimasukkan ke rencana menu.
Untuk masakan tanpa msg dan tetap gurih, bisa dibanyakin bumbu, terutama bawang merah. Atau sedia kaldu dr tulang/daging. Dikemas per sekali pakai.
Eh, poin 2, sama saya juga begitu. Dipisah2 bumbu dasarnya. Nanti pas masak diracik sendiri. βœ…

** penanya 6

Assalamu’alaikum teh..
Di rumah saya 3x makan 3x masak, jadi kalo bukan waktunya makan ya ga ada masakan.. Nah, skr anak saya yg 8thn nafsu makannya lagi naik. Seringkali kelabakan kalo tiba2 dia minta makan, sementara sehari aja udah 3x masak menghabiskan waktu di dapur lumayan banyak.. gmn ya menyiasati ini teh? Keluarga terbiasa makan masakan dadakan. Kalo cemilan cuma sanggup 1/2jam kayanya, udah cari2 makanan lagi..

** jawaban penanya 6

Tetehku sayang, gimana kl kebiasaannya diubah dikit? biar ga banyak waktu habis di dapur.
Untuk camilan, kita siap adonan aja di kulkas. Tinggal goreng atau kukus. Misal, pisang goreng, dah siap dg adonan tepung. Pas anak mau, tinggal goreng.
Itu saran aja sih Teh, biar ga bolak balik ke dapur terus 😊

** feedback 1

Nanya sedikit ya… Kalo pakai kaldu jamur gimana teh?

** jawaban feedback 1

Ada ya sekarang. Saya juga baru tau. Tapi ada produk yg dr Cina, ga ada halalnya. Ada yg produk dalam negeri, ada halal MUI nya. Produksi dr Wonosobo, kl ga salah.
Totole ya, kl ga salah (note: yg produk impor, non halal)

** feedback 2

Dr segi bagusnya, bagus kaldu jamur atau kaldu daging/tulang?

** jawaban feedback 2

Sama aja Bun, jamur nabati, tulang/daging hewani. Tinggal dipilih.
Kalau utk daging sapinya sendiri, ada kandungan asam amino esensial yg hanya ada di daging sapi.
Ralat: daging hewan berkaki 4
βœ…

Alhamdulillah..

γ€°γ€°γ€°γ€°γ€°γ€°γ€°γ€°γ€°γ€°
πŸ”…πŸ”†πŸ”…πŸ”†hsmnπŸ”†πŸ”…πŸ”†πŸ”…
γ€°γ€°γ€°γ€°γ€°γ€°γ€°γ€°γ€°γ€°
πŸ‘₯facebook.com/hsmuslimnusantara
πŸ‘₯FB: HSMuslimNusantara pusat
πŸ“· instagram: @hsmuslimnusantara
🐀 twitter: @hs_muslim_n
🌐 web: hsmuslimnusantara.org

Share on Google+0Share on Facebook0Tweet about this on Twitter0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *